
Seminggu berselang Bu Hana berada dirumahnya dan sedang bersantai dengan suaminya.Bu Hana banyak sekali menceritakan tentang Shafa kepada suaminya, senyum merekah selalu terbit di wajah cantik yang usianya tidak muda lagi.Bahkan matanya hampir berkaca-kaca saat menceritakan melihat bayi itu menangis.
"bayi yang begitu cantik...papa harus melihatnya..mama sampai tersihir dengan wajah cantik bayi itu.."
"baiklah.. ketika weekend aku akan mengunjunginya " ucap pak Alex
Bara turun dari kamarnya di lantai atas,Dia melihat kearah kedua orang tuanya yang sedang bercengkrama membicarakan putrinya,wajah kegembiraan telah terukir diwajah mereka.Bu Hana melihat kearah Bara yang baru saja turun dari tangga, beliau kemudian bertanya kepada Bara
"kemana Bar... sepulang dari kantor.. seharusnya kamu beristirahat.. apalagi ini sudah jam 9 malam.." tutur Bu Hana
"aku ingin berjalan-jalan sebentar..." ucap Bara kemudian melenggang pergi
pak Alex melihat kearah Bara yang melenggang pergi begitu saja.Beliau kemudian melihat kearah istrinya.
"Tadi saat ada rapat, seorang wanita menghampirinya...aku kira ada apa...lalu aku mendengar dari asisten ku jika Bara saja mendapatkan pernyataan cinta dari seseorang wanita.."
"benarkah...apa ada yang seberani itu hingga mengutarakan perasaannya di kantor??"
"setelah itu ..aku memerintahkan asisten ku untuk menskorsing dia.. kamu tahu jika tindakan itu tidak baik.. asmara di kantor menjadi hal yang terlarang di perusahaan ku.."
"iya...itu baik...lalu bagaimana dengan Bara..apa Bara juga menyukai perempuan itu"
"mama tahu sendiri...Bara tidak semudah itu menebar perasaan nya kepada seorang wanita..Bara bahkan sama sekali tidak menjawab saat karyawan itu mengutarakan perasaan nya.."
Bu Hana tersenyum, "pa... apakah kita terlalu jahat karena telah memisahkan Bara dengan dokter Nisha"
"kenapa mama berbicara demikian?"
"seperti nya Bara masih memiliki perasaan kepada Dokter Nisha.."
"untuk masalah itu..aku tidak akan mengungkitnya.." kata pak Alex
__ADS_1
"maksud papa??" tanya bu Hana
"kita tidak tahu jalan ke depannya seperti apa..tapi jika mereka benar-benar ingin bersama..dan mengubah perilaku sopan santun mereka.. mungkin aku akan mempertimbangkan nya.."
"jadi papa akan menyetujui hubungan mereka??"
"bukan menyetujui..tapi akan mempertimbangkannya.."
Bu Hana terdiam memikirkan sesuatu yang akan terjadi.setelah melihat Bara yang begitu lemah jika menyangkut perasaan maka momen itu akan datang.Bu Hana akan mencoba bersikap tenang untuk saat ini.
----------------
Bara berada di depan apartemen Nisha, sudah pukul sepuluh malam.entah mengapa hatinya terdorong untuk kesini.Tangannya mengayun ingin menekan pintu bel apartemen itu.Tapi ia urungkan.Dia kemudian menekan password dan membuka pintunya,Bara tak habis pikir kenapa Nisha tidak mengganti password rumah apartemennya.
Bara masuk kedalam rumah yang tampak begitu sepi, melihat keadaan rumah sepertinya bu Tiwi sudah tidak berada di rumah ini.
Bara kemudian melangkah menuju kamar Nisha, tepatnya kamarnya terdahulu .Dia membuka kenop pintu,dan melihat kearah kamar itu,Dia melangkah melihat putrinya shafa sedang tertidur pulas.sedangkan Nisha tidak ada di ranjang.Kemanakah Nisha?
Tak memikirkan itu,Bara kemudian mendekat kearah ranjang dan melihat putrinya,Dia mengelus rambut bayi itu lalu tersenyum.Nisha keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.Ia berjingkrak kaget karena mendapati Bara yang berada di dalam kamarnya,
Bara menoleh dan kaget saat Nisha dalam kondisi seperti itu,bukannya Bara memalingkan wajahnya malah dia melihat dengan pandangan lurus kearah Nisha.
Nisha kemudian mengambil sesuatu didekat nya dan melihat ada minyak telon bayi,ia kemudian melempar ke arah Bara
"Dasar penguntit!!! keluar dari kamar ku!!! " kesal Nisha
"maaf..maaf..." ucap Bara yang tak enak.
Bara kemudian keluar dari kamar Nisha, sedangkan Nisha lalu menuju pintu kamar dan menguncinya.
"jam berapa sekarang...Dia pasti sudah tidak waras karena mengunjungi anaknya semalam ini... benar-benar seenaknya sendiri!!" gerutu Nisha
__ADS_1
setelah beberapa menit,Nisha sudah berpakaian piyama, ia melihat kearah jam di dindingnya saat ini adalah pukul 22.30 .diluar dugaan Bara masih di ruang tamu apartemennya.
"Bisakah kamu memiliki etika !!! kau tau ini jam berapa??"
Bara menoleh kearah Nisha,dia tahu saat ini Nisha begitu marah kepadanya.
"Aku ingin bertemu dengan Putriku apa aku salah??"
"kau bisa menahan nya sampai besok pagi... tidak seharusnya kamu malam malam ke apartemen dan masuk kedalam ke kamar ku begitu saja!! ingat kita sudah tidak memiliki hubungan apapun..dan sekali lagi kamu melakukan hal itu,aku tidak akan segan-segan memanggil security untuk mengusir mu !!"
Bara berdiri dan mendekat ke arah Nisha, sontak Nisha terlihat gugup dan memundurkan tubuhnya,Hingga Nisha sampai ke dinding
"mau apa dirimu...??" ucap Nisha dengan takut
"apa kamu tidak merindukan ku??"
"untuk apa aku merindukanmu??kau bukan siapa-siapa ku lagi!!" ucap Nisha dengan gugup
Nafas Bara dan Nisha terlihat 1memburu, mereka saling bertukar udara karena jarak mereka yang terlalu dekat.
"jika kamu tidak merindukan ku..itu berarti hanya aku yang merindukan mu??" ucap Bara kepada Nisha
Nisha begitu gugup matanya melihat kearah Bara.Mata mereka bertemu dan terlihat mata Bara terlihat sendu,ada rasa kesedihan di dalam matanya.
Bara mendekatkan kepalanya kearah Nisha,sesuatu akan terjadi itu yang ada di dalam pikiran Nisha saat ini.meski terlihat lambat Bara yang sedikit menunduk dan mendekatkan Bibirnya ke arah Nisha.Sontak Nisha kemudian memejamkan matanya.
.
.
.
__ADS_1
siang gengs...masih stay kan .kasih votenya dong,biar rajin UP😅ðŸ¤
Instagram eunhyeayu90