
Seminggu berselang,Nisha dalam keadaan drop.Ia hanya menghabiskan diri di apartemen.Mengajukan cuti karena sakit adalah hal yang tepat.sebab kondisi psikologis Nisha sangat lah tidak baik.Seperti saat ini,ia berbaring di sofa.Dengan memakai baju tidurnya.matanya sembab wajahnya begitu pucat.Nisha seperti kehilangan sayapnya.
Bunyi bel pintu telah membuat dirinya sadar,Nisha berjalan gontai menuju kearah pintu masuk apartemennya.Ia kemudian membuka dan mendapati dokter Fitri dan dokter Adel.Ya mereka berdua lah yang mengajukan cuti Untuk Nisha
"Nish..." ucap Dr Adel dengan lirih
Dr Fitri kemudian memeluk Nisha, disusul dengan Dr Adel.Disitulah Nisha kemudian menangis sejadi-jadinya.Kedatangan dua sahabat nya itu membuat Nisha begitu amat haru, Mereka lebih berpengalaman dengan rumah tangga.setidaknya Ia bisa berbagi cerita dengan mereka untuk menguatkan hatinya.
----------------
Di ruang Tamu,Nisha tampak sangat rapuh.Dr Adel memeriksa keadaan Nisha dengan menggunakan beberapa alat yang ia bawa.
"Bagaimana keadaan nya??" tanya Dr Fitri
"tekanan darah turun,dia mengalami muntah-muntah sepanjang hari.Sepertinya kamu harus mengambil tindakan, untuk mengecek urine Untuk meyakinkan.." ucap Dokter Adel dengan melirik kearah Nisha dengan ragu.
Nisha melihat kearah Dr Adel dengan tatapan kosong, hatinya belum sembuh.Apakah ia harus mendapatkan kejutan lagi saat ini.
Setelah beberapa menit, mereka bertiga mendapatkan kejutan dari hasil tespeck Nisha.Dr Adel berdiam diri sedangkan Dr Fitri hanya bisa menenangkan dan memberi dukungan untuk Nisha.
"ini tidak buruk.. kamu memiliki keberuntungan dengan memilikinya saat ini,Kau tahu banyak sekali seorang wanita yang menginginkan seorang bayi dalam hidupnya.. Nantinya anak ini akan membuatmu bersemangat untuk hidup..Nisha kamu harus bisa kuat agar dia tumbuh dengan baik..."
__ADS_1
Nisha meneteskan air matanya berulang kali, tidak mudah untuk dirinya menerima kondisi ini dalam keadaannya seperti ini.Bahkan untuk berkata jujur kepada orang tuanya saja ia belum sanggup.
"terima kasih Dr Fitri dan Dr Adel.." ucapnya dengan lirih
Mereka bertiga saling berpelukan, menguatkan teman rasa saudara.sosok Nisha begitu mereka kasihi.
...----------------...
Dua bulan berselang, Perceraian antara Nisha dan Bara sudah resmi saat sebulan yang lalu .Nisha kembali dengan kehidupannya.Mencoba tegar untuk anak yang sedang ia kandung.Masih tinggal di apartemen Bara,bukan berarti dia tidak mampu menyewa tempat tinggal.Untuk saat ini ia harus tetap tinggal, karena lingkungan tempat tinggal di sini sangat baik dan cocok untuk perkembangan janinnya.Sampai saat ini Nisha masih berpura-pura masih menjadi istri Bara di depan keluarganya.Ia tidak ingin membuat orang tua nya menjadi khawatir dengan kehidupannya.Cukup dirinya sajq yang merasakan sakit Hati.Seperti saat ini,Nisha dijenguk oleh ayah ibunya di apartemen.
"Ndukk..ibuk sudah tiga bulan tidak bertemu dengan Nak Bara...sampe kangen bagaimana keadaannya sekarang.." ucap Bu Tiwi
"biarin toh buk... Namanya rumah tangga ya begitulah,ada konsekuensinya jika Nisha menjadi istri seorang pebisnis.. yang terpenting Mereka rukun dan bahagia.. apalagi Nisha sedang hamil...kota doakan saja yang terbaik.." balas Pak Arman
"iya pak..Nisha hamil 3 bulan... Bentar lagi ibuk gendong cucu...aduuh. jadi gak sabar 6 bulan lagi pak..." ucap bu Tiwi bahagia.
Nisha tersenyum canggung, tidak mudah baginya hidup seorang diri di apartemen yang mewah ini.Sebuah apartemen Bara yang diberikan oleh Bara untuk nya sebagai kompensasi.Nisha akan mencoba bertahan hingga dirinya berhasil memiliki rumah sendiri.Ia tidak mau terus menerus tinggal di sini.Ini adalah milik anak calon bayinya yang dalam kandungannya,Bukan miliknya.
Saat di dapur,Bu Tiwi membantu menaruh makanan di dalam kulkas.Banyak sekali yang dibuat oleh bu Tiwi.beliau tahu jika Nisha tidak pandai memasak.Makanya ia membuat beberapa menu untuk Nisha yang tinggal seorang Diri karena suami nya bekerja di luar negeri.
"ibu memasukkan makanan didalam kulkas..nanti jika kamu ingin makan bisa tinggal goreng atau memasukkan ke dalam microwave.." ucap Bu tiwi yang masih menata beberapa makanan lagi kedalam kulkas
__ADS_1
Nisha melihat ibunya yang dengan antusias melakukan pekerjaan itu, Nisha melihat segala jenis masakan buatan ibunya.Banyak nya makanan yang sudah diolah,dan juga Frozen food buatan ibunya seperti nugget ayam, nugget sapi,baso,tahu baso,udang gimbal,siomay,pizza dan burger buatan ibunya.Ibu Nisha juga membuat marinasi ayam,ikan dan juga beberapa ikan laut untuk Nisha biar di goreng.Beberapa makanan jadi seperti rendang dan tempe kering tak luput dari list yang dibuat.
"terimakasih ya buk...ibuk sudah repot-repot memasak segini banyak..." ucap Nisha dengan haru.
Ibu Tiwi melihat kearah Nisha, "perjalanan ke sini memakan waktu 1 jam...kamu tahu jalan ke tempat sini begitu macet karena di pusat kota..jadi ibuk tidak bisa sering sering main kesini, bapak mu juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, kalau tidak Minggu bapakmu tidak ada libur.. apalagi kamu tinggal sendiri,dan sedang hamil pula .Ibu khawatir jika kamu kelelahan dan lupa makan..." ucap Khawatir
"ibuk bikin Nisha haru.." ucap lirih Nisha
"kalau gini kamu gk bisa nangis kan ... semenjak menikah dengan nak Bara kamu makin ..Nak Bara memang meratukanmu nak. kamu harus bersyukur ya...oia,kok foto-foto pernikahan mu tidak kamu tempel di dinding Nish..??" tanya Bu Tiwi
Nisha terdiam melihat kearah ibunya.kalimat yang ditunjukkan begitu menohok hatinya.
.
.
.
hallo gengs.. kemarin malam gak bisa Up karena lihat sepak bola 😅ðŸ¤
Instagram eunhyeayu90
__ADS_1