HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
50. mengetahui


__ADS_3

Ia harus memiliki informasi ini sampai ke akar-akarnya agar ia bisa dapat bertindak dan mengambil langkah.


"yang mulia, saat ini panglima Sangkuni sedang menunggu kabar untuk dari bawahannya untuk menemukan stempel istana. karena stempel istana yang ia gunakan saat ini hanyalah salinan, dan itu tidak sah. Ia masih harus menunggu Raja Widura untuk menyerahkan stempel istana ke tangannya. tapi sampai sekarang, yang mulia masih belum menyerahkannya. itulah yang saat ini kami berusaha untuk kejar, agar dapat segera menemukan yang mulia Raja Widura." ujar Zain lagi.


Sementara yang lain yang memang sudah mengetahui hal ini hanya membungkam saja karena tugas untuk menyampaikan berita bukanlah mereka. melainkan diserahkan kepada zein. Tapi juga, dalam perkumpulan ini, tidak semua abdi yang dimiliki Bayu yang dapat mengetahui berita rahasia seperti ini dan juga bergabung. pangeran Bayu hanya mengkhususkan beberapa orang saja.


"baiklah kalau begitu. saya tidak bisa berlama-lama, takutnya nanti orang-orang di rumah tempat tinggal saya saat ini terbangun dan mencari keberadaan saya. ingat, jika ada hal yang penting segera kabari. ditambah lagi Jangan bertindak gegabah. tetap pantau kondisi putra mahkota sampai aku bisa menemuinya karena aku berubah pikiran. Aku tidak jadi menemuinya hari ini karena waktuku terlalu singkat. kalian juga harus hati-hati menjalankan rencana ini karena kalian juga sangat berharga untuk kehidupan saya. Bisma saya juga minta tolong kepadamu untuk terus melatih tentara-tentara kita, dan jangan biarkan ada seorang penghianat berkeliaran diantara kita." ujar Bayu lagi dengan tegas.


semua abdi atau bawahan yang mendengar penuturan dari pangeran atau junjungan mereka itu langsung memberikan hormat dengan serentak.


"titah anda akan kami junjung tinggi dan kami laksanakan dengan baik yang mulia." ujar mereka dengan serentak.


beruntungnya kediaman yang saat ini menjadi milik pangeran Bayu atau tempat mereka melakukan pertemuan memang dipenuhi dengan araya perlindungan serta membuat orang di luar sana tidak dapat mendengar apa yang menjadi pembahasan mereka.


"kalau begitu jalankan misi kalian dengan baik. karena saya harus segera kembali. Ayo Mandala." ujar pangeran Bayu lagi dan langsung menghilang dari tempatnya begitupun dengan Mandala.


selepas kepergian junjungan mereka, para bawahan milik pangeran Bayu pun langsung mengambil posisi masing-masing untuk melanjutkan penyelidikan mereka serta mencari keberadaan raja atau pemimpin kerajaan barang sabrangan ini dengan cepat.

__ADS_1


***


akhirnya Bayu dan Mandala sampai juga di desa buangan tepatnya di sebuah gubuk reot milik anara dan anak-anaknya.


{silakan kembali ke tempatmu Mandala. aku juga harus segera masuk ke dalam.} ujar pangeran Bayu dengan bertelepati karena ia tahu anara memiliki pendengaran yang sensitif sedikit saja suara yang ditimbulkan akan membuatnya langsung terjaga.


{baik yang mulia} setelah itu Mandala pun langsung menghilang dan bergabung dengan bayang-bayangan milik pangeran Bayu.


sementara pangeran Bayu sendiri Langsung mengubah penampilannya dan berteleportasi langsung ke tempat tidurnya. namun sebelum akhirnya ia tertidur dan memejamkan matanya terlebih dahulu, ia menciptakan satu kloning untuk berjalan memasuki kamar anara dan anak-anaknya yang ditempati saat ini untuk melihat kondisi mereka. setelah melihat bahwa mereka baik-baik saja kloning itu langsung bergabung kembali ke tubuh asli.


(syukurlah mereka baik-baik saja. sepertinya Mandala memang menempatkan orang-orangnya di sekitar sini. kalau begitu sebaiknya aku juga tidur takutnya nanti anara terbangun.) batin Bayu lagi.


****


karena pangeran Bayu akhirnya-akhir ini merasakan kasur empuk yang saat ini berada di bawah tubuhnya, sekaligus selimut yang lembut dan hangat membuatnya bangun kesiangan. telinganya sempat menangkap suara ribut-ribut dari anak-anak yang berada di halaman rumah. karena suara itulah membuatnya langsung terbangun.


(eh ini sudah pagi... aduh aku malah ketiduran.. tempat tidurnya enak dan empuk Begitu juga dengan selimutnya. aku belum pernah merasakan tidur seenak ini. tapi gara-gara kasur ini juga langsung membuat citraku menjadi turun gara-gara bangun kesiangan.) batin Bayu menggerutu akibat kecerobohannya itu.

__ADS_1


dia takut, nama baiknya akan rusak di depan mata anara dan mencapnya sebagai laki-laki pemalas. padahal itu hanya pikirannya saja. akhirnya, Bayu pun langsung beranjak dari tidurnya dan mencoba untuk merapikan tempat tidurnya itu sendiri. Mandala yang tentu saja selalu memantau gerak-gerak dari tuannya hampir saja memuntahkan darah. karena baginya itu adalah pemandangan langka dan bahkan tidak akan pernah Bayu lakukan.


{ yang mulia, ternyata Anda cukup rajin juga untuk membersihkan tempat tidur anda. luar biasa ya calon Nyonya kami. sampai-sampai mampu membuat yang mulia sebagai seorang laki-laki yang tak pernah menyentuh pekerjaan perempuan apalagi pelayan langsung mengerjakannya.} ujar Mandala bertelepati kepada Bayu. Bayu yang mendengar suara telepati dari bawahannya itu pun langsung membalas.


{diam kamu Manda.!!} ujar sang pangeran dengan ekspresi diri.


{aduh..!!! yang mulia pangeran... nama saya bukan Manda, tapi Mandala. yang mulia jangan suka memenggal nama orang lah, itu kan nama perempuan yang mulia. emangnya yang mulia mau aku tiba-tiba jadi waria.!!} ujar Mandala sambil memasang ekspresi tidak suka kepada junjungannya itu.


{makanya, kalau tidak suka dipanggil Manda jangan suka meledekku. Kalau tidak aku akan mengubah namamu menjadi janda paham tidak..!!} seru Bayu lagi.


Mandala pun akhirnya tidak bisa menjawab penuturan junjungannya lagi, takutnya nanti malah dianggap kurang ajar. namun walaupun begitu sikap mereka yang seperti itu kepada sang pangeran memang sudah terbiasa, asalkan mereka masih berada di batas zona aman mereka.


setelah Bayu selesai membersihkan tempat tidurnya, Ia pun langsung berdiri dan berjalan keluar untuk melihat kegiatan anak-anak itu. Ia cukup senang mengamati anak-anak itu belajar ilmu bela diri dan bahkan ada berbagai macam gerakan yang mungkin sedikit asing dari yang ia tahu.


seperti gerakan itu berupa, push up, sit up dan lari maraton. tapi tak hanya itu, ada juga beberapa gerakan ilmu beladiri yang juga asing menurut pangeran Bayu. anak-anak yang melihat keberadaan pangeran Bayu di depan pintu pun seketika langsung menyapa.


" selamat pagi paman... Paman Jaka sudah bangun..??" tanya yoga dan bersikap sopan kepada Bayu yang mereka panggil sebagai Jaka. mendengar yoga memanggil dan menyapa Paman Jaka Mereka pun semua langsung melihat ke arah lelaki tersebut.

__ADS_1


"Iya paman, selamat pagi.. Paman tidurnya nyenyak sekali tak seperti biasanya. Paman pasti capek banget ya karena menemani kami bermain kemarin.." ujar Nakula sebagai anak ketiga dari anara.


__ADS_2