HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
55. benda asing yang dikerumuni


__ADS_3

"Ini uangnya nona. di dalam kelima kantong ini berisi 1000 kepingan emas, dan yang ini berisi 500 koin perak, dan yang satunya lagi 500 koin tembaga. ini semua sudah hasil dari pembagian nona. dan saya tidak menyangka ternyata hasilnya bisa sampai seperti ini. bertahun-tahun saya tidak pernah memegang uang sebanyak ini nona. saya juga mengucapkan terima kasih banyak, berkat Nona kami bisa merenovasi butik ini dan juga membeli bahan dengan berlimpah." ujar nyonya Ratna dengan mata yang berkaca-kaca.


Anara yang menyaksikan hal itu pun langsung tersenyum simpul. Ia juga tidak menyangka bahwa keisengannya menggambar sebuah rancangan pakaian mampu menghasilkan uang sebanyak ini. padahal, dirinya di zaman modern bukanlah seorang perancang busana. tapi lihatlah, sekarang rancangan busana yang ia berikan begitu sangat diminati dan laku di pasaran.


"Nyonya tidak perlu berlebihan seperti itu. ini juga berkat kerja keras Nyonya sendiri dan suaminya. saya tentunya hanya mendukung dengan segi desain model pakaian saja, dan tentunya akan lebih mentok ke pemasaran dan hal itu adalah pemikiran dari Nyonya sendiri. justru saya juga berterima kasih dengan kerja sama yang kita jalani ini mampu menghasilkan kepingan-kepingan emas dan mensejahterakan kehidupan kita." ujar Nara dengan lapang dada yang juga menyanjung sistem pemasaran yang dilakukan oleh nyonya Ratna.


"Ya sudah kalau begitu. nyonya Ratna Saya berencana untuk pamit karena sudah sangat lama meninggalkan anak-anak. saya juga harus berbelanja terlebih dahulu sebelum kembali." ujar anara yang sukses menyadarkan nyonya Ratna kalau ternyata tak ada dua kurcaci yang mengekorinya.


"oh iya nona. pantas saya merasa ada sesuatu yang kurang, ternyata para tuan muda tidak ikut ya. Ya sudah kalau begitu nona. terima kasih banyak karena sudah berbagi dengan kami dan memilih kami sebagai mitra kerjasama nona." ujar nyonya Ratna lagi.


anara pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. selepas itu mereka pun sama-sama beranjak dan nyonya Ratna pun dengan senantiasa mengantarkan anara sampai di depan butiknya itu. setelah itu anara langsung berpamitan dan meninggalkan butik tersebut.


anara kembali menghampiri motornya Yang terparkir bersama dengan beberapa kereta kuda milik para bangsawan. namun sesuatu hal yang tak terduga di sana, beberapa orang mengerumuni motor milik anara itu.


"permisi... Ada apa ya..??" tanya anara kepada para warga yang berkumpul mengerumuni motornya. mereka yang mendengar penuturan anara pun seketika melayangkan tatapan mereka ke arah anara.


"eh maaf Nona. kami hanya sedang melihat benda ini saja. karena seumur-umur kami belum pernah melihat bentukan yang seperti ini." ujar salah satu warga berjenis kelamin laki-laki itu.

__ADS_1


anara sendiri pun langsung melayangkan tatapannya ke arah motornya itu. dia tahu pasti para warga ini penasaran dengan benda tersebut.


"oh apakah bapak-bapak penasaran dengan benda ini..?? ini namanya sepeda motor, yang juga berfungsi untuk mempercepat dan mempersingkat perjalanan panjang namun hanya dua orang saja yang bisa menungganginya. " ujar anara sambil mengeluarkan kunci motor dari dalam sakunya. kemudian ia memencet satu tombol yang memang ada di dalam kunci itu sehingga membuat motor itu langsung berbunyi.


tuit


suara yang berasal dari motor itu langsung membuat para warga yang berjenis kelamin laki-laki itu langsung terkejut. mereka Langsung menatap aneh ke arah anara dan juga mundur beberapa langkah.


"apakah benda ini milikmu..?? bagaimanakah cara menggunakannya..?? kalau beneran ini bisa ditunggangi.." ujar salah seorang laki-laki lagi yang berbeda. karena anara terburu-buru, Iya langsung menaiki kuda besinya itu dan menstarternya. alhasil lagi-lagi membuat semua orang Kembali terkejut. dan tanpa menunggu lama lagi ke anara langsung memutar gas motor itu dan langsung meninggalkan tempat tersebut. orang-orang yang melihat benda yang sangat aneh itu menatap takjub ke arahnya.


diatas sana, para bangsawan juga menyaksikan aksi ribut-ribut yang terjadi di luar tempat mereka meletakkan kereta kuda mereka. para bangsawan itu ikut menjadi heran dan sekaligus penasaran apa ya terjadi.


"pelayan. Apakah kalian tahu apa yang terjadi di bawah sana..??" ujar seorang perempuan bangsawan kepada salah satu pelayan yang melayani mereka.


"maaf Nona. setahu hamba di sana sedang terjadi kegaduhan karena mereka para laki-laki menemukan sebuah kereta tanpa kuda. dan bahkan badan dari kereta tersebut terbuat dari besi yang hanya mengandalkan tombol saja sehingga mampu menghasilkan tenaga dan bergerak cepat." ujar pelayan perempuan itu yang barusan ia dengar dari teman-temannya yang berjaga di lantai bawah.


"oh apakah ada kereta seperti itu..?? siapakah pemiliknya..?? Apakah ia seorang pria bangsawan yang begitu tampan dan gagah perkasa..??" tanya wanita bangsawan itu lagi dengan ekspresi yang begitu menginginkannya. para wanita bangsawan lainnya juga yang mendengar penuturan wanita itu langsung berkasad kusut.

__ADS_1


"mohon maaf Nona. untuk pemiliknya sendiri hamba tidak mengetahuinya. kabarnya sih Ia adalah seorang perempuan." jawab pelayan itu lagi.


para nona bangsawan yang mendengar penuturan itu pun langsung mendesah kecewa. mereka pikir penunggang kuda besi itu adalah seorang pangeran yang tampan yang mungkin sedang mencari permaisurinya.


***


sementara itu, anara sendiri sudah melajukan motornya pergi ke tempat seorang pengrajin. Iya berubah pikiran, setelah melihat gambar desain yang dirancang olehnya mustahil rasanya untuk dirinya membuat benda penggiling padi walaupun dibantu oleh para penduduk desa buangan. akhirnya Ia memutuskan untuk pergi ke tempat pengrajin saja dan meminta kepada mereka untuk membuatkannya mesin penggiling padi.


Ia juga meminta untuk mereka membuat sebuah panel surya yang mampu membangkitkan tenaga listrik dari angin dan tenaga matahari. anara ingin membuat terobosan walaupun nanti hasilnya tak sebagus terobosan-terobosan para ilmuwan yang berada di zaman modern. tapi setidaknya benda itu mampu membangkitkan tenaga listrik.


setelah bertanya kepada beberapa warga, akhirnya anara dapat menemukan tokoh pengrajin itu. Ia menatap dengan seksama tokoh tersebut. kemudian ia mengeluarkan secarik kertas yang berisi mengenai rancangan pembuatan mesin penggiling.


"Aku harap mereka tidak mengecewakanku.." gumam anara dengan pelan. akhirnya anak rapun langsung berlalu memasuki toko tersebut Dan disambut baik oleh sang pemilik toko.


"selamat datang di toko saya Nona.. Apakah ada yang bisa saya bantu..??" tanya pemilik toko tersebut sambil mengamati pakaian yang dikenakan oleh anara.


beberapa bulan ini, mereka memang tidak merasa penasaran dengan model pakaian yang dikenakan oleh anara. karena pakaian yang bermodel seperti itu sudah menyebar di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

__ADS_1


__ADS_2