
Bayu yang mendengar penuturan Nakula pun langsung tersenyum.
"Tentu saja tidak... Paman tidak capek karena menemani kalian bermain kemarin. hanya saja, memang semalam Paman agak sulit tidur, sehingga Paman tertidur Saat matahari sudah mau terbit. alhasil Paman kesiangan.." ujar Bayu lagi dengan Ramah kepada anak-anak itu.
"oh seperti itu ya paman. Kami pikir paman kelelahan karena menemani kami kemarin."ujar yoga lagi. anak-anak itu pun tertawa dengan senang. sementara anara hanya tersenyum simpul saja.
"Apakah kamu merasa tidak enak atau merasakan sesuatu yang sakit sehingga mengganggu tidurmu..??" tanya anara lagi.
takutnya, ada luka-luka yang sudah mulai sembuh dan kering itu menganga kembali. mendengar pertanyaan anara, Bayu pun langsung menggelengkan kepalanya.
"tidak nona Nara. hanya saja semalam aku merasa gelisah, tapi tidak tahu gelisah karena apa.." jawab Bayu lagi berpura-pura memasang wajah sedih seperti.
dan lagi-lagi Mandala yang melihat drama sang Tuan dibuat tidak percaya. Apakah tuannya ini memiliki dua kepribadian. saat bertemu dengan anak buahnya dan membicarakan tentang misi, pangeran Bayu akan berekspresi dingin dan tegas tapi saat berhadapan dengan Nona anara dan anak-anaknya, Ia akan merubah ekspresinya menjadi lelaki yang perhatian dan hangat kepada anak-anak itu.
(wah sepertinya langit akan segera runtuh..) batin Mandala sambil menggelengkan kepalanya namun saat itu juga bibirnya langsung menerbitkan senyum karena hal ini tentu saja kabar baik yang mungkin sebentar lagi pangeran mereka ini akan meninggalkan masa jomblonya.
(hehehe.. inimah aroma-aroma lepas dari dari) julukan pria paling dingin... lanjutkan yang mulia. hehehe..) ujar Mandala dengan senyum jenaka.
sementara itu, Bayu berjalan mendekati anara dan anak-anak yang sedang berlatih itu. Ia mendekati si anak bungsu yang hanya menggerakkan tubuhnya sembarangan. anara pun membiarkan hal itu yang penting tubuh kripla digerakkan dan tidak kaku.
"hei Paman gabung ya... Paman juga mau olahraga dan latihan ilmu beladiri. sepertinya Paman cukup tertarik.." ujar Bayu kepada anak-anak itu sementara ia sudah berdiri di samping si bungsu.
__ADS_1
"Iya paman..." jawab mereka dengan serentak. anara dan anak-anak itu ditambah dengan Bayu kembali melakukan aktivitas olahraga dan juga ilmu bela diri mereka.
saat anara sedang fokus, tiba-tiba ia berhenti karena terlihat matahari sudah mulai merangkak naik dan muncul.
"anak-anak, kalian lanjutkan latihannya bersama paman ya. ibu akan menyiapkan sarapan dulu untuk kita." ujar anara kepada anak-anak itu. anak-anak yang mendengar penuturan anara pun langsung merespon cepat.
"baik bu..." jawab mereka berlima dengan serentak. anara kini mengalihkan pandangannya ke arah Bayu.
"Tuan Jaka, saya titip anak-anak ya. nanti sebelum selesai berolahraga, ingatkan anak-anak untuk melakukan pendinginan. mereka sudah paham gerakannya kok." ujar anara lagi meminta tolong kepada Bayu. Bayu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"baik Nona Nara." setelah itu anara pun langsung meninggalkan halaman belakang yang memang sering dijadikan tempat latihan oleh anara dan sekaligus tempat olahraga. Ia Kini harus membuat sarapan untuk keluarganya.
"sebaiknya aku masak mie ayam saja lah... dan juga lontong sayur. Aku yakin anak-anak tidak akan puas dengan satu menu apalagi ada Jaka di antara kami." ujar anara lagi.
akhirnya anak-anak memutuskan untuk membuat mie ayam dan juga lontong sayur. tentu saja semua bahan-bahan ya ambil instan dari ruang dimensinya. dengan telaten anara mulai meracik bumbu dan bumbu untuk membuat makanan tersebut. dan tak lama aroma wangi pun mulai menyebar ke seluruh ruangan bahkan sampai keluar sehingga membuat anak-anak anara dan juga Bayu yang masih dalam kegiatan olahraganya itu menghentikan aktivitas mereka.
"mmm... ibu masak apa..?? ini wangi sekali..!!" seru yoga kepada Nakula dan Sadewa.
(iya ya, Nara masak apa... aromanya wangi sekali membuat perut meronta-ronta meminta untuk diisi. ini bahaya ini bisa-bisa jadi gemuk Karena semua masakan yang dimasak oleh anara selalu sukses membuatku tergoda dan terlena.) batin Bayu yang kini mulai waspada.
tapi walaupun begitu Bayu benar-benar sangat jatuh cinta dengan masakan anara. dia yang sudah tinggal hampir sebulan di rumah ini benar-benar disuguhkan dengan menu-menu makanan yang menurutnya tidak pernah ada di kerajaan bareng sabrangan ini. mungkin ada satu persatu, tetapi cara pengolahannya dan rempah yang ditambahkan oleh anara serta aroma semerbak yang dikeluarkan oleh masakan itu sangat berbeda dengan masakan yang biasanya mereka makan di kerajaan ini.
__ADS_1
"aku juga kurang tahu. kemarin-kemarin ibu masak bakso, mieso dan soto. tapi untuk yang ini aku belum tahu." ujar Nakula sambil mengangkat bahunya merendahkan bahwa dirinya memang tidak tahu ibunya sedang memasak apa.
"Ya sudah kalau begitu, Ayo kita lihat." ajak Sadewa kepada saudara-saudaranya.
"iya iya, Aku juga merasa penasaran apa yang ibu masak." ujar Sekar lagi dengan antusias.
namun di saat anak-anak itu sudah mulai beranjak dari posisi mereka, Bayu pun langsung bersuara Untuk menghentikan anak-anak itu.
"tunggu dulu, kita harus melakukan gerakan pendinginan dulu. setelah itu baru pergi melihat Nona Nara memasak. Ayo Apakah kalian tidak ingin mengajarkan paman, bagaimana cara gerakan pendinginan yang dimaksud oleh ibu kalian..??" ujar Bayu lagi.
anak-anak yang mendengar penuturan Bayu pun sontak langsung berhenti. Mereka pun mengingat dengan nasehat selalu bahwa tidak boleh sembarangan meninggalkan kegiatan olahraga tanpa pendinginan. takutnya nanti saraf-saraf mereka tidak akan berfungsi dan bekerja dengan baik. itulah yang sering dikatakan oleh anara kepada anak-anaknya. benar atau tidaknya, author pun tidak tahu. 😆
"eh Iya paman. kami hampir lupa.. Ya sudah ayo kita lakukan agar cepat selesai." ujar Nakula lagi kepada saudara-saudaranya.
akhirnya mereka melaksanakan kegiatan olahraga bagian terakhir, yaitu pendinginan. Bayu yang masih berada di sana pun mengikuti gerakan demi gerakan dari anak-anak itu. menurut Bayu, ini benar-benar cukup membantu untuk meregangkan otot-otot yang kaku.
(dari mana Nara dan anak-anaknya mengetahui kegiatan seperti ini. aku pikir ini sangat cocok untuk meregangkan otot dan meminimalisir cendera yang akan diciptakan apabila melakukan latihan pedang.) batin Bayu lagi. yang lagi-lagi merasa takjub dengan kegiatan anak-anak itu.
selama 30 menit kegiatan pendinginan yang mereka lakukan itu, akhirnya selesai juga. anak-anak langsung berlarian masuk ke dalam rumah dan mendapati anara telah menyelesaikan pekerjaannya. saat ini ia sedang membagi makanan itu dalam mangkok satu persatu.
"ibu... Ibu sedang masak apa..?? aromanya sangat wangi dan membuat kami tidak tahan ingin mau mencicipinya..." ujar Sekar selaku anak pertama yang diistimewakan oleh saudara-saudara laki-lakinya.
__ADS_1