HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
41. mirip


__ADS_3

Bayu yang mendengar penuturan Nakula langsung tersenyum.


"tapi paman, kalau Sekar perhatikan, wajah paman dan kedua saudara kembar kami sangat mirip..??" ujar Sekar yang mengeluarkan analisanya


Bayu yang mendengar penuturan Sekar langsung berpikir. mungkinkah anak kembar itu adalah keturunan nya.


(aku akui, Kami memang sangat mirip. Apa benar anak-anak kembar ini adalah anak-anakku bersama dengannya.) batin Bayu lagi.


Karena sedikit malas berpikir banyak, Bayu pun memutuskan untuk bertanya. lagi pula, anara posisinya cukup jauh dari mereka, sekaligus Ia ingin meyakinkan dugaannya.


"oh iya. Paman mau tanya sesuatu, tapi Paman minta maaf kalau Paman sedikit lancang.. bolehkah Paman bertanya..??" ujar Bayu meminta izin kepada anak-anak itu. walaupun mereka hanya anak-anak kecil, Bayu yakin pasti anak-anak itu juga cukup bijaksana.


"boleh paman..!! tanyakan saja apa yang ingin Paman tanyakan.."ujar yoga setelah mempertimbangkan semuanya.


"bolehkah paman tahu.. Apa yang sedang kalian lakukan di tengah hutan seperti ini. paman mendengar hutan ini cukup banyak hewan buasnya jadi pastinya sangat berbahaya.." ujar Bayu berbasa-basi sebelum masuk pada poin dan tujuannya.


"oh, itu ya paman. kata ibu, namanya adalah rekreasi atau tinggal di lingkungan alam agar bisa merasakan bagaimana alam menjaga kita. sekaligus memperkenalkan kepada kami apa yang harus kami lakukan untuk mempertahankan keindahan alam. Ibu juga mengatakan kegiatan ini sekalian liburan untuk kami." jelas yoga kepada Bayu.


Bayu yang mendengarkan penuturan tersebut langsung mengerutkan keningnya. satu hal yang bisa ia simpulkan, kalau anara mengajak anak-anaknya berlibur di alam liar untuk memperkenalkan mereka, betapa pentingnya menjaga dan melestarikan alam untuk bisa bertahan hidup.


"oh begitu. terus, dari tadi Paman tidak melihat ayah kalian..?? Apakah ayah kalian tidak ikut berlibur juga bersama dengan kalian.??" tanya Bayu yang sudah mulai pada pertanyaan pentingnya.

__ADS_1


yoga yang mendengar pertanyaan itu memilih diam dan tak ingin menjelaskan apapun. karena itu bukan haknya. dia takut sang Ibu angkat akan memarahinya dirinya jika mengatakan yang tidak tidak.


"kami dari dulu tidak punya ayah paman.. ayah kami mungkin tidak menyukai kami. sebelumnya aku dan Sadewa tinggal bertiga bersama dengan ibu. tetapi beberapa bulan kemudian, Ibu langsung mengadopsi tiga orang Anak sekaligus yaitu, Kak yoga, Kak Sekar dan kripla." kali ini yang bersuara adalah Nakula.


Bayu yang mendengarkan penuturan Nakula semakin yakin. kalau si kembar ini pasti adalah anak-anaknya. ia sedikit merasa bersalah untuk menanyakan kebenaran itu. karena, saat kejadian 4 tahun yang lalu, dirinya tak langsung mencari keberadaan anara. alhasil, anak-anaknya jadi terlantar.


"oh, maafkan Paman ya. Paman tidak tahu kalau kalian tidak punya ayah. ehem.. tapi jangan bilang sama ibu kalian kalau peman tanya hal ini ya.." ujar Bayu lagi kepada anak-anak itu. mereka yang mendengar penuturan Bayu langsung mengerutkan kening mereka.


"memangnya kenapa paman..??" tanya Sekar lagi.


"itu Paman ngerasa tidak enak menanyakan hal ini. lagi pula, Paman kira kalian punya ayah takutnya nanti Ibu kalian jadi marah sama paman dan tidak mau merawat Paman lagi. padahal kan Paman masih sakit... aduh.. aduh.." ujar Bayu dengan penuh drama. padahal Ia sudah merasa lebih baikan. anak-anak yang mendengar penuturan Bayu tentu saja khawatir.


"aduh paman, biar aku panggilkan Ibu dulu.." ujar yoga tetapi tangannya malah dicekal oleh Bayu.


padahal dulu Bayu sangat susah membujuk seseorang ataupun berlaku manis. karena anak-anak itu merasa kasihan Mereka pun semua langsung menganggukkan kepala mereka kecuali kripla, karena memang kripla tidak mengetahui apa-apa dan belum paham apa-apa juga.


"baiklah paman. Kami tidak akan menceritakan hal ini kepada ibu.. tapi paman.. Apakah pangan sendiri tahu siapa paman dan siapa nama paman..??" tanya Nakula yang sudah mulai menyadari sesuatu.


pasalnya, mereka sudah mengobrol panjang lebar tetapi rasanya mereka belum mengenali paman yang ditolong oleh ibu mereka ini. Bayu yang mendengar pertanyaan itu langsung ke limpungan, Ia juga sudah berjanji akan berpura-pura untuk tidak mengingat apa-apa. mendengar pertanyaan itu, Bayu kemudian langsung berpura-pura bodoh dan berpikir.


"eh, iya ya... saya siapa..?? dan kenapa tiba-tiba ada di tempat ini.. Bagaimana kejadiannya.." ujar Bayu lagi Dengan bodohnya padahal sebelumnya ia pernah menyinggung dan sekaligus berterima kasih karena sudah ditolong.

__ADS_1


saat ke pura-puraannya berpikir, karena ia juga tidak mau ditanya lebih jauh oleh anak-anak itu. Bayu langsung berpura-pura sakit kepala karena terlalu memaksakan berpikir.


"arhggg... aduh kepalaku sakit sekali tolong.. kenapa jadi kayak gini...iss..." ujar Bayu sambil memegangi kepalanya.


Bayu dan Nakula yang melihat hal itu langsung menjadi panik. respon dan pergerakan mereka juga terlihat sangat cepat karena telah terlatih. mereka berdua langsung memanggil Ibu mereka.


"ibu...!!! Ibu pamannya kesakitan...!!!" teriak yoga dan Nakula secara bersamaan.


sementara Sadewa dan Sekar sudah menghampiri Bayu dan memijit-mijit punggung Bayu dengan pelan untuk mengurangi rasa sakitnya seperti yang pernah diajarkan oleh anara kepada anak-anaknya. sementara kripla, Ia hanya menatap bingung ke arah semuanya tanpa mengetahui apapun.


anara sendiri yang mendengar teriakan anak-anaknya itu pun langsung berjalan tergesa-gesa.


"ada apa sayang..!!! Kenapa kalian teriak-teriak !!!" ujar anara sambil melayangkan pandangannya ke arah Bayu yang saat ini sedang dipijit-pijit pelan oleh kedua anaknya. Saat itu pula anara langsung berjalan mendekat.


"kamu kenapa..?? apa yang kamu rasakan..??" tanya anara lagi kepada Bayu. Bayu sendiri masih terdiam untuk memaksimalkan dramanya.


,"Ibu maafkan kami... tadi kami menanya Siapa nama paman dan siapa Paman sebenarnya.. akhirnya Paman mencoba untuk berpikir Siapa dirinya, sehingga ia langsung merasa kesakitan seperti itu." ujar yoga sambil menundukkan kepalanya.


dia merasa bersalah karena dirinya dan adik-adiknya menanyakan hal itu. bagaimana nanti kalau sakit sang Paman itu tambah parah akibat ulah mereka. anara yang melihat Putra pertamanya itu menunduk karena takut, Ia tidak marah malah dia membelai pelan kepala anaknya.


"sudah, tidak perlu takut seperti itu sayang. Ibu tidak akan marah." ujar anara lagi menenangkan Putra pertamanya.

__ADS_1


setelah itu anara kembali melayangkan tatapannya ke arah Bayu, dan menurut dari cerita serta penjelasan putranya sepertinya pria ini mengalami hilang ingatan. karena dirinya juga bukan seorang dokter, jadi ia hanya bisa menebak-nebak saja. apalagi menurut analisanya sementara, Ia tak mendapati tanda-tanda orang yang mengalami amnesia.


__ADS_2