
Setelah itu, Bayu pun langsung memasukkan buah matoa yang tadi dikupas oleh yoga ke dalam mulutnya. dan saat pertama kali ia merasakan buah tersebut, Bayu langsung jatuh cinta karena ternyata buah itu memang rasanya sangat enak dan manis.
"emmm.... benar-benar, rasanya sangat manis.. dan Paman sangat menyukainya.." tutur Bayu. anak-anak itu pun tersenyum lucu melihat ekspresi dari Bayu.
" kalau begitu, Paman coba yang ini juga.." ujar Sadewa yang kini sudah mengupaskan buah lengkeng yang ada di tangannya dan langsung menyodorkannya di hadapan Bayu.
Bayu mengamati bentuk dari daging dari buah-buahan tersebut. menurutnya, tak ada yang berbeda dari daging-daging buah-buahan itu. dan sudah pasti rasanya juga akan sama. namun Bayu tidak menolaknya, Ia langsung mengambil buah yang ada di tangan Sadewa dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.
"wah !!! Paman kira rasanya akan sama. ternyata rasanya juga berbeda dari buah yang pertama. cuman dagingnya saja yang mirip. terima kasih Sadewa.." ujar Bayu lagi dengan ekspresi lucunya,dan anak-anak itu pun kembali tersenyum.
"Iya paman sama-sama." mereka semua pun langsung fokus menghabiskan buah-buahan tersebut.
sementara anara di dapur juga sedang sibuk membuatkan makan siang untuk mereka. berhubung masih ada beberapa udang jumbo yang disimpan dalam ruang dimensi dan juga ikan yang hasil tangkapan anara itu. Ia langsung berencana membuat udang saus Padang dan ikan bakar.
ikannya juga ia bagi dua, yang satu, ia akan membuat nya menjadi ikan bakar, dan yang satunya lagi akan ia buat menjadi sup ikan. ia pun bekerja dengan cepat. rasanya, ia memang adalah seorang chef yang handal dalam mengolah makanan.
setelah cukup lama berkutat di dapur sederhana itu, akhirnya anara menyelesaikan pekerjaannya dan menata semua masakannya di atas meja yang sudah lumayan bagus setelah direnovasi. setelah selesai menata makanan tersebut, anara pun langsung berteriak memanggil Jaka dan anak-anaknya itu.
"anak-anak, makanannya sudah selesai Ayo semuanya ke dapur dan ajak Paman jaga juga.!" teriak anara dari dapur sana.
"Paman, Ibu sudah memanggil, Ayo kita ke dapur untuk makan siang.." ujar anak-anak itu dengan semangat. tak lupa yoga langsung menggendong adik bungsunya yang sudah berpipi gendut itu.
__ADS_1
"Ayo dek, biar kakak gendong..." ujar yoga kepada adiknya.
"tidak apa-apa. sini biar Paman saja yang menggendong Kripla." ujar Bayu dan mengambil alih kripla serta membawanya langsung ke dapur.
karena Bayu sudah membawa pergi adik bungsu mereka, mereka semua pun akhirnya mengekor Bayu saja dari belakang. anara yang melihat Bayu menggendong anaknya pun langsung kicep.
"eh.. kok kamu yang gendong kripla. kamu kan masih sakit Jaka." ujar anara setelah melihat kripla dalam gendongan Bayu.
"tidak apa-apa nona... saya sudah sembuh, hanya saja ingatan yang belum kembali." ujar Bayu mengulang kata-katanya lagi. anara pun langsung tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu, sini duduk dan letakkan kripla di tempat duduknya. anak-anak juga duduk dengan baik ya.."ujar anara lagi.
dari aroma makanan saja, Bayu sudah dibuat ngiler dengan baunya itu. dan saat pertama kali Indra perasanya merasakan makanan tersebut langsung membuatnya takjub.
"mmm..... Apa nama ikan ini nona.??. dan bagaimana cara Nona mengolahnya. rasa ikan ini sangat enak dan dipenuhi dengan rempah.." ujar Bayu memuji makanan tersebut.
(gila sih... aku baru pertama kali merasakan ikan yang diolah seperti ini. rasanya benar-benar sangat enak dan membuat boros nasi. Aku tidak tahu, kalau perempuan ini benar-benar sangat ahli dalam meracik bumbu makanan. tapi setahuku, nona-nona bangsawan, biasanya tidak akan pintar memasak seperti anara. mereka lebih senang mendapatkan instan. Apakah kehidupan anara benar-benar sulit ya..) batin Bayu sambil mengamati makanan tersebut agar tidak terlalu kentara kalau dirinya sedang melamun.
"jika kalian menyukainya... saya akan sering membuatnya untuk makan siang dan juga untuk makan malam. sementara untuk nama masakan ini yang pertama itu adalah udang saus padang, dan olahan ikan itu diantaranya ikan bakar dan sup ikan. jadi, tuan jaka yang masih dalam tahap proses pemulihan diharapkan untuk makan yang banyak termasuk sup itu. karena sup tersebut sangat baik untuk kesehatan." ujar anara lagi menjelaskan nama olahan-olahan makanan itu.
Bayu yang sudah tersadar dari lamunannya itu pun langsung segera merespon agar tidak terlalu kentara sekali bahwa beberapa saat sempat melamun.
__ADS_1
"untuk nama makanan yang pertama terlihat dan terdengar sangat aneh ya... udang saus padang... tapi rasanya sangat enak.." ujar Bayu lagi. anara yang memang berjiwa Aryani itu langsung tersenyum.
"Ya iyalah... orang itu resep makanan dari zaman modern.." ujar anara dalam hatinya. Ia tentu saja tidak akan membocorkan Siapa dirinya sebenarnya. takutnya nanti malah berujung petaka.
"kalau begitu makanlah yang banyak. dan dihabiskan. tidak perlu sungkan.." ujar anara lagi. Bayu pun langsung menganggukkan kepalanya Dan Tersenyum.
"baik nona. terima kasih banyak sebelumnya." ujar Bayu lagi.
(kalau begini caranya, aku sangat beruntung mendapatkan perempuan yang seperti ini. dia benar-benar mempunyai kebiasaan yang banyak. sudahlah pandai meramu obat-obatan, mengajarkan anak-anak nilai-nilai kehidupan, ditambah lagi memiliki masakan yang enak dan cocok di lidah. kalau begini caranya aku tidak akan melepaskannya dan akan segera memboyong mereka pulang ke kediaman. tapi aku harus bersabar, karena saat ini kondisi keadaan istana benar-benar tidak stabil. aku yakin ada konspirasi di dalam istana. dan aku harus memastikan itu terlebih dahulu.) batin bayu panjang lebar.
Ia tidak mungkin mengambil resiko membawa anara dan anak-anaknya ke kediamannya. apalagi dia belum tahu pasti apa yang sedang terjadi di istana. akhir-akhir ini juga ia jarang bertemu dengan kakaknya putra mahkota dari kerajaan barang sabrangan. Begitu juga dengan ayah dan ibunya.
***
ke esok harinya. mereka semua bangun dari tidur mereka. saat Bayu terbangun, ia sudah tak menemukan siapapun disampingnya. setaunya, yoga dan sikembar tidur bersamanya di luar kamar.
flashback on
saat malam menjelang. anara langsung menata tempat tidur untuk anak-anak. begitu juga dengan tempat tidur milik Bayu. anak-anak yang masih belum mengerti tentang batasan orang dewasa antara wanita dan laki-laki pun langsung bertanya.
"Bu. kenapa ibu menggelar tempat tidur di luar kamar..?? apa kita akan mulai tidur disini..??" tanya Nakula. pikiran mereka mungkin menganggap, Karena mereka semua sudah tambah personil, jadi kamar kecil mereka tidak akan muat untuk digunakan. anara yang mendengar pertanyaan dari anak-anak itu langsung tersenyum.
__ADS_1