HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
40. ingin berpura-pura


__ADS_3

Wajah itu tidak mungkin ia lupakan. semenjak kejadian 4 tahun yang lalu. ya, pria itu adalah lelaki yang melakukan hubungan dengan anara tanpa sepengetahuan gadis ini, karena waktu itu mereka berdua sama-sama terpengaruh dengan obat asmara, tapi walaupun begitu, pria tersebut masih sadar sehingga mengenali lawan mainnya.


(Perempuan ini.!!. tidak !! aku harus berpura-pura hilang ingatan, agar aku tidak kehilangan jejaknya lagi. Sejak saat itu, aku selalu mencari dan berusaha menemukan keberadaan perempuan ini.) Batin pria tersebut yang tak lain adalah Bayu sang pangeran sekaligus kesatria yang dimiliki oleh kerajaan bareng sabrangan.


Pria tersebut pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah ke 5 anak-anak yang sepertinya berbeda usia, kecuali si kembar. Anara sendiri, Ia langsung mengambil satu gelas air minum untuk diberikan kepada pria tersebut.


"Silakan diminum dulu tuan.." ujar anara sambil menyodorkan gelas yang berisi air minum.


Bayu yang memang tidak merasa curiga sama sekali dan nyaman langsung mengambil air tersebut dan meminumnya sampai habis. Jujur saja, tenggorokannya memang sangat kering. tapi ia terlalu gengsi untuk memintanya.


Wajar, seorang pria yang sangat dikagumi di kerajaan ini dan sekaligus memiliki sifat dingin dan tak tersentuh itu tak mampu mengeluarkan kata meminta atau memohon, kecuali kepada orang-orang yang dikenalinya dan juga akrab dengannya.


"Terima kasih nona.." ujar Bayu lagi setelah meneguk habis minuman itu.


"Sama-sama tuan. Kalau begitu tuan beristirahatlah, Saya ingin menemani anak-anak untuk mencuci wajah mereka ke sungai." Ujar anara lagi sambil meninggalkan pria tersebut dan mengajak anak-anaknya pergi ke sungai untuk melanjutkan tujuan mereka.


Sementara pria tersebut terus menatap kearah mereka sampai anara dan anak-anaknya tidak terlihat lagi. setelah anara dan anak-anaknya tak terlihat lagi, ia pun langsung mengirimkan telepati kepada bawahannya.


ia ingin mengabarkan bahwa, saat ini dirinya baik-baik saja dan sudah menemukan perempuan yang mereka cari selama ini. Kemudian, Ia juga langsung mengatakan bahwa dirinya akan berpura-pura tidak mengingat apapun agar bisa ikut bersama dengan wanita ini serta anak-anaknya.

__ADS_1


"Aku sekaligus ingin tahu, Apakah di antara anak-anak itu ada keturunanku. Jika memang iya, aku sungguh sangat berdosa telah menelantarkan anak kandungku sendiri. Jika memang iya, aku minta maaf. ayah tidak mengetahui keberadaan kalian." Ujar pria itu lagi dalam hati.


Bayu sendiri masih memandang tempat di mana perempuan dan anak-anak itu pergi dengan ekspresi yang sulit diartikan. Tapi tiba-tiba, karena merasa bosan, Ia pun berusaha untuk bangkit dan mendudukkan tubuhnya. walaupun ia kesulitan melakukannya, Kate memang kondisinya sedang tidak stabil.


Setelah ia telah berhasil mendudukkan tubuhnya dengan sempurna, ia mengamati benda-benda aneh yang dikenakannya. yang tak lain adalah kasur kecil dan juga selimut tebal yang ia gunakan yang tak pernah ada di kerajaan ini.


"Apakah perempuan ini telah menikah dengan orang kaya..?? Tapi.. jika memang iya, di mana suaminya.. lalu benda-benda ini dari mana ia dapatkan. setahuku, di kerajaan belum ada yang menjual benda yang kualitas istimewa seperti ini." Bayu lagi sambil memegangi benda-benda tersebut dengan pelan.


Cukup lama ia bertanya-tanya dalam hati dan memandangi benda-benda itu, tiba-tiba ia melihat anara kembali bersama dengan kelima anaknya. Bayu tak lagi berpura-pura, ia duduk dan menunggu di sana.


"Halo Paman. Paman pasti bosan tidur terus ya.." sapa yoga kepada Bayu. Bayu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. anara sendiri menyadari hal itu.


walaupun kondisi langit masih gelap, namun tidak menyurutkan keinginan antara untuk membuat sarapan lebih awal. apalagi, ia harus membuat bubur encer untuk pria tersebut agar lebih mudah dicerna olehnya.


"Iya Bu. kalau butuh apa-apa minta tolong ya Bu sama yoga aja..." ujar yoga kepada anara.


anara sendiri tersenyum mendengar penuturan Putra angkatnya itu. ia sangat bersyukur menemukan anak-anak yang begitu perhatian dan sekaligus saling menyayangi satu sama lain.


"oke kalau begitu!! kalian di sini saja temani pamannya ya. biar pamannya nggak bosan." ujar anara lagi. anak-anak itu langsung memabukkan kepala mereka. anara sendiri Langsung melihat ke arah pria tersebut dan tersenyum.

__ADS_1


"oh iya, Saya tinggal dulu ya bersama dengan anak-anak, kalau butuh apa-apa minta tolong saja dengan mereka. tenang saja anak-anak ini penurut kok dan tahu apa yang harus mereka kerjakan." ujar anak lagi kepada pria yang belum dikenalinya itu.


Bayu sendiri tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia masih belum berani mengeluarkan suaranya apalagi ketika memandangi wajah perempuan ini tampak lebih cantik dari pertama kali mereka bertemu. hal itu membuatnya jadi salah tingkah sendiri.


"lama tidak bertemu, dan kamu secantik ini. tapi, saat pertama kali aku melihatmu rasanya parasmu tak secantik ini.." batin Bayu tak berani mengutarakannya.


"Iya nona. sekali lagi terima kasih banyak untuk pertolongannya. saya akan berada di sini bersama dengan anak-anak anda.." ujar Bayu lagi yang susah dan setengah mati main ekspresikan raut wajah biasa saja tanpa raut wajah yang dingin.


akhirnya anara pun tersenyum, ia pun kemudian bangkit dan memindahkan beberapa peralatan memasaknya sedikit menjauh dari tenda mereka. ia tidak ingin aroma masakan akan mengganggu sistem pernafasan pria tersebut, ditambah lagi kondisi tenda sudah lumayan sempit di bagian depan.


setelah memindahkan peralatan masaknya, anara pun mulai mengeluarkan satu persatu bahan-bahan yang akan ia olah. tak lupa dirinya juga harus membuat bubur ayam untuk pria tersebut. sementara sang pria, Ia memandangi punggung anara yang sedang sibuk menyiapkan bahan-bahan masaknya. dirinya juga cukup tercengang melihat kelihatan dan cara dirinya memasak.


(Aku tidak tahu, ternyata anak yang tumbuh di lingkungan bangsawan bisa berkutat di dapur dan menggunakan peralatan dapur secepat ini. Apakah hidupmu begitu sulit, sampai-sampai kamu sendiri yang harus menyiapkan kebutuhan hidupmu.) batin Bayu lagi menatap dengan pilu ke anara. yoga yang menyadari bahwa Paman asing itu menatapi punggung ibunya langsung bersuara.


"Paman kenapa..?? Apakah Paman membutuhkan sesuatu..?? katakan saja kepada yoga.." ujar yoga dengan suara pelan tapi masih didengar oleh Indra pendengar Bayu itu. Bayu yang mendengar penuturan yoga langsung salah tingkah sendiri.


"eh, Paman Tidak apa-apa kok.. maaf ya tadi Paman sempat melamun.." ujar Bayu dengan ekspresi kikuk. Bayu sendiri benar-benar menjadi salah tingkah ketika kedapatan sedang memperhatikan anara walaupun itu adalah anak kecil.


"nggak apa-apa kok paman.. Ibu juga kadang-kadang suka melamun. kalau ditanya pasti jawaban Ibu adalah sedang memikirkan bagaimana hidup kedepannya. dan ibu sering mengatakan hal itu di masa lalu. jadi Nakula pun yakin pasti Paman juga memikirkan keluarga Paman kan..??" ujar Nakula menibruk penuturan Bayu.

__ADS_1


__ADS_2