
Ada perasaan lega ketika dirinya melihat keberadaan anara baik-baik saja dan tanpa kekurangan suatu apapun.
"syukurlah kamu sudah kembali. aku dan anak-anak sedang mengkhawatirkan dirimu. tapi, di perjalanan kamu tidak menemukan bahaya apapun kan..??" tanya Bayu dengan raut wajah kecemasan.
Anara sendiri pun dapat melihat dengan jelas raut wajah cemas dari Bayu itu. Anara yang sedikit merasakan perhatian dari lawan jenis dan entah kenapa merasakan sesuatu perasaan yang aneh dalam hatinya. namun dengan cepat anara langsung menepis perasaan itu.
"Tentu saja, aku tidak apa-apa Jaka. terima kasih banyak karena sudah mengkhawatirkanku. Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam rumah. aku juga harus memasak makan malam untuk kita semua, ini aku sudah beli daging sapi di pasar." ujar anara sambil memperlihatkan seonggok daging yang diikat dengan tali di tangannya. sementara tangan yang lain membawa jajanan untuk anak-anaknya.
"huf.. syukurlah kalau begitu nona. Ya sudah, berikan saja padaku, biar aku iris-iris dan mencucinya. Nona temani saja anak-anak terlebih dahulu. nanti kalau sudah selesai saya akan memanggil nona Nara kembali." ujar Bayu langsung mengambil alih daging lembu itu dari tangan kanan anara.
anara sendiri tidak menolak. dia membiarkan Bayu membersihkan daging-daging itu dan juga memotong-motongnya dengan ukuran yang sesuai. sementara dirinya, ia langsung berjalan menemui anak-anaknya itu. dirinya yang setengah hari tidak bertemu dengan anak-anaknya, sudah sangat merasa rindu dengan mereka.
"anak-anak... Ibu pulang...!!!" seru anara membuat semua anak-anak yang diam saja dan berekspresi cemas itu langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah anara dan juga bangkit dari posisi duduk mereka.
Mereka berlima langsung berlarian untuk memeluk tubuh ibu mereka itu.
"uuu.... Ternyata anak-anak Ibu merindukan ibu ya..." ujar anara sambil merangkul tubuh anak-anaknya membawa mereka dalam pelukannya.
"Ibu kenapa lama sekali di pasar..?? kami sangat mengkhawatirkan ibu." ujar yoga selaku kakak pertama dari adik-adiknya.
anara pun langsung mengusap lembut kepala yoga dan menenggelamkan satu kecupan di dahi anak itu begitu juga dengan anak-anak lainnya.
"maaf ya, Ibu memang sedikit terlambat karena masih banyak urusan yang Ibu kerjakan di sana. Ya sudah, sebagai permintaan maaf ibu, Ibu sudah memberikan jajanan untuk oleh-oleh bagi anak-anak ibu yang tampan dan cantik ini." ujar anara sambil memperlihatkan bungkusan daun yang berisi oleh-oleh atau makanan ringan yang dibelinya dari pasar.
__ADS_1
anak-anak yang melihat oleh-oleh sederhana yang diberikan oleh ibu mereka Langsung bersorak kegirangan. padahal, mereka sudah sering memakan makanan enak yang diberikan oleh anara, Tapi tetap saja mereka akan sangat senang mendapatkannya lagi dari ibu mereka.
anara pun langsung membuka bungkusan bungkusan itu dan menyerahkannya kepada anak-anaknya.
"Ayo dimakan. jangan rebutan ya.. makan sama-sama dan saling berbagi dengan saudara-saudara lainnya." ujar anara lagi kepada anak-anaknya.
anak-anak itu pun langsung mengambil posisi tempat duduk yang begitu manis dan kemudian mau mengkonsumsi jajanan yang dibeli oleh anara dari pasar dengan begitu lahap. anarah tersenyum melihat anak-anaknya yang begitu akur.
"ya sudah. kalian habiskan makanannya, ibu akan melihat Paman Jaka dulu di dapur ya..." ujar anara lagi. anak-anak itu segera menganggukkan kepala mereka.
begitupun dengan anara, dirinya langsung bangkit dan berjalan menuju ke arah dapur di mana Di sana pangeran Bayu tengah mengiris-iris daging yang dibawa oleh anara selepas pulang dari pasar.
"Bagaimana Tuan jaka, Apakah sudah selesai..??" tanya anara kepada pangeran Bayu.
"kalau begitu aku siapkan peralatan dan bahan masak lainnya." ujar anara dan langsung dibalas dengan anggukan kepala dari pangeran Bayu.
anara pun langsung bergegas berjalan ke arah lemari yang sederhana dan mengeluarkan beberapa bahan dan alat untuk memasak. dirinya berencana membuat daging kalio untuk makan malam mereka. tak lupa dirinya juga mengeluarkan beras untuk dimasak.
anara menyusun semua itu di atas meja dengan rapi. sementara pangeran Bayu sendiri melihat bahan-bahan tersebut langsung mengerutkan keningnya.
"Nona ingin membuat apa dengan daging ini..??" tanya Bayu dengan penasaran. anara mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah Bayu sekilas kemudian fokus kembali dengan kegiatannya.
"Aku ingin membuat daging kalio dan memasak nasi untuk makan malam kita hari ini." ujar anara lagi menjawab pertanyaan sang pangeran.
__ADS_1
pangeran Bayu pun tidak melanjutkan pertanyaannya, sebenarnya ia penasaran dengan nama makanan itu. tapi dia mengurungkan niatnya untuk bertanya dan melanjutkan kegiatannya untuk menyelesaikan memotong daging-daging tersebut.
setelah selesai memotong daging, pangeran Bayu langsung memindahkan daging-daging itu ke dalam wadah yang sudah disiapkan oleh anara.
"ini sudah selesai nona..?? lalu saya harus membantu apa lagi..??" tanya pangeran Bayu kepada Nara. anara pun tersenyum menanggapinya.
"tidak usah. tinggalkan saja di sana. nanti biar aku yang melanjutkannya.. sebaiknya lakukan kegiatan lain saja atau bermain bersama dengan anak-anak.." ujar anara lagi yang tidak ingin merepotkan pangeran Bayu yang dianggapnya adalah Jaka.
"tidak apa-apa nona. Saya akan membantu Nona untuk memasak agar lebih cepat. lagi pula saya sudah sangat lapar hehehe.. tadi siang saya tidak makan banyak karena terlalu mengkhawatirkan keberadaan nona.." ujar pangeran Bayu dengan sesungguhnya.
memang benar, saat mereka makan siang tanpa anara, Bayu seorang kehilangan selera makannya dan hanya memakan sedikit. selebihnya, Ia mengurus kelima anak itu dengan baik. dirinya juga melakukannya sendiri tanpa bantuan dari pengawal bayangannya. takutnya nanti anak-anak itu malah mengadu kepada Ibu mereka.
anara yang mendengar kebenaran yang diungkapkan oleh pangeran Bayu langsung membulatkan matanya.
"eh kenapa begitu..?? kan aku sudah pesan untuk kalian makan dengan baik.."ujar anara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
sementara pangeran Bayu hanya cengengesan saja. tapi anara sama sekali tak merasa tersinggung, wajar saja jika seseorang mengkhawatirkan dirinya, apalagi pangeran Bayu ini memang sedang menyamar dan membutuhkan dirinya, itulah pikiran positif yang terlintas di kepala anara.
"Ya sudah kalau begitu, karena kamu sudah sangat lapar, aku menginginkanmu untuk memberikan perasaan jeruk lemon ini ke daging-daging itu untuk dimarinasi. bisa kan..??" tanya anara lagi sambil menyodorkan satu buah lemon yang sedang. Bayu pun segera menerima lemon lemon itu.
"tentu saja Nona.." ucap pangeran Bayu yang mulai sudah menerima dan memeras lemon itu satu persatu.
"Tuan Jaka, setelah selesai memeras lemon lemon tersebut, tolong berikan ini juga, setelah itu pangeran Bayu campurkan dengan tangan dan di diamkan selama beberapa menit." ujar anara lagi.
__ADS_1