
Di kediaman rumah Bara, sedang ada perkumpulan keluarga.suami Sella yang menjadi petinggi kepolisian Singapura kini berada di rumah saat ini.Keadan rumah begitu ramai hingga membuat mereka tampak bahagia.
Bara yang baru pulang bekerja pun melihat kebahagiaan di rumahnya.Apalagi keponakanya Kenzo yang berusia setahun lebih semakin aktif dan berceloteh.
"baru pulang...??" tanya Rendy suami sella
"halooo... kapan nyampe??" tanya Bara yang memeluk kakak iparnya
Rendy menyambutnya dengan senang, "tadi siang ...mana anakmu..bawa ke sini ..." ujar Rendy dengan melepaskan pelukannya
Sella yang mendengar itu kemudian menarik pakaian suaminya,agar tidak membahas anak Bara.
"kenapa... tidak masalah kan .." ujar Rendy
Bara tersenyum, "tau ahh...kak Rendy hanya menanyakan Shafa kenapa kak sella yang salah tingkah" ucap Bara yang mencoba untuk mencairkan suasana
"besok..aku akan membawanya kemari..." ucap Bara
"oke..." ujar Rendy
Pak Alex kemudian berjalan menghampiri Bara, "ayah mendengar jika kau mengajukan hak asuh anak ke kejaksaan "
"benar..." ucap Bara dengan santai
"kamu berubah pikiran?? setelah 2 Minggu lalu ingin menikahi wanita itu kembali??" tanya pak Alex
"Bara...apa yang sebenarnya terjadi??" tanya Bu Hana
"kalian tidak usah mengkhawatirkan itu...ini urusan ku dengan Nisha...jadi tidak ada hubungan nya dengan kalian..." ucap Bara dengan santai
Bara kemudian meninggalkan mereka semuanya dan menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas.
...----------------...
Nisha berada di apartemennya dengan Shafa, karena besok adalah weekend dan ia libur, maka ia mengambil Shafa dari rumah orang tuanya.Setelah memberikan ASI,Shafa yang sudah tertidur pulas telah dipindahkan ke box bayi.
Nisha kemudian melakukan aktivitasnya seperti ibu rumah tangga lainnya seperti mengepel lantai,mengelap debu dan juga mencuci pakaian.Meski sudah di pukul 10 malam,Nisha masih bersemangat untuk membersihkan apartemennya itu.Saat sudah selesai,Nisha bersantai sejenak di balkon apartemennya dengan meminum secangkir latte untuk menenangkan pikirannya, Notifikasi masuk kedalam ponselnya dan Nisha kemudian membukanya,
__ADS_1
_besok aku akan membawa Shafa,jadi pastikan shafa berada di apartemen_
Nisha tak membalas pesan itu,ia kemudian menaruh Ponselnya kembali.Bara yang mengabaikan pesannya berkali-kali,kini dia mengirimkan pesan tapi hanya untuk mengambil Shafa.Entah bagaimana nanti jika ia benar-benar akan kehilangan Shafa jika Bara mengambilnya.
...----------------...
Keesokan harinya,Nisha sudah menyiapkan beberapa keperluan shafa, karena Bara akan membawanya pergi hari ini.Sedikit sedih, karena harus kehilangan Shafa hari itu.padahal ia juga baru bisa memiliki quality time dengan putrinya itu sejak 5 hari bekerja dalam seminggunya.
Jam menunjukkan pukul 10 pagi, bunyi bell pintu apartemennya berbunyi.Nisha kemudian berjalan menuju pintu dan membukanya.Ia melihat seorang suster dengan pakaian pink tersenyum ramah,
"Bu Nisha...saya arum suster penjaga untuk baby Shafa..saya ingin mengambil baby Shafa karena tuan Bara sedang menunggu di lobby"
Bukan Bara yang mengambil shafa, melainkan orang lain.Apakah Bara sudah tidak ingin menginjakkan kakinya di apartemen ini. Batin Nisha
"tidak apa-apa...saya akan menggendong Shafa, hingga ke lobby anda bisa membawa tas Shafa saja.."
"Baik Bu Nisha..." balas senyum Arum
Nisha kemudian menggendong Shafa dan berjalan menuju lobby disusul dengan suster arum dibelakang nya .
Saat sedang di Lobby Bara melihat Nisha menggendong anaknya berjalan menghampiri nya, sedangkan suster arum berada di belakangnya.penampilan Nisha begitu santai, dengan celana jeans pendek setengah paha dan kaos oversize berwarna putih, rambutnya juga terlihat digelung asal dan memperlihatkan leher jenjangnya.entah mengapa Nisha terlihat bukan seperti seorang ibu-ibu melainkan seorang gadis yang sedang menggendong adiknya.
Nisha hanya bisa mengikutinya di belakang Bara.setelah Itu Bara menoleh kearah Nisha dan meraih Shafa dari gendongan Nisha,dan Nisha memberikannya
"Nanti pulang jam berapa??" tanya Nisha
"hari ini ulang tahun kakak ku.. seluruh keluarga ku sedang berkumpul di hotel Aston saat ini..aku tidak tahu akan pulang jam berapa" ucap Bara
"aku memberikan stok ASI hingga nanti pukul 8 malam...aku takut nanti..."
"kalau kamu khawatir.. ikutlah dengan ku.."
"ha??"
"kau bisa ikut dengan ku.. waktuku tidak banyak untuk menunggu jawaban mu...aku tidak bisa memprediksi kan nanti aku akan pulang jam berapa..."
Nisha melihat keadaan bajunya dan melihat lagi kearah Bara.
__ADS_1
"baiklah kalau kau tidak mau .." ucap Bara kemudian Bara masuk kedalam mobilnya.
Sedangkan suster dan sopir sudah stay di kemudi depan.Nisha kemudian mencegah Bara menutup pintu mobilnya,
"baiklah...aku akan ikut .." ucap Nisha
Nisha masuk kedalam mobil Alphard itu.dan pintu tertutup dengan otomatis.Kendaraan mobil mewah itu melaju meninggalkan apartemen.
Di dalam perjalanan, Nisha melihat kearah Bara yang sedang berbicara dengan shafa, bayinya pun ikut tertawa menanggapi ayahnya.seperti ikatan batin, mereka tampak begitu akrab.Nisha melihat style Bara yang sangat berbeda,ia memakai celana bahan slim berwarna moccha dan hem berwarna putih dengan sepatu kets berwarna putih.
Nisha kemudian melirik ke pakaian yang ia pakai, celana pendek robek-robek dan kaos oversize.Sandal bermerek Hermes dengan rambut digulung asal, mungkin ketika ia nanti akan turun dari mobil akan terlihat seperti anak abege rebahan.Nisha tampak tak percaya diri melihat keadaannya.Shafa tiba-tiba menangis,Nisha kemudian berbicara kepada Bara
"mungkin Shafa sedang haus...emm..dot Shafa ditaruh mana ya..."
Suster arum yang dengar kemudian menjawab,
"maaf ...bu Nisha..saya taruh belakang dengan tasnya.."
Nisha kemudian terdiam dan bingung,Bara kemudian memberikan shafa kepada Nisha.
"kau bisa langsung memberikannya..." ucap Bara
Nisha tampak ragu dengan memandang kearah Bara,ia tidak memakai pakaian Laktasi, apakah ia harus memberikannya saat ini.
Bara menutup korden yang memisahkan antara sopir dan juga suster Arum yang berada di kemudi depan ,sontak Nisha begitu kaget,
"tidak ada yang melihatnya.." ucap Bara
Sedangkan Nisha tampak shock karena interaksi nya dengan Bara sat ini, memang benar sopir dan juga suster tidak melihat nya, lalu masih ada Bara yang akan melihatnya
Shafa sudah sangat rewel dan menimbulkan tangisan membuat konsentrasi Nisha memecah,
"apa susahnya kau memberikan nya langsung..dia sedang menangis..." ucap Bara yang terlihat kesal karena Nisha hanya terdiam
.
.
__ADS_1
Hay ...hay.... selamat siang g3ngs....masih On kaaann..mana nihh Like dan vote nya..🤗🤗
Instagram eunhyeayu90