
Setelah berkunjung ke rumah orangtuanya,Nisha kembali bekerja saat di pagi harinya.Ia harus berangkat pagi-pagi agar ia bisa sampai ketempat kerjanya tepat waktu.Saat ia meninggalkan rumah,Bayi Shafa masih tertidur pulas.Dan itu yang membuat Nisha sedih karena tidak bisa berinteraksi dengan anaknya,
"hati-hati nduukk..." kata pak Arman
"iya pak...Nisha berangkat dulu ." pamit Nisha
Nisha kemudian memasuki mobilnya dan mengemudikan menjauh dari rumah kedua orangtuanya.
Pak Arman melihat kepergian Nisha dengan sendu.Sejak semalam beliau memikirkan apa yang diceritakan oleh Nisha, sebagai orang tua , pak Arman merasa tidak berguna karena tidak bisa melindungi anaknya.
Bu Tiwi menghampiri suaminya yang kini sedang menutup Pagar rumah.
"Nisha sudah berangkat pak??"
"sudah bu..."
"ibuk bingung pak...harus bagaimana, kalau sampai itu terjadi.. kita bakalan kehilangan cucu kita pak..." ucap cemas Bu Tiwi
"Bapak berpura-pura kuat dan tegar saat Nisha bersama kita... sebenarnya bapak juga memiliki perasaan demikian... apapun keputusan Nisha... kita akan selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk nya buk..."
"ibuk tidak habis pikir...nak Bara begitu tega dengan Nisha..."
Kedua orang tua paruh baya itu hanya bisa memendam perasaan gelisahnya masing-masing.meski Tidak pernah menunjukkan tapi kenyataannya mereka sangat gelisah.
----------------
Saat jam makan siang,Nisha mengunjungi perusahaan Alexander group.Ia ingin bertemu dengan Bara saat ini dan berunding untuk hak asuh Shafa.Sejak ia mendapatkan surat dari kejaksaan tentang hak asuh anak yang dikirim di rumah sakit dirinya bekerja,Nisha tak henti hentinya menahan sesak di dadanya.
"Bisakah aku bertemu dengan pak Bara??" tanya Nisha kepada resepsionis di depan lobby perusahaan
"ibu sudah memiliki janji..??"
__ADS_1
"belum...tapi tolong sampaikan kepada beliau jika Saya Dokter Nisha sedang mencarinya"
"sebentar ya bu . saya konfirmasi kepada sekretaris beliau,apa pak Bara sedang ada ditempat atau tidak.."
Nisha menanggapinya dengan anggukan kepala,Nisha melihat keadaan sekeliling gedung.Tampak mewah dan elegan.bertemu dengan Bara di perusahaan tidak semudah yang dia pikir.Saat ia mengetahui jika Bara mengabaikan pesan darinya,Kini Nisha mau tidak mau harus menemui Bara di kantornya.
"Bu Nisha..Pak Bara menyuruh anda untuk ketempat beliau...mari saya antar..." ucap resepsionis.."
Nisha mengangguk,Ia kemudian membuntuti di belakang pegawai itu.memasuki lift khusus para petinggi perusahaan, karena lift yang dia pakai saat ini tampak berbeda dengan lift lainnya di sebelahnya.
Saat sudah ada di ruangan Bara, Nisha tidak mendapati mantan suaminya itu . Karena sekretaris nya bilang jika Bara sedang memimpin rapat.Mau tidak mau Nisha harus menunggu diruang kerja Bara.Ruangan yang begitu luas,Nisha menjadi kecil hati melihat tempat kerja Bara.
setelah menunggu satu jam lebih,Bara memasuki ruangannya.Dia melihat Nisha yang duduk lalu berdiri menatap kearahnya
"apa Kamu sudah menerima surat gugatan dari pengadilan.... jadwal sidang akan dilakukan Minggu depan .kau bisa mencari seorang lawyer untuk membela mu ..." ucap Bara dengan datar
Nisha melempar stopmap coklat kearah Bara,ia nampak begitu sangat kesal dengan sambutan Bara yang begitu kejam dan dingin saat ia harus menunggunya dalam waktu satu jam lebih.
Bara berjalan menuju tempat kerjanya dan duduk dengan tenang,
"kau sudah selesai berbicara.... kalau begitu kau bisa pergi..." ucap Bara dengan pandangan tajam
"aku tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi mu...tapi aku mohon.. berhentilah mengusikku..aku berjanji tidak akan menghalangi mu untuk bertemu Shafa..aku akan merubah sikap ku..tapi tolong..cabut gugatan itu...aku mohon kepada mu..."
"kau sudah selesai berbicara?? kalau begitu keluarlah..." ucap Datar Bara
Nisha memejamkan matanya,ia kemudian membukanya kembali dan berjalan menuju tempat duduk Bara.
"Aku harus berbuat apa agar membuatmu bisa mencabut gugatan itu...??" ujar Nisha yang sudah sangat putus asa
"keluar dari ruanganku.." ucap Bara dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Bara !!!"
"cepat keluar atau aku akan memanggil sekertaris ku kemari!!!"
Nisha kemudian membuka semua kancing bajunya dan membuka nya di depan Bara
"Apa yang kau lakukan!!" ucap Bara yang shock dengan yang dilakukan Nisha didepannya
"apapun yang akan aku lakukan agar dirimu mencabut tuntutan itu !!"
"pakai kembali pakaianmu...!!" ucap Bara yang berdiri menghadap Nisha
Nisha sudah berhasil melepaskan pakaian atasan nya dan sekarang ia akan melepaskan celana,Bara yang melihat kekonyolan Nisha kemudian melepaskan jasnya dan menutupi tubuh Nisha
"kau tahu ini di kantor...!!!kau tidak seharusnya membuka pakaian mu seperti ini...cepat pakai pakaianmu atau kau akan melihat pihak sekretaris ku melihatmu seperti ini" ucap Bara dengan penuh tajam kepada Nisha
Nisha meneteskan air matanya,ini adalah hal tergila yang pernah ia lakukan.Bahkan akan menjadi penyesalannya di kemudian tapi demi mendapatkan Shafa,ia tidak akan perduli itu.
Setelah memakai pakaiannya kembali, Nisha menaruh jas Milik Bara di atas meja, sedangkan Bara yang sedari tadi membalik badannya saat Nisha berganti pakaian kini memutar tubuhnya dan melihat keadaan Nisha.
"Aku memang sangat konyol bahkan gila karena telah melakukan ini kepada mu... tapi aku menyampingkan itu untuk membuat mu mencabut gugatan itu...Jika kau tidak bisa melunak...aku hanya bisa apa??" ucap Nisha dengan tetesan airmata nya yang mengalir.
Nisha dengan hati yang terluka lalu berjalan meninggalkan ruangan Bara.Hancur sedih dan juga terluka menjadi satu dalam dirinya saat ini.
.
.
part ini nyesek banget yaaa..demi mendapatkan hak asuh shafa...Nisha merendahkan dirinya seperti ini🥲🥲
Instagram eunhyeayu90
__ADS_1