HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
48. hari panen


__ADS_3

" tidak nak. tempat tidur ini untuk paman Jaka. karena paman Jaka, akan tidur disini mulai sekarang." jawab anara.


Mendengar penuturan itu, yoga kembali bertanya.


"loh..!! memangnya paman tidak bisa tidur di kamar bersama kita ya Bu.?? kan, kamar kita masih muat untuk menampung beberapa orang lagi.." ujar yoga dengan polos. anara dan Bayu yang mendengar penuturan yoga langsung menjadi salah tingkah.


"eh...bukan begitu sayang..." anara sendiri jadi bingung ingin menjelaskan seperti apa kepada putranya. Bayu yang menyadari kebingungan anara pun langsung membantu.


"itu Paman yang minta. soalnya paman tidak terbiasa tidur di dalam kamar... jadi Paman minta tolong mau minta kepada Ibu yoga untuk menyiapkan tempat tidur paman di ruangan ini saja..." kini Bayu yang menjawabnya. karena Ia yakin pasti anara kebingungan menjelaskan kepada putra angkatnya itu.


"oh begitu ya paman.. kalau begitu nanti malam kita gabung di sini saja... tidur sama paman.." kali ini yang bersuara adalah Sadewa.


"Iya Bu, Nakula juga mau tidur di luar saja bersama dengan paman. nggak papa kan Bu.??" tanya Nakula lagi kepada ibunya.


sementara anara dan Bayu hanya bisa senyum-senyum menanggapi pertanyaan dan keinginan anak-anak itu. anara Tentu saja tidak melarang anak-anaknya tidur bersama dengan Bayu yang dianggap Jaka itu. asalkan mereka tidak masuk angin itu sudah lebih dari cukup.


"Ya sudah terserah kalian saja.. yang penting jangan membuat pamannya kerepotan ya dan jangan mengganggu istirahat paman. ingat kalau Paman Jaka saat ini masih dalam tahap proses pemulihan." ujar anara sekaligus memperingati anak-anaknya itu. mereka anak laki-laki yang mendengar penuturan anara langsung mengambil posisi menghormat kepada anara.


"baik ibu.." jawab mereka dengan serentak. lagi-lagi aksi mereka itu membuat Bayu terkagum-kagum kepada anak-anak tersebut. lagi-lagi dia bersyukur karena tidak salah mengambil jalan seperti ini untuk dekat dan mengamati kehidupan mereka.


flashback off

__ADS_1


****


beberapa hari kemudian. Bayu selalu mengamati setiap kegiatan yang anara lakukan. mulai dari melayani masyarakat yang ada, dan membicarakan Masalah-masalah yang menimpah tanaman pertanian mereka, menyaksikan bagaimana cara anara memberikan kasih sayang dan perhatian nya kepada anak-anak itu, dan juga melihat kalau anara sama sekali tak membedakan kasih sayang antara anak angkat dan anak kandung. ia memperlakukan mereka sama dan selayaknya.


dan, kini adalah hari yang begitu dinanti-nantikan oleh warga yang tinggal di desa buangan. dimana, saat ini mereka akan melakukan panen besar-besaran. tak lupa kegiatan ini juga tak lepas dari dampingan anara. karena anara melihat sistem panen di zaman ini benar-benar membuat atau membutuhkan waktu yang lama dalam proses pemanenannya. sehingga anara harus turun tangan sendiri untuk memberikan cara dan petunjuk panen yang baik.


"bapak-bapak, ibu-ibu, setelah memanen buah padi, silakan biji-biji padinya Ini dijemur terlebih dahulu sampai dia mengeras. setelah itu baru dipisahkan gabah dengan biji berasnya. sambil menunggu padi-padi dijemur sampai kering, nanti bapak-bapak dan ibu-ibu silakan membantu untuk membuat penggilingan padi manual dengan mengandalkan kayu-kayu yang ada. dan pembuatannya akan kita mulai esok hari saat sudah selesai panen raya di desa kita." anara lagi saat mereka semua sedang berkumpul setelah melakukan aktivitas memang buah padi tersebut.


"baik nona anara.. kami akan menyelesaikan proses pemanenan padi ini dengan cepat." ujar seorang laki-laki yang dituakan atau kepala desa di Desa buangan ini.


"baiklah kalau begitu, bapak-bapak dan ibu-ibu bisa melanjutkan pekerjaan nya. karena saya harus kembali ke rumah, takut nanti anak-anak menunggu terlalu lama." ujar anara berpamitan.


"khem... serius sekali, sampai tak menyadari kedatangan ibu.." ujar Anara menegur anak-anaknya yang tampaknya fokus bermain dan belajar.


mereka yang mendengar suara anara dari luar langsung mengarahkan pandangan mereka ke sana. melihat keberadaan ibu mereka yang berdiri di ambang pintu langsung membuat anak-anak itu tersenyum sumringai.


"lihat ibu sudah pulang..!!!" teriak Kripla si anak bungsu.


Kripla sendiri yang masih seorang bocil langsung berdiri dan berlari ke arah anara. Ia berlari sambil merentangkan kedua tangan mungilnya untuk menggapai ibu angkatnya itu. anara yang melihat hal itu pun langsung tersenyum dan kemudian juga mengangkat badan kecil itu ke dalam gendongannya.


"Ibu lama sekali di sana. Untung saja ada paman di sini, kalau tidak kami akan kebosanan." ujar si bungsu kripla sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang ibu. anara pun langsung tersenyum mendengar celotehan dari anak bungsunya itu.

__ADS_1


"kripla kangen ibu ya.. Sama, Ibu juga kangen sama kalian semua.." ujar anara sambil menenggelamkan kecupan di pipi bulat anak angkatnya itu.


,"berarti Ibu juga kangen sama paman Jaka ya Bu..??" tanya Sadewa yang sukses membuat Jaka terbatuk-batuk akibat keselek air liurnya sendiri. sementara anara langsung melototi Sadewa membuat anak-anak anara terkekeh.


"Ibu lucu, Paman juga lucu. kan Adik dewa cuma bertanya saja.. Kenapa respon paman dan Ibu seperti itu..??" tanya Nakula juga kepada ibunya.


Anara yang lagi-lagi mendapatkan penuturan seperti itu dari anak-anaknya mencoba untuk tidak menghiraukan, kalau tidak anak-anaknya pasti akan terus melayangkan pertanyaan demi pertanyaan.


"Ya sudah kalau begitu, kalian laparkan ?? ibu akan memasak untuk makan malam kita. tapi jangan lupa, kakak, Abang dan adik untuk mandi sore." ujar anara kepada anak-anak itu.


"baik Bu siap..!!" jawab mereka dengan serentak sambil berlagak memberi hormat.


Bayu yang melihat kekompakan kelima anak itu langsung tersenyum. apalagi beberapa hari yang lalu ia sudah memastikan kalau si kembar ini beneran adalah anak-anaknya.


"anda tenang saja Nona, nanti saya yang akan membantu memandikan anak-anak dan mengurus semua keperluan mereka." ujar Bayu mencoba memposisikan dirinya agar tidak terlalu menjadi beban bagi anara. anara yang mendengar penuturan Bayu itu pun langsung mengganggukan kepalanya.


"baiklah kalau begitu. anak-anak nanti minta tolong diawasi sama paman Jaka ya. tapi kalau ada apa-apa segera kabari Ibu saja.. Ya sudah, kalian main dulu sebelum mandi ibu mau langsung ke dapur ingin memasak untuk makan malam kita." ujar anara lagi sambil menurunkan si bungsu dari gendongannya.


Kripla yang diturunkan oleh ibu angkatnya itu pun langsung bergabung kembali dengan saudara-saudaranya. sementara anara ya langsung berlalu masuk ke dapur reotnya itu setelah menitipkan anak-anak kepada bayi.


*****

__ADS_1


__ADS_2