
Bara memasuki kamar hotel saat tengah malam, mengobrol bersama dengan sanak keluarga Nisha membuat Bara begitu bahagia.Dia tidak pernah memiliki keluarga yang begitu harmonis seperti Keluarga Nisha . sebagian keluarga Bara memang tinggal di luar negeri.
Bara berjalan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah beberapa menit,Bara keluar dengan memakai piyamanya,dia kemudian menuju ranjang pengantin yang saat ini terdapat Nisha yang sedang tidur.Bara melihat Nisha begitu pulas,Dia kemudian naik ke atas ranjang dan menarik selimutnya.Sempat menoleh sekilas ke arah Nisha ,tapi kemudian Bara memunggungi Nisha dan melihat kearah Lampu tidur yang diatas Nakas.
bara..ini awal mula kehidupan mu sesungguhnya, batin Bara
...----------------...
Saat ini Nisha dan Bara memasuki apartemen Bara,Nisha mengikuti arah bara berjalan saat Bara menarik kopernya.Tidak banyak yang dibawa oleh Nisha Yang pasti Nisha membawa beberapa pakaian saja.
saat sampai di kamar, Bara meletakkan koper Nisha.Dia kemudian menghadap kearah istrinya itu.
"saat ini kamu lah istri ku... seluruh urusan rumah tangga aku serahkan kepada mu...dan ini..." ucap Bara memberikan 2 kartu.Yang satu adalah kartu kredit unlimited,dan yang satunya adalah kartu ATM atas nama dirinya.
"kartu kredit ini untuk keperluan belanja rumah tangga,dan yang satunya untuk nafkah mu..." ucap Bara,Dia kemudian berjalan pergi tapi Nisha memanggilnya
"Tunggu!!" cegah Nisha
Bara menoleh dan menghadap kearah Nisha, "ada apa??" tanya Bara datar
Nisha berjalan menghampiri Bara, "Dimana kedua orang tua mu?? mengapa dan bagaimana bisa mereka tidak tahu jika kamu sedang menikahiku..?"
"Mereka sedang berada di Singapura... kakakku sella juga sedang berada di sana..." jawab Bara dengan datar
"kapan mereka kembali??" cecar Nisha
"besok.. makanya aku menginginkan pernikahan ini secepatnya sebelum mereka kembali"
"jika mereka tahu kalau dirimu sudah menikah dengan ku...apa yang akan kamu lakukan" tanya Nisha
__ADS_1
"selagi mereka tidak mengusik mu...aku akan diam..."
"jika mereka menentang nya dan kamu di bawah pilihan mereka antara aku atau mereka... apa yang akan kamu lakukan??"
"jangan terlalu meneraw hap terlalu jauh .ikuti alur dan juga bersikap dengan baik sebagai istri ku .." pungkas Bara kemudian pergi meninggalkan Nisha
Nisha menghela nafasnya berat, rasa sesak di dadanya mengingat semua permasalahan yang akan terjadi membuat dirinya menjadi lemah.
...----------------...
saat malam hari Nisha sudah menyiapkan makan malam untuk Bara.Setelah seharian ia membereskan barang-barangnya dan juga mengisi kebutuhan rumah tangga nya,kini Nisha yang pertama kali memasak untuk seseorang merasa percaya diri.Melihat menu yang tersaji seperti ayam goreng bakwan jagun dan juga sayur asam tak lupa sambal terasi sudah tersaji di meja.Nisha tersenyum puas melihat masakannya.
Bara pulang dari bekerja,Nisha menoleh dan melihat keadaan pintu.Bara kemudian melihat Nisha yang tampil seperti wanita rumahan yang hanya mengenakan daster pendek dan juga celemek dengan tak lupa bandana dan juga rambutnya yang ia gulung .Mungkin sebagian laki-laki jika melihat keadaan Nisha akan tampak membosankan,tapi tidak untuk Bara,Nisha begitu menggoda nya dengan memakai pakaian seperti itu.
"kamu sudah pulang...aku sudah memasak untuk makan malam..." ucap Nisha
Bara terlihat gugup,ini kali pertama merasakan sebagai suami yang dilayani istrinya.Bara benar-benar dibuat salah tingkah.
Nisha melihat kearah Bara yang begitu dingin kepada nya,tidak habis pikir.Tidak seperti Bara saat setahun yang lalu, setelah berpisah setahun,Bara begitu berubah kepada nya.
Nisha sedang berganti pakaiannya dengan mamakai piyama tidur nya dengan lengan pendek daj celana panjang.Rambutnya tampak basah karena ia habis mencuci rambutnya.ia kemudian menuju meja makan dan melihat Bara yang menunggu nya.
"ayo makan...aku sudah selesai mandi..." ucap Nisha
Nisha membuka tudung saji,Bara kemudian melihat kearah menu yang sudah berada di atas meja makannya,menu yang menurut nya sederhana sekali.dilihat dari look-nya begitu meyakinkan.Bara melihat kearah Nisha lagi1
"aku baru pertama kali memasak ini..maaf jika nanti kamu tidak menyukai nya..aku belum pernah terjun ke dapur.tapi saat aku mencoba mencicipi nya.. rasanya agak mirip dengan masakan ibuku meskipun memiliki rate yang rendah" jelas Nisha
"aku akan memakannya... apapun itu rasanya..." ucap Bara
__ADS_1
Nisha tersenyum, ia kemudian mengambil kan nasi untuk bara dan juga lauk pauk nya seperti satur asem , bakwan jagung dan juga ayam
Bara memakan nya dan tampak berpikir,dia kemudian melihat kearah Nisha yang memandang nya penuh cemas
"bagaimana??" tanya Nisha
"sedikit asin..." ucap Bara jujur
"kalau bakwannya??"
Bara kemudian mencoba bakwan jagung dan memakan nya, dia kemudian menoleh kearah Nisha.
"hambar" jawab Singkat Bara
Nisha tampak malu dan tidak enak hati, "jangan dimakan ya...aku akan memasakkan telur saja...atau kita pesan makanan diluar"
"ini akan aku makan. apapun itu aku menghargai usaha mu...sayur asam yang sedikit asin juga ini yang hambar menurutku perpaduan yang serasi..."
"tapi cobalah sambal terasi nya ...ini benar-benar enak.."
"tidak.. tidak...aku tidak menyukai sambal... aku akan makan ini saja" ucap Bara
Nisha mengangguk,ia kemudian mengambil makanan juga dan memakannya.
pasangan suami istri itu terlihat menikmati makanan mereka dalam diam.Bara terlihat menikmati dengan makanan rumahan itu meski rasanya agak mengganggu lidah nya sedangkan Nisha tampak terdiam mengoreksi setiap suapan yang masuk kedalam mulutnya,ia akan mencoba memperbaiki nya dilain waktu.
.
.
__ADS_1
ðŸ¤ðŸ¤ bingung mau komen apa ... kalau kalian bagaimana???
Instagram eunhyeayu90