
hari hari minhao berjalan seperti biasa, setiap hari ia menjalankan tugasnya sebagai seorang pelayan. ia juga masih menjadi bahan bully bagi para tuan muda di Bai Clan.
walau sering menjadi bahan Bullyan minhao memilih diam saja karena ia ingin merahasiakan kekuatannya agar tidak menimbulkan masalah baginya.
minhao juga tidak lupa tentang pelatihannya. di siang hari ia melakukan kultivasi di kamarnya, sedangkan di malam hari, ia menyelinap pergi ke hutan untuk melatih jurusnya.
hutan tersebut juga tidak terlalu jauh dari kota Jeonju tempat kediaman keluarga Bai berada. namun, hutan tersebut cukup berbahaya karena juga di huni binatang iblis setingkat murid beladiri dan master beladiri.
Para pedagang atau orang biasa, lebih memilih memutari hutan tersebut saat mereka ingin pergi ke kota Jeonju.
Setelah dua Minggu minhao berkultivasi dan melatih teknik jurusnya dengan sangat keras. Ia telah menguasai teknik formasi teleportation dengan sempurna, ia sedikit merubah gambar formasi teleportation tersebut, yang awalnya bertukar tempat dengan benda yang ia tandai, menjadi berpindah tempat di sekitar area benda yang ditandai.
Ia juga telah mempelajari berbagai formasi lainnya seperti formasi pelindung, formasi ruang dan waktu, dan berbagai gambar formasi lainya. Minhao adalah bacah yang sangat cerdas, sebab itu ia dapat memahami sesuatu dengan cukup mudah, karena itu juga salah satu bakatnya yang paling penting.
Minhao juga setengah langkah lagi menuju tingkat murid beladiri. Kecepatan minhao berkultivasi sungguh mencengangkan, para petinggi Bai Clan mungkin akan muntah darah jika mendengarnya.
Namun minhao enggan menembus tingkat tersebut di area kediaman Bai Clan. Ia takut jika kultivasi yang ia sembunyikan akan terbongkar, karena setiap seseorang menembus tingkat kultivasi, akan terjadi ledekan energi yang membuat para kultivator di sekitar area itu, merasakan ledakan energi tersebut.
Alasan minhao menyembunyikan kultivasinya, karena ia pernah membaca sebuah kutipan "kejeniusan bukan hanya anugrah, melainkan juga petaka baginya."
Artinya, orang berbakat tidak selalu di unggul unggulkan di kalangannya, ada segelintir orang jenius yang di bunuh oleh suatu kelompok karena potensinya yang dapat membahayakan kelompok tersebut.
Di malam itu minhao berbaring dikasur kecil di dalam kamarnya, ia sedang memikirkan sesuatu
'apa yang akan aku lakukan selanjutnya' batin minhao sambil merubah posisinya menjadi duduk.
' apa aku keluar saja dari Bai Clan ini, dan menjelajahi dunia luar ? '
' tapi aku tidak memiliki peta sama sekali ' pikirnya lagi sambil menggaruk belakang kepalnya yang tidak gatal.
Selang beberapa saat ia menjentikan jarinya karena menyadari sesuatu, namun tanpa sadar minhao mengeluarkan api kecil di telunjuknya.
__ADS_1
Minhao hanya tersenyum kecil dan menjentikkan jarinya kembali, dan api di ujung jari telunjuk tersebut padam. Ia terkekeh konyol mengingat kejadian dua Minggu lalu yang menurutnya gokil.
Ia meneruskan pikarannya tentang rencana ia kedepanya
"Bukankah di ruang kerja tetua Lin terdapat beberapa rak buku cukup besar." Gumam minhao sambil mengingat ruangan di kediaman tetua Lin.
"Mungkin di ruang kerjanya terdapat peta dataran tengah ini, tapi bagai mana aku mencarinya, dan alasan apa yang aku berikan kepadanya nanti" ucapnya lagi.
"Argh.. itu urusan besok, sekarang lebih baik aku kehutan mencari bahan bahan untuk membuat sesuatu !!" Ucap minhao sambil mengenakan jubah hitam miliknya dan beberapa pisau kecil yang telah ia gambari formasi diatas gagang pisau itu. Dan meletakan pisau tersebut kedalam jubahnya.
Perlengkapan minhao tersebut ia dapat kan dari kota Jeonju, ia membelinya menggunakan uang hasil kerja kerasnya sebagi pelayan selama 5 tahun.
Setelah mengenakan perlengkapannya, minhao mengangkat tangan kananya dan menempelkan jari telunjuk ke atas alis kanannya.
Seketika tubuh minhao menghilang dari posisinya berdiri, dan berpindah tempat ke dalam hutan yang tidak jauh dari kota Jeonju.
Minhao berjalan ke arah salah satu pohon di dekatnya dan menempelkan salah satu tangannya sembari menyalurkan tenaga dalam yang berunsurkan elemen kayu, lalu ia memejamkan matanya.
namun beberapa saat kemudian, ia melihat seseorang sedang bertarung dengan binatang iblis tidak jauh dari tempatnya berada, jaraknya sekitar 200 m dari arah belakang minhao.
minhao membuka matanya perlahan sembari bergumam "sepertinya aku juga menandai beberapa pohon di area itu." sambil menunjukan senyum kecilnya.
' ada sesuatu yang aku butuhkan dari pertempuran tersebut.' batin munhao sambil meletakan jari telunjuk di atas alis nya.
tubuh minhao menghilang, dan berpindah tempat di atas salah satu pohon di dekat pertarungan tersebut. minhao memperhatikan pertarungan itu dengan mata sedikit menyipit.
terlihat seorang wanita mengenakan jubah hitam Persis jubah yang dikenakan oleh minhao, kondisi wanita tersebut tidak terlalu baik, terdapat luka cakaran yang cukup dalam di tangan kirinya, sedangkan tangan kananya memegang pedang berwarna perak dengan cukup erat.
minhao dapat malihat, bahwa pertarungan tersebut cukup sengit. terdapat belasan mayat binatang iblis serigala tingkat 3 di sekitar pertarungan tersebut, dan masih tersisa 6 ekor binantang yang masih mengelilingi wanita itu.
' sepertinya wanita itu berada di ranah master bela diri, ia bahkan dapat mengalahkan belasan binatang iblis itu sendirian .'
__ADS_1
' namun ia terlihat kehabisan tenaga dalam, apa aku perlu membantunya ? ' batin minhao sambil mengamati pertarungan tersebut, dari atas pohon.
sedangkan wanita itu sedang berusaha melepaskan diri dari kepungan 6 serigala bintang iblis tingkat 3 tersebut. ia sadar dia tidak dapat bertahan lebih lama, karena tenaga dalamnya sudah terkuras banyak saat ia membunuh belasan kawanan serigala tersebut.
"sialan, kenapa saat aku hendak pergi ke kota Jeonju tiba tiba aku di kepung segerombolan binatang iblis tingkat 3 ini" gerutu wanita itu sambil berusaha melepaskan diri dari kepungan tersebut.
salah satu serigala tersebut menerkam wanita itu, dan si wanita itu menahan dengan pedangnya, namun saat kedua tangan wanita tersebut sibuk menahan serangan serigala di depanya, kawanan serigala lainya ikut menyerang wanita tersebut.
sedangkan minhao yang sedari tadi mengamati pertarungan itu dari pohon, ia hanya menghela nafas pelan lalu mengeluarkan pisau kecil dari jubahnya dan segera melempar pisau tersebut.
wanita berjubah hitam itu terkejut saat melihat pisau kecil melintas di hadapanya, dan sepersekian detik kemudian terlihat punggung seseorang muncul di dendapannya dengan sebilah pedang perak ditangannya.
sosok tersebut, tidak lain adalah minhao. ia berpindah tempat ke hadapan wanita itu dan meraih pedang perak ditangannya, ia segera menebaskan pedang itu ke arah leher serigala di hadapannya. seketika kepala serigala itu terpisah dari badannya.
minhao menancapkan pedang tersebut ke tanah sembari membuat segel tangan dan meletakan kedua telapak tangannya di atas tanah, sembari bergumam
"elemen kayu: akar penjerat!!"
tiba tiba muncul beberapa akar panjang dibawah kaki kelima serigala tersebut dan menjerat tubuh mereka.
minhao segera mengeluarkan lima pisau kecilnya dan melempar pisau tersebut secara bersamaan, pisau itu menancap ditubuh kelima serigala itu.
minhao kembali melakukan segel tangan dan bergumam
"elemen petir: pisau petir"
seketika muncul aliran listrik tajam di telapak tangan kanan minhao, ia segera berteleportasi ke tempat lima pisau kecilnya berada dan menusukan tangannya ke tubuh masing masing serigala tersebut.
minhao kembali ke posisi awalnya dan menarik pedang perak yang ia tancapkan ke tanah, lalu ia berjalan mendekat ke arah wanita tersebut.
__ADS_1
"apa kau baik baik saja kakak cantik ?" tanya minhao sembari menyerahkan pedang perak milik wanita tersebut.