Hello,Bad Boy !

Hello,Bad Boy !
episode 47


__ADS_3

Pak Arman menepuk pundaknya pelan,Pria itu lalu menoleh dengan wajah kagetnya.


"Nak Bara..." sapa pak Arman dengan senyuman bahagianya.


Bara begitu terkejut karena,Mantan mertuanya ini menyapanya.Dengan apa yang terjadi beberapa bulan belakangan, seharusnya beliau akan marah bahkan tidak Sudi untuk menyapanya.


"Sudah pulang rupanya..Nisha benar-benar mau memberikan kejutan kepada bapak ... beberapa bulan tidak bertemu dengan nak Bara membuat Bapak menjadi kangen..Nak Bara makin tampan..."


Bara tersenyum canggung, "iya maafkan saya pak .."


Bu Tiwi menghampiri mereka berdua,dan kaget jika menantunya ada di depannya.


"mashaalloh..nak Bara,ibu pangling Nak... Nisha kok gak bilang ya kalau nak Bara sudah pulang..." ucap Bu Tiwi bahagia


Bara yang bingung dan kelimpungan kemudian meraih tangan pak Arman dan bu Tiwi secara bergantian untuk mencium tangan mereka.


"maaf tidak memberi kabar kepada ibu dan bapak..." ucap Bara


"tidak apa-apa Nak... yang terpenting kamu sehat..oia..ibu mau bayar belanjaan ibu dulu..." ucap Bu Tiwi melangkah pergi ke kasir


Bara mencegahnya, "biarkan saya saja buk..." ucap Bara kemudian meraih kantong belanjaan yang dibawa bu Tiwi


Bu Tiwi tersenyum kearah menantunya itu, beliau kemudian menggandeng suaminya mengikuti arah Bara berjalan.


saat sampai kasir, Bara cukup keheranan karena yang dibeli Bu Tiwi adalah beberapa baju bayi.Ada pula mainan Bayi dan juga pesanan Nisha yaitu sandal berwarna lavender.Bara sempat menoleh sekilas kearah belakang mertuanya.Mereka berdua tampak tersenyum ramah.


Bara membawakan belanjaan mereka sampai di parkiran,Bu Tiwi dan juga pak Arman tampak memasukkan barang belanjaannya kedalam mobil.


"Nak Bara langsung pulang apa kembali ke Kantor ...jadi nanti kerumah sakit jam berapa.. bapak lupa kemarin Nisha bilang jam berapanya... karena jadwal operasinya katanya jam 7 pagi" tanya pak Arman


Bara begitu terkejut tidak mengerti apa yang dibicarakan pak Arman kepadanya.kerumah sakit, jadwal operasi.Bara benar-benar tidak mengerti sama sekali.


"hmmm...nanti saya akan .." ucap Bara canggung dan bingung


"Nak Bara apa tidak sebaiknya ke apartemen terlebih dahulu...Apa tadi Nisha juga menginginkan sesuatu juga ke nak Bara??" tanya Bu Tiwi


"ah..iyaa...sampai lupa ..tapi tidak apa-apa..nanti saya akan bilang ke Nisha...baik...ayo kita kembali ke apartemen " pungkas Bara


Bu Tiwi dan pak Arman tersenyum, kemudian beliau masuk kedalam mobilnya.Sedangkan Bara mencari mobilnya lalu masuk.


...----------------...


Saat di depan apartemen,Bara menekan sandi hunian itu Dan ternyata Bisa.Nisha belum menggantinya .Bara nampak pangling melihat apartemen nya itu .Kini nuansa itu begitu feminim dengan banyak nya bunga segar di meja ruang tamunya.Cat warna yang dulu manly berwarna abu putih sekarang menjadi lebih hangat dengan warna cream glamor.


"Nish....Nisha..." panggil Bu Tiwi masuk kedalam apartemen


Sedangkan pak Arman sedang menaruh belanjaannya dan duduk di ruang tamu.Bara sekilas melihat koper dan juga tas tenteng bermotif boneka,ia nampak canggung masuk kedalam apartemen itu.pikirannya berkecamuk dan bertanya tanya, apakah Kedua orang tua Nisha belum tahu jika mereka sudah bercerai


Nisha keluar dari kamarnya dengan mengenakan Dress selutut dan juga blazer.perutnya begitu menonjol, berjalan pun ia begitu begah.

__ADS_1


"ibuk sudah sampai??" tanya Nisha


Bu Tiwi tersenyum kepada Nisha, "sudah..oia kamu mau bikin kejutan ya sama ibuk dan bapak..."


"kejutan??" tanya Nisha bingung


"Nak Bara sudah pulang kan..."


Nisha melotot kaget, Bagaimana bisa ibunya berbicara seperti itu.Apa ibunya bertemu dengan Bara.


"aah...iiiyyaaa.." ucap Nisha canggung


"kapan berangkat kerumah sakit Nish??"


"sekarang buk...Dr Adel sudah menunggu Nisha. Apalagi Nisha dari tadi kontraksi terus.." ucap Nisha


"maaf ya ibuk dan bapak telat... yasudah ayo..." ucap Bu Tiwi kemudian menggandeng tangan Nisha


Bu Tiwi berjalan menuju ruang tamu,dan betapa kagetnya Nisha saat melihat sosok Bara yang sedang duduk di ruang tamunya dan mengobrol dengan ayahnya.


Bara menoleh ke arah Nisha,matanya menajam karena kaget Dengan keadaan Nisha saat Ini .mantan istrinya itu berubah sedikit berisi dan Perutnya yang membesar.Nisha tampak cantik.Pandangan mereka bertemu, mereka sama-sama kaget dengan keadaan canggung ini.


"sudah siap Nish..." tanya pak Arman


Nisha tak menjawab pertanyaan ayahnya,ia masih sangat shock dengan keberadaan Bara di depannya saat ini.


Bara kemudian menyadarkan pikirannya,dia mencoba untuk bersikap tenang dengan keterkejutannya hari ini.


Bara kemudian sigap dan tahu jika Nisha akan menuju rumah sakit dan melahirkan.Bara menggeret koper dan juga tas tenteng yang disiapkan Nisha.


sedangkan bu Tiwi berjalan berdampingan dengan anaknya.Pak arman berjalan dibelakang mereka berdua.


saat sampai parkir,Bara kemudian memasukkan barang barang Nisha kedalam mobilnya.Tak lupa ia juga membuka kan pintu untuk Nisha.


jangan ditanya soal Nisha,Nisha begitu canggung dan gugup.bersusah payah ia menutup kehamilannya kini ia harus dihadapkan dengan Bara yang datang kepadanya.Apakah Bara sengaja datang karena bu Hana memberi tahunya.Apakah mereka sengaja untuk mengambil anaknya saat lahir


"ibuk dan bapak akan bawa mobil sendiri..jadi nak bara dan Nisha duluan saja" ucap Pak Arman


"baik pak.. kalau begitu saya duluan.." ucap Bara dengan ramah


...----------------...


saat di dalam mobil, Nisha terdiam begitu pun dengan Bara.Ini pertama kali sejak sembilan bulan yang lalu mereka tidak bertemu.Mereka bertemu kembali dengan keadaan yang berbeda, Nisha yang tengah hamil sedangkan Bara yang terlihat dewasa dan begitu tampan.


"kau belum memberi tahu kedua orang tua mu tentang perceraian kita??" ucap Bara memecahkan keheningan


"aku akan mengatakannya nanti saat anakku sudah lahir..." ucap Nisha


"sejak kapan kau menyadari jika dirimu sedang hamil??apa sejak saat proses perceraian kita??"

__ADS_1


Nisha menoleh tajam ke arah Bara, "lebih tepatnya saat kita sudah resmi bercerai.. ini adalah anakku dan Aku tidak akan menuntut mu untuk bertanggung jawab dengan anakku...kau bisa pergi saat aku sudah berada di rumah sakit.aku akan memberi tahu mereka nanti.."


Bara tampak begitu emosi saat Nisha mengucapkan itu, jari-jarinya meremas setir mobil hingga buku-buku tangannya memutih.


"Apa kau dengan sengaja menyembunyikan ini dariku!!! kau ingin balas dendam dengan ku karena aku menceraikan mu!!!" ucap Bara penuh penekanan


"aku tidak menyembunyikan nya...aku mengetahui kehamilan ku saat aku sudah bercerai dengan mu..lalu menurut mu apa yang harus aku lakukan dengan anak yang aku kandung saat kita sudah bercerai...apa kau menyuruh ku untuk bilang kepada mu..mengemis kepada mu untuk kembali denganku karena anak ini iya begitu ! kau menceraikan ku karena dirimu lebih memilih keluarga mu..apa arti dari bayi ini untuk mu jika aku harus memberi tahu mu!!!"saja ucap Nisha dengan emosi nya


" kau tidak seharusnya menyembunyikannya dariku apapun itu Dia anakku!!!aku berhak Tahu!!" sentak Bara


Nisha dengan reflek memegang perut nya, kontraksi kembali terjadi.Ia terlihat keringat dingin.Bara kemudian menoleh kearah Nisha karena Nisha tidak membalas perkataannya, dia melihat Nisha merintih kesakitan


"kamu tidak apa-apa " ucap Bara cemas


Nisha menahan sakitnya, Sedangkan Bara ikut memegang perut Nisha.Sentuhan pertama Bara ke perut Nisha yang membuncit.Nisha reflek melihat kearah Bara dengan menahan sakitnya.


Bara melihat kearah kaki Nisha yang terdapat darah mengalir, "aku akan membawa ke rumah sakit terdekat.." ucap Bara.


Bara melajukan mobilnya dengan kencang, dengan tangan nya yang menyentuh perut Nisha.sedangkan Nisha hanya terdiam meringis kesakitan, keringat di keningnya bercucuran meski pendingin mobil sudah dinyalakan.


Bara membawa Nisha di rumah sakit yang tidak jauh dari apartemen Nisha, melihat keadaan Nisha yang seperti itu, tidak memungkinkan membawa Nisha ke rumah sakit tempat Nisha bekerja.


Bara menggendong Nisha ke IGD,dan beberapa tenaga medis dengan sigap menanganinya.


"bagaimana keadaan nya dok..." tanya Bara


" pasien akan melahirkan hari ini karena pembukaan sudah lengkap..kami akan membawanya ke ruang bersalin.." ucap salah satu dokter


"tapi kami berencana untuk operasi Caesar besok... apakah tidak apa-apa jika harus melahirkan secara normal??" tanya Bara


"tidak apa-apa pak...hasil TTV bu Nisha normal dan baik...jadi tidak masalah untuk melahirkan normal..."


Bara mengangguk, kemudian Bara mengikuti sang dokter menuju ke ruang bersalin.


di dalam ruang bersalin,Nisha terlihat pucat menahan sakit.beberap perawat menungguinya dan memberikan semangat untuk Nisha.Bara datang bersama dokter,lalu Bara mendekat ke Arah Nisha,


Bara memegang tangan Nisha, sedangkan Nisha langsung melihat kearah Bara


"apa begitu sakit?? kumohon bertahanlah.." ucap Bara dengan lirih


Nisha merasa tersentuh,ia kemudian meneteskan air matanya.


.


.


seribu lebih kata niiihh.. bagaimana gengs.. menurut kalian??mau lagi nggak🤭


Instagram eunhyeayu90

__ADS_1


__ADS_2