
Lagipula, anara pernah mengatakan kepada mereka cukup menikmati saja apa yang Ibu mereka berikan tanpa harus banyak bertanya. Mereka semua pun melenggang masuk ke dalam tenda mengikuti anara di sana. Setelah itu anara menyusun posisi tidur anak-anaknya.
"Ibu.. Apakah Paman itu akan tidur di luar..?? Kan di luar udaranya dingin Bu.." ujar yoga lagi kepada Nara. Anara pun langsung tersenyum kepada yoga.
"Tidak apa-apa sayang. Lagi pula, Ibu sudah menyiapkan selimut tebal untuk paman itu. Dan ibu juga akan tidur di luar bersama paman itu untuk menjaganya. Nggak papa kan..??"tanya anara kepada anak-anaknya.
Tentu saja anara harus tidur di luar untuk menemani pasien tersebut. Mana tahu, di malam hari ia tersadar dan membutuhkan sesuatu sehingga anara bisa membantunya
"Iya Bu tidak apa-apa.. lagian kasihan pamannya Kalau tidur sendirian. Apalagi pamannya sedang sakit.." ujar anak-anak itu lagi.
"Ya sudah kalau begitu, Kakak buruan tidur.." ujar anara sambil menenggelamkan satu kecupan kepada anak-anaknya itu.
"baik Bu..." akhirnya yoga pun memejamkan matanya untuk tidur menyusul adik-adiknya yang sudah tertidur terlebih dahulu.
Setelah yoga tidur, anara pun langsung keluar dari tenda dan melihat kondisi pria yang masih terlelap itu di luar tenda mereka itu. dan Sebelum anara tidur, anara terlebih dahulu memeriksa keadaan dan kondisi pria tersebut.
"Ternyata pria ini cukup kuat untuk menahan semua rasa sakitnya. Kalau manusia biasa mungkin sudah meninggal. Berarti benar, pasti pria ini sepertinya bukan orang sembarangan." Ujar anara lagi.
Akhirnya anara kembali mengeluarkan kursi lipat yang cocok dijadikan kursi untuk bersantai dan cocok di gunakan di tepi pantai untuk berjemur. ia memilih untuk tidur di atas itu saja, daripada nanti harus tidur berdampingan dengan pria tersebut. Kan nggak lucu kalau nanti pria itu terbangun dan melihat dirinya atau dirinya sedang memeluk tubuh pria itu dengan tidak sengaja.
Akhirnya anara memilih untuk tidur di kursi yang bisa dibongkar pasang. Tak lupa ia memasang beberapa penutup lagi agar angin tidak terlalu menghembus langsung di wajah mereka. Suasana begitu Hening dan tenang itu langsung membuat anara terlelap.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, ketika hari masih terlihat gelap, pria itu pun terbangun perlahan dan menemukan dirinya dalam kondisi hangat. tak lupa, luka-lukanya juga sudah diobati dan diperban dengan baik. Cahaya tamaran yang menyinari mereka di malam itu, membuat pria tersebut mengedarkan pandangannya.
"Di mana ini..??" Ujarnya dengan pelan.
Pria tersebut mengedarkan pandangannya, sampai akhirnya ia menyadari, kalau ada seorang perempuan yang tidur di sebuah kursi yang menurutnya terlihat aneh itu, melihat perempuan itu, pria tersebut pun langsung mengerutkan keningnya. Ia juga mendapati sinar tamaran di dalam tenda yang ada di sebelahnya.
"Di mana Ini ?? dan siapa perempuan itu..?? Apakah perempuan ini yang sudah menyelamatkanku..??" Tanya pria itu dalam hati.
Saat pria itu sedang melamun sambil menatap perempuan tersebut, tiba-tiba suara rengekan kecil terdengar dari dalam tenda yang ada di sebelah mereka. Yang tentu saja membuat pria itu menjadi terkejut dan sekaligus membangunkan anara dari tidurnya. Pria itu yang melihat anara terbangun Langsung kembali pura-pura tidur.
"Ugh..." Rinti anara sambil bangkit dari posisinya saat ini. anara mengucap-ngucek matanya sejenak. kemudian mengerahkan pandangannya ke arah pria yang masih terbaring itu.
"Syukurlah, tubuhnya kembali menghangat." Ujar anara dengan pelan.
Setelah mengatakan hal itu anara langsung bangkit dan masuk ke dalam tenda. Anara memperbaiki selimut pria tersebut sebentar, sebelum masuk kedalam tenda. disana, Ternyata Kripla sedang meringkuk mencari kehangatan di sana, sekaligus menemukan keberadaan ibu angkatnya.
"Uhhh.. anak Ibu udah bangun.. mau dipeluk nak..??" Tanya anara yang tentu saja didengar oleh pria tersebut. Pria itu pun seketika langsung membuka matanya kembali.
"Perempuan ini memiliki anak..?? Tapi kenapa mereka berada di tengah hutan seperti ini..??" Tanya pria tersebut sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Namun, tentu saja ia tidak berani bertanya langsung kepada perempuan yang telah menyelamatkannya itu. Apalagi di tambah kondisinya saat ini, benar-benar butuh pemulihan. Saat anara ingin menidurkan kripla lagi, ternyata anak-anak terbangun semuanya dan sudah tidak ingin tertidur.
"Loh !! kok pada bangun semuanya..???.. ini masih gelap loh.. nggak mau tidur lagi sayang.." ujar anara kepada anak-anaknya dengan suara pelan dan penuh perhatian.
Sehingga pria yang berada di balik tenda mereka itu juga ikut merasakan hangat mendengar penuturan itu. Namun pria itu berkali-kali bertanya dalam hatinya berapa banyak anak yang dimilikinya.
"Tidak Bu, Kami mau bangun untuk berolahraga dan berlatih lagi. Bukankah Ibu bilang, olahraga di pagi hari itu sehat." Ujar Nakula mengingatkan ucapan anara yang ia katakan di Tempo hari. Anara pun tersenyum mendengar penuturan Nakula itu.
"Oh begitu.. Ya sudah, ayo bangun cuci mata dulu kemudian gosok gigi. setelah itu minum air putih dan baru boleh berolahraga ayo..!!!" Seru anara lagi kepada anak-anaknya.
Akhirnya mereka semua pun bangkit dari posisi tidur mereka dan berjalan keluar tenda. Sementara pria itu tidak lagi memejamkan matanya. Ia ingin melihat seberapa banyak anak yang dimiliki oleh perempuan tersebut.
Walaupun posisinya masih tidur, tapi matanya bergerak dengan cepat. Anak-anak keluar seperti kereta api saling sambung menyambung, sehingga membuat pria itu mengerutkan keningnya lagi. Tapi tiba-tiba yoga memperhatikan bahwa pria yang ditolong oleh ibunya telah membuka mata.
"Eh, ibu.. paman yang Ibu tolong sudah bangun.." ujar yoga kepada ibunya.
Pria tersebut yang mendengar suara anak kecil itu pun langsung tersenyum ke arah mereka. Entah kenapa, Ia sanggup melakukan hal itu kepada anak-anak apalagi melihat sepasang anak kembar yang wajahnya tidak jauh berbeda dengan miliknya.
Anara yang mendengar ucapan Putra pertamanya itu pun langsung segera mengalihkan pandangannya ke arah pria tersebut. dan benar saja, pria itu telah bangun dari tidurnya. Anara pun langsung berjalan mendekat dan kemudian memeriksanya kembali.
"Apa yang Anda rasakan..?? Apakah masih ada beberapa bagian tubuh anda yang merasa sakit..??" Tanya anara dengan pelan karena tidak mungkin kan, ia membentak orang yang sedang sakit dengan suara yang tegas.??
__ADS_1
"Saya sudah tidak apa-apa nona. Dan terima kasih sudah menolong saya.." ujar pria itu yang sebenarnya cukup terkejut melihat wajah perempuan tersebut.