HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
37. merawat


__ADS_3

hai hai.. maaf banget pemirsa. author benar-benar melupakan cerita ini. tapi terima kasih ya sudah di ingatin. hehehe.. jangan marah-marah pemirsa... hehehe..😁😁😁


***


Dengan takut-takut, yoga pun langsung menunjuk ke arah yang sudah tidak jauh dari Mereka berdiri.


"Tempatnya di sana Bu, ada mayat." ujar yoga lagi kepada anara. Akhirnya anara menurunkan kripla dan menitipkannya kepada anak-anaknya yang lain.


"Kalian tetap berada di sini, biar ibu yang memeriksa." Ujar anara lagi kepada anak-anaknya.


Setelah itu, anara langsung bergegas berjalan menyusuri tempat di mana yoga menunjukkannya tadi. Dan benar saja, di tempat itu memang ada seseorang yang tergeletak tak sadarkan diri. Anara pun langsung berjalan mendekat dan memeriksa denyut nadi orang tersebut.


Ternyata, walaupun lemah denyut nadi nys masih terasa. menyadari hal itu, Anara pun langsung bergegas membopong tubuh itu dan membawanya ke tenda. ia tidak peduli, Apakah orang ini orang jahat atau tidak. yang penting niatnya hanya satu, menolong kehidupannya. Kini mayat itu telah berada dalam gendongan anara. Kemudian ia langsung kembali menghampiri anak-anaknya.


"Ayo nak kita kembali, Kakak tolong bimbing kripla jalan ya." Ujar anara kepada anak sulungnya.


Yoga dan anak-anak lainnya yang masih merasa takut melihat orang yang berlumuran darah, yang kini telah berada dalam gendongan anara langsung mengangguk patuh. Yoga pun langsung mengangkat tubuh mungil adiknya dan membawanya dalam gendongan.


"Ayo kembali sayang.." ujar anara lagi.


Akhirnya mereka semua melangkahkan kaki meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke tenda mereka. Sesampainya mereka di tenda, anara memerintahkan anak-anaknya untuk membentangkan tikar agar bisa meletakkan laki-laki ini di atasnya.


"Sayang, tolong ibu. Tolong bentangkan tikar Yang tadi kita bawa dan kemudian tolong juga keluarkan bantal dan selimut dari dalam tenda ya." Ujar anara kepada anak-anaknya.

__ADS_1


"Baik bu." Akhirnya anak-anaknya bekerja sama.


Yoga langsung menurunkan adiknya kripla dan langsung membantu kedua saudaranya yang lain untuk membentangkan tikar tersebut. karena tikarnya lumayan besar untuk seukuran anak sekecil seperti mereka.


Sementara Sekar, ia telah berlalu masuk ke dalam tenda dan mengambil bantal serta selimut. Ia juga meletakkan bantal itu dengan baik. Anara sendiri cepat-cepat meletakkan laki-laki tersebut yang ada dalam gendongannya di atas tikar tersebut yang telah dibentangkan oleh anak-anaknya.


"Terima kasih sayang... " Ujar anara sambil meletakkan lelaki itu dan memperbaiki posisi tidurnya.


Agar anak-anaknya dapat bermain dengan baik dan tidak mengganggu konsentrasinya, anara menyuruh anak-anaknya masuk ke dalam tenda dan memberikan mereka beberapa mainan di sana. Tak lupa juga ya memberikan buah-buahan kepada anak-anaknya agar mereka dapat memakannya dengan baik.


"Sayang. Ibu tidak bisa mengawasi keadaan di luar. Jadi kalian main di dalam tenda saja ya nak. Karena Ibu harus merawat laki-laki yang kita temukan tadi kasihan dia.." ujar anara meminta pengertian anak-anaknya. Ternyata mereka semua cukup pengertian dan menurut apa saja yang dikatakan oleh ibu mereka itu.


"Baik Bu Kami mengerti.." ujar anak-anaknya.


Setelah anara memberikan pengertian kepada anak-anaknya, kini ia beralih kepada lelaki yang barusan mereka selamatkan. Wajahnya yang dipenuhi dengan daerah dan bajunya juga tak terkecuali, membuat anara berpikir dua kali untuk menggantikan baju kepada lelaki itu.


Apalagi model baju yang dimiliki lelaki tersebut tidak ada dalam ruang dimensi anara. Karena anara tidak suka menyimpan baju yang merepotkan seperti itu. Ia sedikit menggarut Garut kepalanya karena bingung. Namun akhirnya ia tidak bisa menunda lagi.


Dengan cakatan dan menutup mata, Ia membuka baju pria tersebut dan membersihkan darah-darah yang ada di sana. Ia juga terkejut ketika mendapatkan banyak sayatan di bagian perut dan punggungnya. Anara cepat-cepat memasangkan celana bagi pria itu, walaupun dia hanya sedikit curi-curi pandang.


Karena kalau tidak curi-curi pandang, takutnya nanti tangannya akan menyentuh jamur keramat milik pria tersebut. Setelah selesai menggantikan pakaian, dan juga membersihkan bagian-bagian tubuh tertentu. Kini anara berfokus mengobati luka sayatan sayatan yang ada di tubuh pria itu. Tak lupa anara juga meneteskan air kehidupan di sana agar sedikit menghancurkan beberapa bakteri yang mungkin telah menyusup ke luka itu.


"Huh akhirnya selesai juga.." ujar anara sambil menyeka keringatnya.

__ADS_1


Luka-luka yang ada di dalam tubuh pria itu telah diperban dengan rapi. Tak lupa anara juga memperbaiki selimut pria tersebut dan menjauhkan pakaian yang berlumur darah itu dari tenda mereka. Setelah itu, anara kembali melihat kondisi anak-anaknya yang ternyata sudah tertidur semuanya.


Anara yang melihat itu pun tersenyum dan hanya menggelengkan kepalanya saja. Setelah itu, anara memastikan anak-anaknya tertidur dengan baik. begitu juga dengan pria tersebut sebelum anara memulai aktivitas memasaknya kembali.


Ia tentu saja harus memasak makan malam untuk mereka. Dengan semangat 45, anara pun mulai memasak ayam yang ia ambil dari ruang dimensinya dan juga bumbu lainnya. Cukup lama ia berkutat memasak makan malam untuk mereka, tiba-tiba Sekar terbangun dan disusul oleh anak-anaknya yang lain.


"Ibu masak apa...??" Tanya Sekar yang tentu saja mengejutkan anara di sana.


"Astaga naga... Ya ampun Sekar... Kamu ngagetin Ibu saja.." ujar anara sambil memegangi dadanya yang tiba-tiba berdetak sangat cepat akibat terkejut mendengar suara anaknya itu. Sekarang melihat ibunya terkejut pun langsung cengengesan.


"Maaf Bu.. Sekar tidak bermaksud untuk menakuti ibu.. hehehe.." ujar Sekar dengan suara khas bangun tidurnya. Sekar pun langsung mengambil tempat duduk di samping sang ibu yang sepertinya sedang membereskan sesuatu.


"Ibu sudah selesai masak..?? Ibu masak apa..??" Sekar lagi kepada anara.


"Ibu masak ayam bakar dan ayam pop. Tapi sudah selesai kok... Kenapa ?? Sekar sudah laper nak..?? Gimana tidurnya nyenyak nggak..??" Tanya anara lagi kepada anak gadisnya itu. Sekar pun menganggukkan kepalanya.


"Tidur Sekar sangat nyenyak Bu. Terus Sekar juga sudah merasa lapar, hehehe.. aroma masakan ibu masuk ke dalam tenda. Makanya Sekar terbangun.." ujar Sekar lagi dengan mata berbinar dan ditemani dengan sorot bola matanya yang sangat cantik itu. Ditambah lagi pipi Sekar sudah sangat berisi sehingga membuat anara menjadi gemas melihat anak gadisnya itu.


"Kamu cantik banget sih sayang..." Ujar anara sambil mencubit kemas pipi anaknya. Sekar pun langsung tersenyum mendapatkan pujian itu.


"Tentu saja, kan dirawat dengan penuh kasih sayang oleh ibu..." Ujar Sekar sambil memeluk lengan ibu angkatnya itu. Anara juga tersenyum dan ikut mendusel kepalanya di kepala putrinya itu dengan penuh kasih sayang.


"Syukurlah kalau Sekar sudah sehat dan menjadi anak yang cantik. Ibu sangat senang.. Ya sudah, sekarang bangunkan kakak dan adik-adik Sekar ya. Karena sekarang waktunya untuk mandi." Ujar anara lagi ke pada anak gadisnya.

__ADS_1


Sekar pun langsung menganggukkan kepalanya. Dengan cepat ia beranjak dari posisi duduknya dan berlari masuk ke dalam tenda. Sebelum masuk ke dalam tenda, Sekar sempat melirik pria yang terbaring di samping tenda mereka dengan hangat. Setelah itu, Sekar langsung masuk untuk membangunkan saudara-saudaranya.


__ADS_2