
hari sudah mulai gelap namun dapat di bilang malam masih muda, Bai Yuwen duduk di samping ranjang minhao, ia berniat menjaganya semalaman apabila minhao sadar dan membutuhkan sesuatu ia dapat membantu nya
tapi tetap saja, tubuh Bai Yuwen juga sangat lelah, ia menahan kantuknya sampai tengah malam dan akhirnya ikut tertidur dengan posisi duduk
pagi-pagi buta Bai Yuwen terbangun dari tidurnya, ia melihat ke arah minhao yang masih terbaring di atas tempat tidur
Bai Yuwen menghela nafas, lalu ia beranjak dari tempatnya berniat mencari sang tabib di teras belakang untuk menanyakan sesuatu
saat sampai di teras belakang Bai Yuwen melihat sang tabib sedang duduk di kursi goyang seraya memejamkan mata
"apa ada yang kau perlukan gadis kecil ?" tanya sang tabib tanpa membuka matanya
"tu tuan, kapa.."
"panggil saja aku tabib xiao" potong sang tabib
"baiklah, tabib xiao bagaimana keadaan teman saya dan kapan ia akan bangun ?"
walau Bai Yuwen bertanya dengan lembut, namun tetap saja wajah datar khas nya membuat suasana sedikit canggung ia tak pandai mengendalikan ekspresi wajahnya
"dia baik baik saja, mungkin saat matahari mulai terlihat ia akan bangun" jawab tabib xiao
"anu, tabib xiao apakah di sini ada tempat untuk buang air kecil ?" tanya Bai Yuwen lagi
tabib xiao tidak menjawab ia hanya menunjuk ke arah sebuah gubuk kecil yang tidak jauh dari posisi mereka berdua
Bai Yuwen mengikuti arah yang di tunjuk tabib xiao, ia menundukan badannya sedikit lalu beranjak pergi ke gubuk kecil tersebut yang tidak lebih dua meter persegi luasnya
saat sampai di gubuk tersebut ia segera memasukinya dan melepas jubah yang ia kenakan lalu ia letakan ke gantungan di atas pintu, ia juga membawa pedang peraknya dan ia letakan di pojok ruangan tersebut
-----------
tidak lama setelah kepergian Bai Yuwen, minhao mulai membuka matanya perlahan saat kesadarannya telah terkumpul ia membuka matanya lebar dan segera mengubah posisi tidurnya menjadi duduk seraya berkata cukup nyaring
"nona !!!"
minhao sedikit panik karena terbangun di tempat yang asing baginya, ia menolehkan kepalanya ke berbagai arah berniat mencari keberadaan Bai Yuwen
__ADS_1
setelah cukup lama mencari ia hanya melihat berbagai perabotan rumah sederhana namun tidak ada Bai Yuwen di sana, minhao menurunkan kakinya ke lantai seraya meletakan jari telunjuk ke dahi dan seketika ia menghilang dari tempat tersebut
setelah berpindah ke dekat pedang milik Bai Yuwen, minhao dibuat terkejut dengan pemandangan indah didepan nya, namun pemandangan tersebut tak bertahan lama dan digantikan menjadi suasana yang sangat mencekam
"bocah sialan" geram Bai Yuwen seraya merapatkan giginya
Bai Yuwen mengambil jubah miliknya yang berada di belakang minhao lalu ia mengenakannya, tak lama setelahnya berbagai pukulan mengarah ke minhao
"ampun nona !!!!" teriak minhao sangat nyaring sampai terdengar oleh tabib xiao
"dasar anak muda jaman sekarang, sungguh agresif" gumam tabib xiao seraya tersenyum kecil
setelah puas memukuli minhao, Bai Yuwen keluar dari ruangan itu dan di ikuti minhao dari belakang dengan wajah penuh lebam bahkan gigi depanya ada yang copot
minhao mendekat ke arah tabib xiao ingin mengucapkan terimakasih kepadanya secara tulus
"terimakasih tabib, berkat kemurahan hati anda nyawa saya tertolong, suatu hari jika ada kesempatan saya akan membantu anda sebisa mungkin" kata minhao dengan kedua tangan ia satukan dan badan sedikit bungkuk
' hanya semalam lukanya telah menutup, bahkan ia terlihat seperti tak terluka '
"itu memang pekerjaanku, kau tak perlu memikirkannya, dan juga panggil saja aku tabib xiao"
"setidaknya biarkan saya memasak untuk sarapan pagi anda tabib xiao"
"hmm, baiklah aku ingin daging panggang" ucap tabib xiao seraya tersenyum hangat ke arah minhao
minhao tersenyum senang ia segera beranjak pergi berniat memasak sarapan pagi, namun belum jauh ia pergi minhao kembali ke arah tabib xiao seraya melirik Bai Yuwen
"ada apa lagi anak muda ?" tanya tabib xiao
minhao tidak menjawab, ia hanya melirik ke arah Bai Yuwen lalu mendekatkan mulutnya ke telinga tabib xiao berniat membisikan sesuatu
' tabib xiao, apa anda memiliki ramuan untuk menumbuhkan gigi dengan cepat ' bisik minhao
tabib xiao yang mendengar itu Sontak langsung tertawa terbahak, sedangkan Bai Yuwen hanya melihat dengan tatapan penuh tanya ke arah kedua pria dihadapan nya
"haha, anak muda kau sungguh menarik, tenang saja setelah sarapan aku ada beberapa hadiah untukmu" kata tabib xiao seraya tertawa
__ADS_1
minhao yang mendengar itu, sedikit antusias, ia menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan meraka untuk membuat sarapan
tak membutuhkan waktu lama minhao menyelesaikan masakannya dan menghidangkan nya ke depan tabib xiao dan Bai Yuwen
"tak ku sangka kau memiliki bakat di bidang ini" sanjung tabib xiao seraya melihat makanan di hadapanya
minhao hanya menanggapinya dengan senyuman, lalu ikut bergabung bersama mereka, mereka makan sarapan dengan penuh senyuman dan obrolan-obrolan ringan
tak membutuhkan waktu lama mereka menyelesaikan sarapannya, Bai Yuwen dan minhao segera pamit kepada tabib xiao untuk melanjutkan perjalan ke ibukota
"sekali lagi terimakasih atas kemurahan hati tabib xiao" kata minhao
"kau tak perlu sungkan, seperti janjiku tadi aku ada hadiah kecil untukmu"
tabib xiao berjalan kearah minhao, lalu ia menempelkan telunjuknya ke dahi minhao beberapa detik
tatapan minhao menjadi kosong, Bai Yuwen yang melihat itu sedikit khawatir ia menggoyangkan sedikit bahu kiri minhao
"Hao, ada apa denganmu ?" tanya Bai Yuwen
mendengar namanya di panggil minhao segera tersadar dari lamunannya, ia lalu menoleh ke arah Bai Yuwen
"aku tidak apa-apa nona"
"baiklah kalau begitu, kami pamit dulu tabib xiao" kata minhao seraya menempelkan kedua tangannya dan badan sedikit bungkuk
minhao dan Bai Yuwen beranjak pergi meninggalkan gubuk kediaman tabib xiao, belum jauh minhao melangkahkan kakinya ia menoleh lagi ke arah gubuk sang tabib
namun ia tak menemukan apa-apa di sana hanya terlihat pepohonan dan rerumputan liar, lalu minhao menatap benda di telapak tangannya dan menggenggam nya erat
' benar, aku harus menjadi kuat agar dapat melindungi orang orang yang berarti bagiku' batin minhao seraya melirik ke arah Bai Yuwen
"ada apa ?" tanya Bai Yuwen
"tidak ada, sebaiknya kita melanjutkan perjalan ke ibukota, kita juga harus lewat jalur memutar saat melewati desa sukawangi sebagai jaga-jaga"
Bai Yuwen membalasnya dengan angguk kan kepala ringan, setuju atas saran dari minhao
__ADS_1