Hello,Bad Boy !

Hello,Bad Boy !
episode 50


__ADS_3

Nisha menggendong bayinya ke ruang tamu itu, Kedatangan Nisha dan ibunya sontak membuat Bu Hana lalu berdiri.ada keterkejutan karena ternyata ibu dari Nisha berada di apartemen . Pandangan Bu Hana lalu tertuju kearah bayi yang dalam gendongan Nisha,secara reflek Bu Hana mendekati bayi itu.Melihat wajah bayi itu secara dekat,dan Bu Hana tampak puas dan Bahagia, Karena wajah bayi itu Dominan lebih mirip dengan Bara ketimbang Nisha.


"Cantik sekali...," ujar kekaguman Bu Hana


Bara kemudian mendekat kearah Bayinya,Dia kemudian melihat kearah Nisha untuk meminta menggendong bayinya.Nisha yang peka akan keinginan Bara, kemudian menyerahkan bayinya kepada Bara.


Bara menggendong bayinya,dan melihat wajah bayi itu.Begitu sempurna,itu adalah kata yang terlintas di pikirannya saat ini.


"cucu nenek...cantik sekali..siapa namanya??" tanya Bu Hana kepada Nisha


"Shafa" jawab Nisha


"Shafa ...??" tanya Bu Hana menanyakan detail nama Bayi itu


"Shafa Amanda Ramlan" jawab Nisha


Bara kemudian menoleh kearah Nisha,ia tampak terkejut dengan Nama itu.Nisha memberikan nama belakang dari nama Nisha yang sudah sangat jelas memakai nama keluarga dari Nisha bukan dari namanya.Itu berarti Nisha benar-benar menghapus jejak dirinya pada anak itu.


"aku mengijinkan mu memakai nama keluarga kami...jadi kau bisa tambahkan nama Alexander di belakang Nama bayi ini.." tukas Bu Hana


"kurasa untuk Nama..aku tidak akan menambahkan lagi..maaf Bu Hana saya keberatan" ucap Nisha


Bu Tiwi yang sedari tadi terdiam dan mengamati perdebatan anaknya dan mantan mertuanya sekarang memiliki spekulasi yang tinggi tentang masalah ini semua.Nisha benar-benar mendapatkan tekanan psikologis yang kuat saat ini.


"Nama tidak lah penting... jadi tidak perlu diperdebatkan.sekarang yang terpenting adalah mendidik anak ini menjadi anak yang baik dan berkualitas secara akademik dan juga mentalnya.." ucap Bu Tiwi memberikan suaranya


Bu Hana kemudian menoleh kearah Bu Tiwi,bu Hana sangat yakin jika wanita yang berbicara itu adalah ibunya Nisha.Karena dari segi wajah Nisha memang sedikit mirip dengan ibunya.


"Anda benar..tapi anak ini mengalir darah dari keluarga kami...jadi mau tidak mau.. sedikit banyaknya aku ingin bayi ini memakai nama keluarga kami..dan untuk masalah mendidik anak ...akan ku pastikan akan setara dengan Didikan cucu ku yang lain dari anak kakak nya Bara.." ucap Tegas bu Hana

__ADS_1


Nisha begitu jengah,ia berulang kali melempar pandang kearah lain.Ia benar-benar dibuat kesal dengan kedatangan Bara dan ibunya.


"Bara...sini..Biar ibu yang gendong..." ucap Bu Hana


Bara memberikan bayi perempuan itu ke tangan ibunya,Bu Hana kemudian tersenyum puas.memiliki cucu pertama laki-laki dari Sella,dan memiliki cucu kedua perempuan dari Bara .


Bara mendekat kearah Nisha dan sedikit berbisik, "bisa berbicara sebentar??"


Nisha melihat tajam kearah Bara, ingin rasanya meluapkan kemarahannya kepada Bara saat ini .


...----------------...


Di luar apartemen, tepatnya di coffeshop di lobby apartemen,Bara dan Nisha duduk berhadapan.Jelas sekali wajah yang ditunjukkan oleh Nisha adalah wajah ketidak nyamanan karena harus membicarakan sesuatu ditempat publik seperti ini.


"aku ingin mengajukan perjanjian dengan mu" ucap Bara


"perjanjian?? kita sudah berakhir.. tidak ada perjanjian apapun di sini..!!!" cela Nisha


"apa maksud mu !!"


"jika kau ingin bersama dengan anak ini selamanya...kau harus berbagi dengan ku juga ...jika kau tidak ingin berbagi dengan ku ..aku akan mengambil anak ini saat usia nya 12 tahun..aku akan mengajukan hak asuh anak ini ke pengadilan.Kau tahu kalau aku bukan warga negara sini. Aku memiliki kewarganegaraan Amerika...dan itu artinya sebelum anak ini berusia 18 tahun dan sebelum dia memilih kewarganegaraanya ,ia akan mengikuti kewarganegaraan ayahnya..jadi apapun itu..kau tidak bisa menghapus nya dariku karena aku akan mempersulit mu kedepannya.."


"kau memang licik !!!" ucap Nisha kepada Bara


Tak dipungkiri,ia akan kalah dalam segala hal jika seperti ini.Matanya membendung menatap Bara.Ingin rasanya ia menangis karena kalah telak dengan Bara .


"aku tidak licik...aku berbicara sesuai fakta..jika kau menghalangi ku untuk menemui anakku sendiri..maka aku tidak akan segan-segan bertindak tegas kepada mu !!!"


Nisha lalu berdiri dan meninggalkan Bara begitu saja, sontak Bara mengejarnya.Nisha menekan tombol lift dan menekan lantai apartemen yang ditempatinya,air matanya mengalir deras meski tidak mengeluarkan suara tapi Nisha sangat sedih dan terpukul.Bara ikut masuk kedalam lift itu sebelum lift tertutup,dia juga melihat Nisha yang menangis tanpa suara menatap tajam kearahnya.

__ADS_1


"bekerja samalah dengan ku merawat bayi itu...aku tidak akan mempersulit mu .aku hanya ingin menjadi orang tua yang bertanggung jawab untuk putriku...kau bisa memiliki nya 24 jam .tapi berikan lah waktu beberapa jam untuk ku jika aku mengunjunginya..." ucap Bara dengan datar kepada Nisha


"Kau memang luar biasa Bara Alexander!! kau dan keluarga mu... kalian semua memang luar biasa...kau menekan diriku yang hanya lah orang biasa...!!!Aku semakin yakin..jika aku sudah sangat menyesal karena pernah mencintai dirimu!!!" ucap Nisha dengan penekanan


Pintu lift terbuka,Nisha kemudian pergi meninggalkan Bara tanpa menunggu jawaban darinya.Bara yang mendengar kata terakhir Nisha begitu sakit.Menyesal.mencintainya apakah itu berarti,Dia banyak memiliki kesalahan fatal terhadap Nisha.


...----------------...


Nisha masuk kedalam apartemennya dan melihat bu Hana sedang menelpon suaminya, tepatnya menelpon ayah Bara secara video call.Bu Hana dengan bangganya menunjukkan putrinya kepada ayah Bara.Sedangkan ibunya sedang menata baju Shafa.Bu Tiwi menyadari kedatangan Nisha kemudian tersenyum,


"Shafa tadi nangis.. mungkin sedang haus..kamu bisa kasih ASI nduukk.." ucap Bu Tiwi


Bu Hana yang menyadari kedatangan Nisha kemudian berbicara kepada suaminya dan memutus teleponnya.


"Iya benar...tadi menangis... segera kasih ASI.." ucap bu Hana menyerah kan bayi shafa ke Nisha


Nisha kemudian mengambilnya dan memberikan ASI untuk bayinya itu.Bu Hana tersenyum karena Shafa begitu kuat meminum Asi dari Nisha.


"Dia benar-benar bayi yang kuat...kelak dia akan menjadi anak perempuan yang hebat.." ujar Bu Hana tersenyum kepada Shafa


Nisha melihat kearah Bu Hana, meskipun Bu Hana tidak menyukainya.Tapi ketulusan Bu Hana kepada anaknya membuat hatinya tersentuh.Bu Hana begitu sayang kepada Shafa.tidak perduli jika Shafa lahir dari rahimnya.


Bara kemudian datang dan melihat Nisha memberikan ASI kepada putrinya.Nisha yang kaget dan Bara yang melihat D*D* nya begitu canggung. Nisha hanya bisa mencoba menutupi nya dengan kepala nya hingga ia sedikit menunduk saat memberikan ASI.Salah tingkah mereka tak luput dari pandangan Bu Hana,ia kemudian menoleh kearah Bara dengan tatapan tajam.seolah tahu,jika Bara dengan sengaja melihat kearah 'itu'


.


.


scene terakhir bikin ketawa sendiri... emang kalau udah jadi mantan apalagi udah pisah berbulan bulan trus kelihatan D*D* nya yaaa canggung lahhh...eh..Bara malah fokus lihatinnya.. kenapa bang ? pengen ngenyot jugaaπŸ˜πŸ˜…πŸ˜…dasar Aku πŸ˜…πŸ˜…πŸ”¨

__ADS_1


Instagram eunhyeayu90


__ADS_2