HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
46. di sambut baik


__ADS_3

"terima kasih ibu-ibu sudah menyambut kepulangan kami. Saya merasa sangat berharga di sini. oh iya, sebentar lagi waktunya panen ya." ujar anara kepada para warga yang berada di sekitar mereka itu.


"Iya nona. sebentar lagi tanaman padi dan tanaman lainnya akan panen. sungguh kami sudah tidak sabar menunggu hal itu." sambar seorang bapak-bapak menyahuti penuturan anara.


Anara melihat kepada para warga yang terlihat begitu sangat bersemangat untuk menyambut hari panen mereka pertama kali di Desa buangan ini. rasanya bagi anara, ada kepuasan tersendiri di sana.


"baguslah kalau begitu. semoga ini merupakan panen yang sangat menguntungkan yang kita nanti-nanti. kalau begitu kami pulang dulu ya bapak-bapak ibu-ibu..." ujar anara lagi kembali melangkahkan kaki meninggalkan kerumunan warga yang melihat kedatangan dirinya itu.


Iya nona. hati-hati.." ujar para warga itu.


***


akhirnya setelah drama perjalanan yang panjang, Mereka pun tiba di kediaman bobrok milik anara dan anak-anaknya. setelah mereka sampai Bayu yang melihat rumah yang sangat tidak layak untuk dihuni langsung mengerutkan keningnya. dia juga tidak menyangka, kalau perempuan yang dirusaknya 4 tahun yang lalu hidup di tempat seperti ini bahkan rumah yang mereka huni pun hampir roboh.


(sial.!!! Apakah mereka tinggal di rumah yang seperti ini. kurang ajar kamu Bayu, Kenapa kamu tidak cepat menemukan keberadaan mereka. padahal kamu memiliki pengawal-pengawal bayangan yang begitu handal. tapi kenapa aku tidak kepikiran untuk mencari anara di desa buangan ini.) batin Bayu merutuki kebodohannya.


seandainya ia mengerahkan para pengawal bayangannya untuk mencari keberadaan anara di semua desa termasuk Desa buangan, Ia pasti akan dengan cepat menemukan mereka. tapi katanya, sudah ada beberapa pengawal bayangannya yang sudah datang ke desa buangan ini tetapi karena mereka tidak mengenali seperti apa orang yang sedang mereka cari, Karena itulah mereka tidak menemukannya. anara sendiri pun langsung membukakan pintu untuk anak-anaknya begitupun untuk pria tersebut.

__ADS_1


"Ayo masuk Tuan Jaka. maaf beginilah kondisi rumah tempat tinggal kami." ujar anara. walaupun begitu, anara sudah merenovasi sedikit kediaman tersebut.


"oh tidak apa-apa nona. justru saya harus bersyukur karena masih memiliki tempat tinggal dan diterima dengan baik oleh Nona di sini." ujar Bayu lagi.


anara pun tersenyum mendengar pengaturan Bayu dan begitu pula dengan Bayu langsung melangkah masuk ke dalam kediaman rayot itu. setelah itu anara langsung menyusul langkahnya. Sementara anak-anak sudah memberikan tubuh mereka di atas sebuah tikar yang cukup empuk dan hangat yang digelar oleh yoga. Bayu sendiri berjalan dan melepas alas kakinya dan ikut duduk di atas karpet yang digelar anak-anak itu bersama dengan anak-anak lainnya.


"ya sudah. anak-anak istirahat dulu ya, Ibu mau masak makan siang dulu untuk kita." ujar anara kepada anak-anaknya. tak lupa Ia juga mengeluarkan buah-buahan yang masih ia simpan dalam ruang dimensi, diataranya buah matoa dan buah lengkeng yang kemarin baru mereka petik di hutan atau di alam liar.


"ini, ibu masih menyimpan buah yang kemarin." ujarnya. ia menata buah tersebut diatas baskom yang cukup untuk menampung sebagian buah tersebut.


"Ayo paman dicoba. kata ibu ini nama buahnya adalah matoa dan lengkeng. rasanya sangat manis Paman kami sudah pernah memakannya." ujar yoga. yoga pun mencoba membukakan satu untuk Bayu dan memberikannya.


"Ini paman.." ujar yoga sambil menyerahkan buah tersebut.


sementara anak-anak lainnya sudah saling berebut merebut mengambil buah-buah itu untuk mereka. Bayu pun langsung mengambil buah yang sudah dikupas oleh yoga dan memandangnya.


jujur saja di dalam hatinya masih ada perasaan ragu tentang buah yang menurutnya baru pertama kali dilihatnya. karena buah-buahan yang biasanya dikonsumsi di tempat ini tak lain ada lapisan dan juga beberapa anggur liar yang memang tumbuh begitu saja di kerajaan itu. namun anggur Itu juga tidak terlalu banyak diminati karena mereka tidak terlalu menyukai buah yang hidup liar tanpa perawatan. sombong juga ternyata 😆

__ADS_1


"Paman tidak usah ragu. buah itu sangat manis. karena itu Ibu mengatakan kepada kita untuk tidak merusak hutan. katanya di dalam hutan kita dapat menemukan buah-buahan atau ketela-ketela yang bisa kita jadikan sebagai pengganti nasi atau beras dan gandum." ujar Nakula kepada Bayu.


Bayu lagi-lagi terkejut melihat kepintaran anak-anak tersebut. di umur yang seperti ini yang biasanya diajarkan Bagaimana cara menggunakan pedang dan menguasai ilmu bela diri serta kepemerintahan, ternyata anak-anak ini bisa menguasai pelajaran-pelajaran umum lainnya seputar tentang kehidupan manusia karena memang itulah yang hakiki.


"Dari mana kamu mengetahui kata-kata itu mengenai hutan yang menyediakan makanan untuk kita..?? Tapi sebelumnya, Paman belum mengetahui Siapa nama kalian semua. Bolehkah kalian memperkenalkan nama kalian pada paman..??" tanya Bayu dengan pelan kepada anak-anak itu. mereka semua tersenyum dan menganggukkan kepala mereka dengan riang gembira.


"tentu saja paman. aku Nakula, dan adik kembarku namanya Sadewa. terus ada kakak angkat ku yang pertama bernama Kak yoga, yang kedua Kak Sekar dan yang ketiga adalah adik namanya kripla." ujar Nakula memperkenalkan diri mereka.


"eh bukannya di hutan tadi kita sudah memperkenalkan diri ya paman..??" tanya Sadewa tiba-tiba. Bayu yang mendengar penuturan saudara kembar dari Nakula itu pun langsung menggarut-garut kepalanya. entahlah, Bayu juga tidak mengingat akan hal itu.


"iYa yah... tapi kok Paman nggak tahu.. mungkin lupa.." ujar Bayu.


"hehehe Iya paman... kami juga sepertinya melupakannya.." ujar Nakula dan Sadewa secara bersamaan. mendengar penuturan ambigu seperti itu membuat mereka semua langsung tertawa terbahak-bahak.


"hahaha... ternyata bukan Paman saja yang sudah pikun.. Ternyata kalian juga sudah pikun hahaha..." ujar Bayu mencoba untuk mengakrabkan diri kepada anak-anak itu.


lagi pula dirinya tidak ragu lagi, Iya yakin pasti anak-anak kembar itu adalah benihnya. dilihat dari segi manapun wajah anak kembar dengan dirinya sangat mirip dan ditambah lagi bahwa hanya dengan anara dia melakukan hubungan satu malam itu. apalagi dia tahu kalau saat itu anara memang baru pertama kali juga melakukannya bersamanya. dari bukti seperti itu saja sudah dapat meyakinkan Bayu kalau anak-anak itu beneran adalah anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2