Hello,Bad Boy !

Hello,Bad Boy !
episode 48


__ADS_3

Nisha mengejan sesuai instruksi dokter, tak lupa Bara berada di sampingnya.Dan saat beberapa kali mengejan akhirnya bayi cantik itu keluar dari rahim Nisha Tangisan suara bayi itu mengisi seluruh ruangan.Bara melihat bayi perempuan miliknya itu sangat tersentuh, sehingga membuat matanya berkaca-kaca.


setelah proses persalinan,Nisha sudah dipindahkan di ruang VVIP sesuai instruksi Bara.ruangan yang begitu luas dan nyaman memang cocok untuk kondisi pasca persalinan.Bayi perempuan itu berada di box bayi di dekat tempat tidur Nisha.


Pak Arman dan Bu Tiwi tak henti-hentinya tersenyum bahagia melihat bayi perempuan yang belum memiliki nama itu,Nisha melihat kedua orangtuanya yang bahagia merasa kan kebahagiaan mereka.


"kenapa kalian melihatinya terus...aku ini juga perlu diperhatikan.." ujar Nisha


"halah..nduukk...kamu sudah besar lihatlah cucu ibuk ini... Mashaalloh.. cantiknya.." ucap kagum bu Tiwi


"cantik ya buk.. perasaan waktu Nisha bayi tidak secantik ini...apa bayi ini mirip dengan ayahnya...??" tanya pak Arman


"jelas lah pak .. lihatlah pak . semua wajah nya tidak mirip dengan Nisha..alis hidung mulut . lihatlah persis dengan nak Bara ...hanya matanya yang mirip dengan Nisha"


"apa wajahku seburuk itu...bayi itu juga mirip dengan ku... hidungnya kalau besar pasti mirip dengan ku.." ujar Nisha


"huuushhh.. jangan ngeyel..." ucap Bu Tiwi


"oia Nish...Nak Bara tadi membawa tali pusar bayi ini... katanya mau di tanam di rumah orang tuanya...apa mereka tidak tahu Nish jika kamu melahirkan??" tanya pak Arman


Nisha langsung terdiam dengan ucapan ayahnya, apakah mungkin saat ini ia harus mengatakan sesungguhnya tentang masalah rumah tangganya.


...----------------...


Bara telah mengubur tali pusar milik bayi perempuannya di halaman rumah orangtuanya,meski sudah larut tapi cahaya penerang taman begitu terang hingga tidak menyulitkan untuk proses penguburan, kegiatan itu telah disaksikan oleh tukang kebun di rumah itu


"pak San minta tolong besok belikan bunga mawar dan taruh di atasnya" ucap Bara


"baik Tuan.."


Bara kemudian masuk kedalam rumah,Dia berjalan menuju tangga tapi telah dihentikan oleh pak Alex yang memang sengaja menunggunya


"Bara !!" panggil pak Alex


Bara berhenti dan menoleh ke arah ayahnya, "ada apa?? ayah belum tidur?"


"apa yang kamu lakukan di taman??" tanya pak Alex


Bara melihat lurus kearah ayahnya, mungkin sudah saatnya dia mengatakan sejujurnya kepada ayahnya.


"aku mungkin telah mengecewakan ayah...tapi aku akan mengatakan ini kepada ayah.."

__ADS_1


"kamu ingin berkata jujur dengan pernikahan singkat mu dengan wanita itu??" ucap pak Alex sarkastik


"Jadi ayah mengetahuinya."


"beberapa hari yang lalu ... ibumu berbicara kepada ayah...lalu kau akan kembali kepada wanita itu karena wanita itu memiliki anak dengan mu ...!! "


"apa semudah itu perkataan ayah tentang masalah yang aku hadapi...apa ayah tidak pernah memikirkan perasaan Nisha yang telah aku ceraikan saat dirinya sedang mengandung anakku dan memilih menurut dengan perkataan ibu ..aku bahkan tidak berani mengatakan itu kepada Nisha ...aku begitu malu untuk memulainya kembali..." ujar Bara


"maka jangan lakukan itu.." ucap Pak Alex


Bara melihat kearah ayahnya, wajah ayahnya begitu datar.Dan juga begitu serius.


"Apa ayah sangat membencinya...apa yang membuat ayah tidak menyukai Nisha" tanya Bara


"Karena dia melewati batas !!!" jawab pak Alex


"melewati Batas??"


"perbedaan dirimu dan wanita itu begitu jauh... keluarganya tidak sepadan dengan keluarga kita . kedua orangtuanya tidak memiliki sopan santun karena menerima mu tanpa meminta persetujuan dariku . setidaknya meskipun mereka rendah tapi milikilah sopan santun !!! mereka menabur garam di wajah ku dan tersenyum bahagia karena memiliki mu ...Aku tidak menyukai orang-orang yang menempel seperti parasit !!"


Bara menghela nafasnya kasar, "mereka menanyakan keberadaan ayah dan ibu..tapi aku sengaja membohongi mereka dan bilang kalian tinggal di luar negeri.. mereka dari keluarga sederhana dengan memiliki kehidupan sosial masyarakat yang tinggi ...jadi semua yang dikatakan ayah salah !!!"


beliau kemudian pergi meninggalkan Bara yang tampak begitu kesal akibat perkataannya.


...----------------...


Saat dirumah sakit,Nisha menangis tersedu-sedu.Dia sudah mengatakan semuanya kepada kedua orang tuanya.Bu Tiwi terlihat shock sedang kan Pak Arman tampak sekali menahan amarahnya.Bara yang dikenal baik ternyata mampu menorehkan luka kepada putri semata wayangnya.


"maafkan Nisha,pak..buk... sekali lagi maafkan Nisha...hiks...hiks...hiks"


Bu Tiwi meraih putrinya dan membawa kepelukannya.Bu Tiwi yang begitu kecewa dengan pernikahan anaknya dengan Bara hanya bisa menangis


"sudah.. sudah jangan menangis nduuk..."ucap Bu Tiwi yang ikutan menangis.


keadaan semakin malam begitu sunyi,Nisha sudah tertidur pulas akibat kelelahan pasca persalinan dan juga beban kehidupan nya.Sedangkan pak Arman dan Bu tiwi tampak merenung di balkon kamar VVIP itu dengan melihat keadaan tengah kota.


"pak... Ternyata di setiap kebahagiaan tidak selamanya berjalan mulus ya pak ..." ucap Bu Tiwi dengan pandangan kosong


"Nisha banyak sekali melewati ujian hidupnya sendirian.. bapak begitu bersalah kepada putri kita ..bapak merasa gagal melindunginya... seharusnya Bapak yang melindunginya bukan malah sebaliknya" ucap Pak Arman


Bu Tiwi menoleh kearah suaminya, "ibuk tidak bisa membayangkan saat Nisha hidup sendiri di apartemen mewah itu seorang diri... melewati kehamilannya yang begitu berat juga pekerjaannya..ibuk merasa sangat kejam pak ...hiks ..hiks ..hiks .." ucap Tangis bu Tiwi

__ADS_1


"untuk kedepannya..kita harus memprioritaskan Nisha buk... kita harus membantu merawat bayinya... bapak begitu kecewa dengan Bara... Bapak menyesal telah menyerahkan Nisha kepada laki-laki tidak bertanggung jawab sepertinya..."


Bu Tiwi mengangguk, Beliau kemudian menagis kembali.meratapi nasib Nisha yang menjadi orang tua tunggal untuk cucunya.


...----------------...


keesokan paginya,Bara datang ke rumah sakit sebelum dia berangkat ke kantor.Saat masuk kedalam ruangan suasana begitu hening, hanya ada suara Nisha yang telah berbicara kepada bayi perempuannya.Bara yang membawa paper berisikan beberapa pakaian bayi dan juga makanan telah menaruhnya di atas kabinet,Nisha yang kaget kemudian menoleh kearah sumber suara.Ia melihat Bara dengan memakai pakaian kerjanya sedang menaruh 2 paper bag besar.


Bara berjalan menghampiri Nisha,Nisha reflek menutup dadanya,agar tidak terlihat oleh Bara.karena keadaan mereka saat ini bukanlah pasangan suami istri lagi, Nisha tidak mau Bara melihat dirinya memberikan ASI kepada putrinya.


Bara yang menyadari itu hanya bisa terdiam,mungkin kecanggungan ini akibat dirinya yang saat ini hanya menjadi mantan suaminya.


"apa dia tidak rewel semalam??" tanya Bara


"tidak...dia tertidur pulas .." ucap Singkat Nisha


"aku mampir membeli kan baju untuk bayi perempuan kita..."


"kau tidak usah repot-repot membeli kannya . karena aku sudah membeli keperluan bayi ini hingga 5 tahun kedepan... sesuai dengan ucapan ku kemarin...aku tidak akan menuntut mu untuk bertanggung jawab atas bayi ini....aku bisa menghidupinya dengan kemampuan ku"


Wajah Bara begitu mengeras,Dia berusaha untuk berbaikan dengan keadaan.Menjadi orang tua yang baik untuk bayi perempuannya ,tapi bagaimana bisa Nisha dengan egois menolak bantuan darinya.


"kau bisa menolak,tapi aku tidak akan berhenti untuk tanggung jawab atas anak ini...aku adalah ayahnya..dan kamu tidak bisa menghapus ku dari anak ini"


"kau boleh melihatnya nya..tapi aku tidak akan membiarkan mu membawanya...kita memiliki batas,dan aku tidak akan melunak dengan apapun yang kau katakan...aku juga tidak takut jika kau menuntutku di pengadilan...kau menceraikan ku disaat aku tidak tahu saat diriku sedang hamil...aku mengalami banyak masalah saat kehamilan ku..aku mengalami nya seorang diri...dan saat bayi ini lahir kau datang dan ingin dianggap menjadi ayah yang baik untuk nya?? seharusnya kau bisa belajar terlebih dahulu dengan semua perkataan yang kamu ucapkan!!"


Pak Arman datang dan melihat percekcokan antara Bara dengan putrinya, Beliau kemudian berjalan mendekat kearah kedua pasangan mantan suami dan istri itu,


"Nak Bara !!!"


Bara kemudian menoleh kearah sumber suara dan melihat pak Arman yang memanggilnya,


"Tinggalkan putri ku sekarang juga...putriku tidak nyaman bertemu dengan mu saat ini..jadi tolong keluar lah !!!" ucap Pak Arman dengan tegas


.


.


eng..ing...eng...nah nah nah... bagaimana ini gengs....seruu kaan... 🤭🤭🤭gemesh nggak sih sama ceritanya 😁


Instagram eunhyeayu90

__ADS_1


__ADS_2