
Seolah-olah ada hal yang sedang mereka rencanakan mengingat popularitas yang dimiliki sang pangeran begitu bisa membuat orang menjadi takjub.
"benar juga ya... Aku penasaran Apa yang sedang mereka rencanakan.. tidak biasanya sang raja bersikap seperti ini kepada yang mulia. hal ini pun terjadi beberapa tahun belakangan. sang raja juga tampaknya berlaku aneh, ia mulainya naikkan pajak pada masyarakat miskin, Raja juga lebih condong mendukung putra-putra para selir ketimbang Putra sah miliknya sendiri." ujar Bisma lagi.
tak
"karena itu kamu harus menghubungi yang mulia. takutnya kalau kita nyelonong begitu saja, bisa-bisa kita langsung kena ultim dan diasingkan oleh yang mulia." ujar Mandala lagi. Bisma yang mendengar penuturan Mandala langsung melayangkan tatapan tajam ke arah sahabatnya itu.
"lah, kok kamu nyuruh aku yang menghubungi !! memangnya kamu nggak bisa telepati juga..?? kamulah yang menghubungi yang mulia.. kan kamu kakak di sini.." ujar Bisma lagi kepada Mandala. Mandala kembali mencebikkan bibirnya.
Bukan apa-apa, takutnya saat ia melakukan telepati, junjungan mereka sedang sibuk mendekati perempuan yang pernah dinodainya 4 tahun yang lalu. bisa-bisa dia langsung kena sentil.
"kamu aja lah..!! kamu kan adik jadi harus mengalah kalau disuruh oleh kakak.." ujar Mandala lagi tidak mau kalah.
"enak aja !! seharusnya kakak yang harus mengalah untuk melindungi adiknya." seru Bisma lagi.
dan tampaknya memang di antara mereka tak ada yang ingin mengalah. sampai salah satu pengawal bayangan yang sepertinya diutus oleh pangeran Bayu itu kembali menemui mereka.
__ADS_1
"kalian berdua selalu bertingkah seperti anak kecil.. kalau yang mau dia tahu kalian pasti sudah kena hukum.." ujar Zein di sana yang tiba-tiba muncul entah dari mana. lihat keahlian Zain sendiri hampir setara dengan Tuan mereka. Tapi tentu saja, masih hebatan sang tuan. keduanya yang mendengar suara Zain tiba-tiba langsung terkejut dan reflek berpelukan.
"pengawal Zain !!! anda itu kebiasaan mengagetkan kami !! Apakah tidak bisa kamu itu muncul di depan kami saja..?!!" protes Bisma Langsung disusul anggukan kepala dari Mandala. Zein yang mendengar penuturan keduanya langsung tersenyum.
"emang dasar kaliannya saja yang masih belum peka. aku ke sini tidak menyembunyikan auraku loh.. pasti kalian juga sudah dapat merasakannya.." ujar Zein sambil tersenyum sinis kearah keduanya.
"apalagi tingkah kalian saat ini. seperti perempuan yang sedang menguatkan akibat ketakutan bfff..." ujar Zain lagi yang sukses menyadarkan keduanya.
"astaga naga... ngapain kamu memeluk saya...!!" teriak Bisma kepada Mandala. mereka gelagapan dan dengan cepat melepaskan rangkulan mereka. mereka berdua sama-sama bergidik ngeri.
"kamu yang memeluk saya !!! enak aja.. kamu itu kayak perempuan aja tau nggak..!!" teriak Mandala lagi yang tidak mau disalahkan. sementara Zein yang melihat kekonyolan keduanya sudah terbahak-bahak dari tadi.
"sudah sudah.. kalian berdua ini memang tidak pernah mau mengalah satu sama lain.. sebaiknya, kita semua segera pergi dari sini dan melaksanakan perintah dari yang mulia. untukmu Mandala, yang mulia memerintahkanmu untuk mendampinginya dan berada dalam bayang-bayangan di desa buangan nanti. Tapi saat ini yang mulia sedang berada di alam liar bersama dengan anak-anak dan juga wanita itu. sementara Bisma, kamu diperintahkan oleh yang mulia untuk pergi menuju barak militer kita. kamu diperintahkan untuk mengawasi pelatihan di sana. sementara aku sendiri yang harus menyelidiki keadaan di istana, dan apa yang sedang mereka rencanakan. dan semua itu adalah perintah yang mulia." ujar Zein lagi kepada keduanya. Bisma dan Mandala pun langsung menganggukkan kepala mereka.
"baiklah kalau begitu pengawal Zein. kami akan segera melaksanakan tugas kami. kalau begitu kami pamit." akhirnya setelah itu, Bisma dan Mandala pun segera menghilang dari sana pergi menuju tempat masing-masing. sementara Zein menarik nafasnya terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali menghilang menyusul teman-temannya itu.
***
__ADS_1
akhirnya, Hanya dua hari anara dan anak-anaknya melakukan camping di alam liar, anara pun memutuskan untuk kembali membawa anak-anaknya pulang. lagi pula ada seorang pria yang tidak sehat dan tentu saja di lingkungan alam yang terbuka tidak baik untuk mendukung kesehatan pria tersebut.
"anak-anak. Hari ini Ibu memutuskan untuk kita kembali ke desa buangan saja. karena ada paman yang harus kita rawat. Paman tidak bisa terus berada di alam liar dengan kondisi yang seperti ini.. tidak apa-apa kan..??" ujar anara sekaligus bertanya kepada anak-anaknya itu.
Bayu yang berada tepat di samping anak-anak tersebut langsung mengarahkan pandangannya ke arah anarah. ia tidak menyangka bahwa perempuan ini akan memperdulikan kesehatannya.
"tidak apa-apa Nona kalau memang anak-anak masih ingin berada di sini. saya masih sanggup untuk menahannya." ujar Bayu yang Tentu saja merasa tidak enak karena keberadaan dirinya, kegiatan liburan anara dan anak-anaknya jadi terpenggal.
"ya Ibu tidak apa-apa. lagi pula kasihan pamannya kalau lama-lama berada di sini." jawab yoga selaku anak pertama. sementara yang lain tak berani membantah karena kapten mereka telah menyetujuinya.
"baiklah kalau begitu, sekarang kakak dan adik-adik siap-siap ya masukkan kembali barang-barangnya ke dalam tas kalian masing-masing. dan untuk Anda tuan, Apakah anda sanggup berjalan. karena, di perjalanan saya juga harus menggendong putra bungsu saya sampai di kereta. atau boleh juga Anda menaiki kuda tersebut sampai kita tiba di tempat kereta." ujar anara lagi kepada pria itu sambil menunjuk dua ekor kuda yang memang anara lepas untuk bisa membawanya tepat di dekat mereka. sekaligus mewanti-wanti agar kuda tersebut tidak dicuri orang.
"oh aku tidak apa-apa nona. ( lagian aku tidak selemah itu kok jangan khawatir) aku bisa berjalan, dan sudah lebih mendingan itu semua juga berkat keperawatan dari anda nona." ujar Bayu lagi sambil berdiri memperlihatkan kalau kondisinya saat ini sudah bisa dikatakan jauh lebih baik. anara pun langsung tersenyum.
"baiklah kalau begitu. Anda duduk di sini saja dan tunggu saya akan membongkar tenda, dan memasukkan tenda-tenda itu ke dalam cincin penyimpanan." ujar anara lagi. Bayu menganggukkan kepalanya mengerti, tapi dalam hati ia Sebenarnya cukup terkejut mendengar bahwa anara memiliki ruang penyimpanan sendiri. pasalnya ia tahu cincin atau ruang penyimpanan itu tidak mungkin didapatkan oleh orang-orang biasa.
(Siapa perempuan ini sebenarnya ?? Apakah aku benar-benar belum mengenalnya begitu jauh..??") batin Bayu kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
akhirnya aNara pun bergegas membongkar tenda-tenda itu. kemudian melipatnya dengan rapi dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya.