HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
44. apa itu di punggung kalian ??


__ADS_3

Tentu saja cincin penyimpanan itu hanyalah sebuah kamuflase saja, aslinya ia menyimpan semua barang-barang itu ke dalam ruang dimensi. tak lupa Ia juga memasukkan bahan-bahan atau alat-alat masaknya lagi ke dalam cincin penyimpanan. walaupun sedikit memakan banyak waktu, tapi akhirnya kegiatan itu selesai juga. Bayu sendiri pun ingin membantu, tapi ia tidak tahu harus melakukan apa.


"Apakah sudah semuanya..??" tanya anara kepada anak-anaknya yang saat ini sudah membawa tas masing-masing di atas punggung mereka.


melihat bentuk tas atau tempat penampungan barang bawaan yang tidak pernah Bayu lihat sebelumnya lagi-lagi mengerutkan keningnya.


"apa yang di punggung kalian itu..?? Kenapa kalian menggendongnya di sana..??" tanya Bayu dengan ekspresi bodoh.


anak-anak yang mendengar pertanyaan itu pun seketika Tersenyum, kemudian Sadewa pun langsung menyambar pertanyaan tersebut.


"oh paman, ini namanya adalah ransel Ibu menamainya begitu. atau bahasa sederhananya adalah tas, biasanya ini digunakan untuk mempermudah kita membawa barang-barang bawaan kita seperti baju atau benda-benda yang muat di dalam tas ini. setelah itu pengaitnya langsung ditarik dan menutup sempurna jadi tidak perlu khawatir lagi kalau akan ada barang kita yang terjatuh." jelas sadewa kepada Bayu.


Bayu yang mendengar penjelasan anak kembar itu pun langsung tersenyum. ia mengganggu anggukkan kepalanya dan benar saja dugaannya bahwa anak-anak ini adalah anak-anak yang bijaksana. ia sendiri sebenarnya masih belum mengerti, dari mana mereka mendapatkan benda-benda aneh itu, tapi terlihat praktis.


namun, Bayu tak ingin bertanya lagi, bisa-bisa dirinya masih karena syok. anara sendiri tersenyum mendengar anaknya telah mampu menjelaskan fungsi barang dengan baik kepada orang lain.


"oh iya tuan, Apakah anda benar-benar tidak mengingat nama anda..?? lalu Bagaimana cara saya dan anak-anak memanggil anda.." ujar anara lagi kembali mengingatkan masalah nama kepada Bayu.


Bayu yang melupakan hal tersebut tentu saja hanya mampu menggaruk-garut kepalanya saja. tak hanya anara yang memperhatikan nya, tapi anak-anak itu juga ikut memperhatikan dirinya.


"kalau begitu, Nona bisa memanggilku apa saja atau berikan nama panggilan untukku sampai aku bisa mengingat namaku dengan baik." ujar Bayu lagi. anara yang mendengar penuturan dari pria tersebut langsung menggangguk anggukan kepalanya mengerti.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu.. Bagaimana dengan panggilan, mmm... jaka saja.."ujar anara kepada Bayu.


menurut anara, nama itu cukup mudah untuk dia ingat, ya walaupun nama tersebut tak cocok dengan wajahnya. Bayu yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya.


"tidak masalah nona...(lagian nama itu juga tidak terlalu buruk.)" ujar Bayu lagi menyambung kalimatnya dalam hati.


"okelah kalau begitu. kami akan memanggilmu dengan nama Jaka. Ya sudah, ayo anak-anak kita berangkat dan kakak tolong pimpin jalannya ya.." ujar anara lagi kepada anak pertamanya.


sementara itu, anara langsung menggendong sang anak bungsu ke dalam punggungnya dan berjalan mengambil dan menyeret dua buah kuda itu. Bayu yang tampak melihat anara kesusahan langsung berinisiatif.


"Nona, berikan saja kudanya kepadaku. biar aku yang membawa." ujarnya sambil mengambil alih kedua kuda tersebut dan menyeretnya. anara pun tersenyum melihat pria itu begitu polos di hadapannya.


"oh ya, maaf nona kalau saya lancang. kalau saya boleh tau, saya panggil Nona dengan nama apa..??" tanya Bayu berpura-pura gugup. anara tersenyum mendengar pertanyaan itu. karena dirinya juga tahu bahwa mereka belum berkenalan atau tepatnya Dirinya belum menyebutkan siapa namanya.


" maaf. kamu pasti bertanya-tanya ya. nama saya anara. lebih tepatnya anarawati. dan mereka semua ini adalah anak-anak saya." ujar anara.


Bayu yang mendengar penuturan anara langsung mengganggu anggukan kepalanya. tentu saja Bayu sudah mengetahui semuanya.


"oh baiklah kalau begitu nona anara. mari kita lanjutkan perjalanan saja." ujar Bayu lagi. akhirnya mereka semua melanjutkan perjalanan mereka.


***

__ADS_1


dan setelah menempuh Medan perjalanan yang cukup sulit. akhirnya anara dan anak-anaknya serta Bayu telah sampai di desa buangan. tak lupa juga mereka mengantarkan kuda-kuda tersebut kepada pemiliknya terlebih dahulu.


"ayo jalan Jaka. kalau kamu ingat, pasti kamu tau nama desa ini.." ujar anara kepada Bayu. mereka semua berjalan kaki memasuki desa tersebut.


tapi, disana Bayu memang tak tau kalau ada desa yang sejuk dan hijau seperti ini. bukankah kerajaan barang sabrangan ini tidak memiliki desa yang seperti ini..??pikir Bayu lagi. anara yang merasa kalau Jaka tidak mengikutinya, ia langsung menghentikan langkahnya dan melihat kearah Jaka.


"Jaka, apa yang terjadi..?? apakah kamu mulai mengingat sesuatu..??" tanya anara.


Bayu yang saat itu mendengar suara anara pun langsung tersadar. kemudian tersenyum canggung dan melangkah kan kakinya.


"em.. maaf.. aku tadi sedang mencoba untuk mengingat-ingat.. tapi, tak satupun yang terlintas di kepala ku. aku khawatir nya, tidak bisa lagi mengingat siapa diriku." ujarnya dengan ekspresi lemah dan muram.


Mandala, yang saat itu sudah berada dalam bayang-bayangan sang junjungan hanya bisa melongo melihat sifat junjungannya itu. ia yakin, pasti kepala tuannya itu terbentur. kalau tidak, mana mungkin ia akan merubah sifatnya seratus delapan puluh derajat. sungguh, ia tidak menyangka kalau drama pura-pura yang diciptakan oleh tuannya benar-benar begitu maksimal. anara sendiri lagi-lagi hanya menanggapinya dengan senyuman. ia tau kekhawatiran yang Jaka rasakan.


"tidak perlu takut. aku yakin, cepat atau lambat, pasti kamu akan ingat siapa dirimu.. sekarang, ayo kita kembali ke gubuk kami. anak-anak pasti sudah sangat lelah menempuh perjalanan." ajak anara lagi.


sejauh ini anara tak menaruh curiga apapun kepada Bayu. Ia hanya berperan sebagai manusia penolong Untuk meringankan beban pikiran pria tersebut. anara juga akan berusaha membuat pria itu menjadi nyaman dan kemudian mendapati ingatannya kembali.


akhirnya, mereka semua pun kembali melanjutkan perjalanan mereka. karena mereka masih harus melewati beberapa tempat dan kebun sawah serta beberapa ladang lainnya yang harus mereka lewati di sana untuk sampai ke gubuk reyot milik anara dan anak-anaknya.


di sepanjang perjalanan menuju gubuk reot milik anara dan anak-anak itu, sepanjang itu pula Bayu selalu berdecak kagum melihat Desa yang dahulunya ia ketahui bertanah gersang dan tidak ada kehidupan di dalamnya menjadi sebuah desa yang begitu subur dan hijau serta bahan pangan yang melimpah di sini.

__ADS_1


__ADS_2