
"Bara sekarang terlihat konyol sekali...kau seharusnya lebih paham dariku karena kamu adalah seorang psikolog..." ucap Pak Alex
Nisha belum memahami ucapan pak Alex kepadanya,Bu Hana kemudian menghentikan suaminya untuk tidak melanjutkan pembicaraannya.
"pah... sudah jangan dibicarakan"
Bara yang datang kemudian menghentikan pembicaraan kedua orang tuanya,dia kemudian duduk kembali di samping Nisha.Sedangkan pak Alex dan Bu Hana terdiam.
Acara telah usai dan saat ini Nisha berada di mobil bersama Bara dalam perjalanan pulang ke apartemen sedangkan shafa dalam pangkuan suster Arum di bangku kemudi depan.sudah menginjak pukul 10 malam.Nisha yang begitu lelah kemudian tertidur m, sedangkan Bara hanya bisa terdiam.
Saat sampai di Lobby, terlihat sekali Nisha sangat nyenyak.Bahkan saat seorang sopir membuka kan pintu mobilnya Nisha tidak beranjak sedikit pun.Bara kemudian memberikan kode agar sang sopir untuk diam.Kini Bara mengambil alih menggendong Nisha menuju ke huniannya.
Saat sampai kedalam apartemen,Bara membawa Nisha ke atas ranjang tidurnya.Sedangkan suster Arum menaruh baby Shafa di box bayi.sang sopir yang membantu membawa beberapa souvernir dan makanan menaruhnya di lemari pendingin.
"kalian bisa pulang...besok aku akan kabari kalian untuk menjemput ku..."
"baik pak.." ucap sopir dan juga suster arum serentak.
Setelah kepergian mereka,Bara kemudian melepaskan sepatunya,Ia kemudian merebahkan tubuhnya di dekat Nisha yang tertidur nyenyak.Bara melihat kearah Nisha,roknya yang tersingkap dan terlihat paha mulusnya membuat dirinya menelan ludahnya kasar.Bara membenarkan kembali,Tapi Nisha yang tidak sadar malah membukanya kembali,
__ADS_1
"jangan salahkan aku jika aku menerkam mu..." ujar Bara
Nisha yang masih tertidur pulas malah terasa gatal di bagian dadanya,sontak refleks Tangan Nisha meraihnya dan menggaruk nya pelan,sontak tersembulah buah d*d* nya itu yang tak luput dari pandangan Bara.Tanpa Babibu Bara yang sudah tidak bisa menahannya malah menyerang Nisha.
Bara melakukan itu, dengan pelan.memberikan efek memabukkan agar Nisha tetap nyaman dalam jangkauannya.meski dalam keadaan tertutup fan tertidur,Nisha terlihat menikmati sentuhan dari Bara.seperti gayung bersambut,Bara melancarkan aksinya, pakaian sudah berceceran dimana-mana.Bara melakukan itu kepada Nisha yang membuat Nisha membuka matanya,benda aneh telah memasuki rongga intinya tidak mungkin ia akan tetap tidur ketika gerakan cepat itu menuntutnya.
"Bara..apa yang kamu lakukan..." ucap Nisha dengan lirih
Bara yang sudah di mabuk kehangatan kemudian melayangkan ciumannya kearah Nisha.dan membuat Nisha kaget, ciuman itu terlihat hangat,Bara benar benar memanjakannya.Nisha yang hanyut kemudian tenggelam dengan sentuhan Bara.Malam itu menjadi malam pertama mereka setelah mereka bercerai.
...----------------...
Nisha duduk dan tidak mendapati Shafa,ia kemudian beranjak menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, begitu banyak sekali stempel merah yang berada di dadanya, sudah jelas jika ini perlakuan Bara kepadanya,
"Bodoh Nisha!!!kau membiarkannya menyentuhmu...!!!!" ungkap penyesalan Nisha.
...----------------...
Nisha sudah berganti pakaian dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi.Nisha kemudian keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Shafa.Ia berjalan menuju ruang makan,ia melihat Bara sedang memakan sarapannya sedangkan Shafa yang sudah mandi dan cantik berada di pangkuan suster Arum .
__ADS_1
"suster Arum akan berada di sini untuk menjaga Shafa...kau bisa melanjutkan aktivitas mu..." ucap Bara lalu setelah itu ia melanjutkan lagi sarapannya.
Nisha terlihat canggung dan bingung harus bagaimana,Ini sudah terlalu siang untuk menanyakan sesuatu tentang apa yang mereka lakukan tadi malam.Nisha kemudian berjalan menuju ke kamarnya kembali dan berpakaian rapih untuk beranjak bekerja.
Saat dia sudah selesai,ia kemudian keluar kamar dan mendapati Bara yang mencium Shafa, pakaian Bara sudah rapih dan siap pergi ke kantor.Nisha juga mendengar jika Bara memberikan perintah kepada suster Arum agar menjaga Shafa dengan baik, selama Dia dan Nisha bekerja.dan disambut baik oleh suster Arum.
"aku akan bekerja.. nanti aku pulang terlambat....dan ini..." ucap Bara memberikan kartu Atm-nya kepada Nisha
Nisha dengan bingung kemudian mengambilnya dari tangan Bara,ia masih mencari apa yang dilakukan Bara kepadanya
"PINnya adalah tanggal kelahiran Shafa ..kau bisa mengunakan untuk kebutuhan mu dan Shafa...Aku berada bekerja dulu..." ucap Bara kemudian pergi begitu saja.
Nisha melihat kepergian Bara dengan hati yang bingung, sebenarnya apa rencana Bara kepadanya.Nisha melihat kartu ditangannya dengan bingung,Black card sebuah kartu yang di dominasi para sultan atau crazy rich.
.
.
Sedikit sedikit gengs... lama-lama jadi bukit🤗🤗
__ADS_1
Instagram eunhyeayu90