
Tiga Hari berselang Nisha kembali ke apartemennya,saat di malam hari.Sedangkan bayi Nisha berada di rumah orang tuanya.Karena ia baru pulang dari dinas saat pukul 8 malam.Dan tidak mungkin jika harus pulang kerumah orang tuanya,Itu sangat melelahkan untuk Nisha.Sebelum pulang ke Apartemen,Nisha sudah memberi tahukan kepada ayah dan ibunya agar tidak khawatir.
Nisha menekan password apartemen nya yang sudah hampir 2 Minggu tidak ia tinggali itu.Setelah masuk,Nisha kembali menutupnya dan menguncinya.
Nisha berjalan dengan gontai menuju ke meja makan.Sangat melelahkan,entah mengapa dia begitu lelah tidak biasanya.Ia kemudian menuju lemari Es dan mengambil botol air mineral dan meneguknya.Saat sudah selesai Nisha beranjak menuju kamarnya dan membersihkan diri.
setelah membersihkan diri dan juga membersihkan apartemennya ,Nisha yang sudah berganti piyama tak sengaja melihat box bayi milik Shafa,rindu yang teramat padahal hanya sehari ia tidak bertemu dengan anaknya.Ia kemudian melihat jam di atas Nakas dan melihat pukul 11 malam . Tidak mungkin ia membangun kan orang tuanya hanya untuk melihat kondisi anaknya.
Saat hendak mematikan lampu, ia mendengar suara pintu apartemen terbuka.Sontak jantung Nisha berdenyut kencang,Ia sudah mengganti password nya lalu bagaimana bisa seseorang masuk kedalam apartemennya.
Nisha berjalan menuju depan hingga ke ruang tamu dan melihat sosok Bara yang berdiri di depannya dengan pandangan kosong,
"Kau kembali ke apartemen??dari mana dirimu?? dimana kau membawa Shafa!!" ucap Bara dengan pandangan tajam.
"kau memasuki apartemen ini tanpa seizin ku,kau bisa kulaporkan kepada pihak keamanan karena kau masuk seperti penyusup...!!" ujar Nisha
"kau membawa anakku tanpa memberi tahu diriku..lalu apa bedanya dengan dirimu??kau memutus komunikasi dan memblokir nomor ku, menurut mu tindakan mu sudah benar!!!" bentak Bara
Nisha hampir terlonjak dengan suara keras dari Bara,Ia seakan melihat Bara yang begitu berbeda
"Aku di rumah kedua orang tuaku... aku menitipkan Shafa di sana karena aku harus bekerja...aku belum menemukan baby sitter untuk mengurus Shafa di sini..."
"kau mempercayakan Shafa di rumah orang tua mu lalu kenapa kamu begitu perhitungan saat Shafa menginap dirumahKu!!!" bentak Bara kembali
"itu karena orang tuamu tidak menyukai Ku!!!" ucap Nisha dengan datar
"lalu karena itu kau tidak mempercayakan mereka untuk merawat Shafa??apa kamu pikir mereka akan membahayakan shafa saat mereka tidak menyukai mu...!! kau banyak berpikir kolot... baiklah,aku terlalu banyak bersabar kepada mu,aku akan mengajukan gugatan kepada pengadilan untuk merebut hak asuh Shafa...kau sudah mendengar sendiri jika aku memiliki kewarganegaraan Asing.. Shafa pun demikian...dan aku akan merebut nya darimu!!" ucap Bara dengan dingin
Dia kemudian berbalik dan berjalan menuju pintu,Nisha yang ketakutan akan terjadi kini terlihat linglung.Sudah pasti ia akan kalah dalam persidangan, mengingat kekuatan keluarga Alexander begitu kuat.
Nisha mengejar Bara dan menarik tangannya, "kau tidak bisa lakukan itu ...shafa anakku..aku yang mengandung nya .." ucap Nisha dengan air mata yang jatuh di pipinya
__ADS_1
"Menurut mu aku siapa?? aku sudah memberikan kebebasan kepada mu untuk merawat nya..tapi apa...kau menjauh kannya dariku...dan memutuskan komunikasi dengan ku,kau memberikan kepercayaan kepada orang tua mu untuk mengasuh Shafa tapi tidak dengan kedua orang tua ku..kau tidak merawat nya sendiri dengan baik ,dan memikirkan pekerjaan mu itu...aku terlalu berbaik hati dengan segala sikap mu selama ini.."
"aku harus bekerja untuk membiayai hidup ku dan Shafa.. menurut mu aku harus mengasuh shafa dan mengharapkan uang turun dari langit begitu saja!!!"
"berhentilah dari pekerjaan mu..dan rawatlah Shafa dengan baik...aku akan menghidupi mu!! "
"kau tidak bisa melarang ku seperti itu...kau bukan siapa-siapa ku!!!!"
"baiklah...aku akan menggugatmu di pengadilan!!" ucap Bara kemudian menghempaskan tangan Nisha dari lengannya.
Bara keluar dari apartemen Nisha dengan tatapan yang tajam, wajahnya tampak lelah.Saat berada di kantor,ia mendapatkan informasi dari pihak pengelola apartemen jika Nisha pulang ke huniannya tanpa membawa seorang Bayi, membuat Bara yang melembur di kantor tampak emosi.
Di apartemen Nisha terduduk menangis tersedu-sedu,ini kali pertama ia bertengkar dengan Bara seperti ini.Ia pasti kalah di persidangan,Bara bukan orang sembarangan.Dan mereka pasti akan mendapatkan hak asuh anaknya.
"Shafa...huuuuuu....aku harus bagaimana..." ucap Nisha dengan isakan tangis.
...----------------...
"hai Nish..." sapa dokter Adel
Nisha menoleh, "dokter..."
"ada apa dengan mu... lihat kantong matamu menghitam..kau kurang tidur??apa putri mu rewel semalam...??"
Nisha tampak tidak tahan ,ia ingin sekali meluapkan isi hatinya kepada dokter Adel selaku sahabatnya.
"Bisakah kita mengobrol diruangan ku Dok..." pinta Nisha
dokter Adel kemudian mengangguk, mereka kemudian berjalan menuju ruangan Nisha yang berada di lantai dasar.
...----------------...
__ADS_1
Di ruangan Nisha, terdapat Dokter Fitri dan juga Dokter Adel Mereka begitu fokus mendengar cerita dari Nisha .
"aku bingung harus bagaimana dok...hiks...hiks ..hiks .."
Dokter Adel menghela nafasnya berat,Nisha seorang dokter psikolog memiliki lawan dari perusahaan besar Alexander group, sudah dipastikan akan kalah.Siapa yang tidak mengenal keluarga kaya raya seperti mereka.
"Nisha... ini sulit jika kau melawan mereka, bahkan ini sangat mustahil..kau bisa kehilangan semuanya.. pekerjaan mu...dan juga anakmu..." ucap Dokter Adel
"Aku bahkan tidak menyangka jika kau menikah dengan putra mereka...aku pikir mantan suami mu adalah orang biasa yang bekerja di kantoran...ini lebih dari itu,.. bahkan mungkin tidak ada satu lawyer pun yang mau membelamu..." ucap Dokter Fitri
"sebaiknya kau bisa berbicara baik-baik dengan mantan suami mu..kau bisa berembuk... berdamai Nish...kau harus berdamai dengan mantan suami mu..." tutur Dokter Adel
Nisha semakin menangis tersedu-sedu,ia tahu jika akan mendapatkan nasib seperti ini.Semua yang dikatakan sahabatnya,mungkin akan dipertimbangkan untuk Nisha kedepannya.
...----------------...
Nisha berada di Rumah Orang tuanya,ia mengunjungi Shafa dan memberikan ASI yang sudah ia pumping saat di rumah sakit tadi.Bu Tiwi membantu Nisha memasukkan kedalam kulkas penyimpanan ASI anaknya.Sesekali Bu Tiwi melihat kearah putri nya itu dengan tatapan sendu.putrinya begitu kelihatan lelah
"Nish...stok ASI aman nduukk...kamu bisa datang kesini dua hari sekali...ibu tidak tega jika kamu harus bolak balik seperti ini..."
"Buk... mungkin.. sebentar lagi .. kita harus kehilangan Shafa..." ucap Nisha
"loh..ada apa nduukk...apa maksudnya kamu berbicara seperti itu??" kata bu Tiwi cemas
"Bara...Bara mengajukan gugatan hak asuh shafa ke pengadilan..." ucap Nisha dengan bibir yang bergetar
.
.
eng ing eng....nah..nah...ini Nisha benar-benar jatuh gengs...🥲
__ADS_1
Instagram eunhyeayu90