HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
53. pergi ke kota Raja


__ADS_3

Bayu yang mendengar penuturan anara yang bisa menggambar sketsa atau mendesain sebuah bentuk benda langsung mengerutkan keningnya.


"Anda bisa merancang pola pembuatan mesin penggiling..?? Bagaimana cara anda melakukannya..??" tanya Bayu lagi.


(sepintar dan sejenius apa perempuan ini. Apakah dia bisa menciptakan alat yang dibutuhkan oleh warga di desa ini..??) batin Bayu lagi.


anara pun tersenyum dan bangkit dari posisi duduknya saat itu. hari ini ia berencana untuk ke kota lagi untuk pergi ke sebuah butik yang pernah ia ajak kerjasama beberapa bulan yang lalu, karena selain mendesain gambar dan mengurus anak-anaknya, Ia juga menyempatkan diri untuk merancang busana dan bahkan membuat rancangan busananya itu diminati oleh kalangan bangsawan.


"oh iya Tuan Jaka. bolehkah saya meminta tolong kepada Tuan..??" tanya anara terlebih dahulu karena dirinya tidak berencana membawa anak-anaknya pergi ke kota hari ini. apalagi matahari Begitu terik dan juga panas.


"oh tentu saja Nona Nara. Apa yang bisa saya bantu..??" tanya Bayu lagi.


"begini tuan. Saya berencana ingin ke kota Raja, tapi saya tidak bisa membawa anak-anak karena matahari cukup terik dan juga panas. bisakah saya titipkan anak-anak kepada anda.?? Saya tidak akan lama di sana. Saya ingin bertemu dengan nyonya Ratna sataman." ujar anara lagi kepada Bayu.


Bayu yang mendengar kalau anara akan pergi sendiri ke kota Raja berpikir sejenak. Ia sebenarnya ingin ikut untuk menemani anara pergi, tapi dia sadar saat ini kondisinya sedang berpura-pura lupa ingatan. kalau ia meminta tolong kepada Mandala untuk menjaga anak-anak itu, kemungkinan rencananya akan langsung diketahui oleh anara.


"baiklah nona. serahkan saja padaku. tapi apakah Nona yakin pergi sendiri ke kota Raja..??" tanya Bayu lagi.


Bayu sendiri ingin memastikan bahwa, Apakah anara memintanya untuk ditemani atau memiliki teman untuk pergi ke kota Raja. anara pun mengganggukan kepalanya mendengar pertanyaan itu.


"tentu Tuan Jaka, Saya akan pergi sendiri. lagi pula Saya tidak akan lama." jawab anara lagi dengan mantap. Bayu kembali menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu nona. berhati-hatilah di jalan." ujar bayu lagi. ia sedikit merasa kecewa dengan penuturan anara. tapi, lagi-lagi, ia harus bersikap biasa saja.


"baik Tuan jaka terima kasih banyak. oh iya, kemungkinan saya akan pulang dan melewatkan makan siang bersama dengan kalian. saya juga sudah memasak kan sambal dan nasi untuk bekal makan siang kalian nanti. jangan lupa dimakan Tuan Jaka dan juga anak-anak." ujar anara lagi.


Ia sengaja mengatakan hal itu takutnya nanti mereka tidak tahu bahwa dirinya telah menyiapkan makan siang mereka lain waktu. Nakula dan Sadewa yang mendengar penuturan Ibu mereka itu pun langsung bertanya.


"Ibu ingin bertemu dengan nyonya Ratna itu ya Bu.? apa Ibu mau membicarakan bisnis lagi dengan Nyonya itu..?" tanya Nakula. Bayu yang mendengar kata bisnis yang keluar dari mulut putranya itu langsung bergumam dalam hati.


(bisnis..??? Apakah anara sedang berbisnis juga..??); tanya Bayu dalam hatinya.


(apalagi yang tidak aku ketahui..?? Kenapa perempuan ini banyak sekali kebolehannya. sebenarnya siapa gadis ini..??) tanya Bayu lagi Yang sepertinya mulai merasa penasaran kepada anara.


"Iya sayang. Ibu ingin bertemu dengan nyonya Ratna untuk mengambil bagian kita. nyonya Ratna juga sudah berkali-kali mengirimkan pesan kepada ibu. jadi Nakula dan Sadewa serta, kakak dan adik tinggal di rumah sama paman Jaka ya. Ibu tidak akan lama, nanti kalau Ibu sudah kembali akan Ibu bawakan oleh-oleh dari Kota raja." ujar anara kepada anak-anaknya. anak-anak itu pun tersenyum mendengar penuturan Ibu mereka.


"tentu saja sayang. kalau begitu Ibu pamit ya, Tuan Jaka saya titip anak-anak." ujar anara lagi kepada Bayu.


", Iya Nona Nara. berhati-hatilah di jalan." jawab Bayu lagi. akhirnya anara pun mulai keluar dari kediaman rawat itu dan mulai berjalan menjauh. sementara Bayu, ia mulai bertelepati kepada Mandala untuk menyertai anara di perjalanan. takutnya nanti di perjalanan ia menemukan bahaya.


{Mandala, Apakah mendengarkan ku..??} ujar Bayu bertelepati.


{Iya Yang mulia. Apakah ada yang bisa saya bantu..??} ujar Mandala langsung menyambar dan membalas telepati dari tuan yaitu.

__ADS_1


{utus orang-orang mu untuk menyertai perjalanan anara ke kota Raja, takutnya nanti di perjalanan ia menemukan bahaya. tidak perlu menampakkan diri cukup berada dalam bayangan saja dan memantau dari jauh.} balas Bayu lagi kepada Mandala.


{baik yang mulia} setelah mengatakan hal itu Mandala pun langsung mengutus orang-orangnya untuk menyertai anara di perjalanan menuju kota Raja.


***


sementara anara sendiri, merasa kepanasan di perjalanan. apalagi matahari hari ini begitu panas dan terik.


"huh... panas sekali. aku juga sudah tak menemukan kereta kuda di jam yang seperti ini. sebaiknya aku keluarkan saja motor dari dalam ruang dimensi. itu juga bisa mempersingkat waktuku untuk menempuh perjalanan." akhirnya tanpa pikir panjang, anara pun langsung mengeluarkan satu buah motor Beat dari dalam ruang dimensinya.


dan dengan segera pula, anara langsung mengenakan helm penutup kepala agar tak langsung terkena paparan sinar matahari. setelah itu ia langsung melajukan motor tersebut menuju kota Raja.


para pengawal bayangan yang diutus Mandala untuk menyertai perjalanan anara itu menjadi tertegun melihat benda yang menurut mereka dapat berjalan dengan cepat melebihi kereta kuda.


(benda apa itu..?? tampaknya sangat menarik.) batin mereka dengan penuh takjub.


anara yang memang tidak menyadari keberadaan mereka walau dirinya sudah belajar ilmu bela diri, tapi ternyata tingkatannya masih berada jauh di bawah mereka. lagi pula anara memang tak terlalu mahir untuk bermeditasi karena hobinya adalah melakukan tracking.


tapi walaupun begitu, kekuatan ilmu bela dirinya juga tidak bisa diragukan. kemungkinan orang-orang yang kekuatannya berada di atas anara saat ini hanyalah orang-orang yang bekerja di bawah naungan pangeran Bayu. selebihnya semuanya adalah orang-orang lemah menurut Wikipedia.🤭


anara sendiri melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata. dan hanya sekitar satu jam menempuh perjalanan menuju kota Raja itu, akhirnya anara pun sampai dan langsung di depan butik yang diajaknya untuk bekerja sama. ternyata beberapa bulan tidak mendatangi butik tersebut, hasilnya cukup mencengangkan karena butik itu begitu banyak dipadati oleh kaum bangsawan.

__ADS_1


bahkan kini butik itu sudah menjadi dua lantai. yang mana lantai pertama akan diperuntukkan untuk mereka masyarakat biasa yang tidak memiliki kedudukan. sementara di bagian atas dirancang sedemikian rupa diperuntukkan untuk mereka yang memiliki kedudukan atau bisa disebut sebagai kaum bangsawan.


"luar biasa sekali... baru beberapa bulan saja Sudah ada kemajuan." monolog anara dengan tersenyum.


__ADS_2