HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
52. rancangan mesin penggiling padi


__ADS_3

"woah... ini kelihatannya sangat enak Bu.." ujar Sadewa yang memang sangat tergila-gila dengan masakan ibunya.


"ibu... kita bisa gendut jika Ibu tiap hari masak makanan yang enak-enak.."ujar yoga lagi langsung mengundang gelak tawa dari mereka semua.


Anara yang mendengar penuturan anak gadisnya itu dan anak-anaknya yang lain pun, langsung tersenyum. sambil mengisi piring demi piring yang ada di atas meja itu pun, ia menjawab pertanyaan putrinya.


"ini sayang.. Ibu selesai memasak mie ayam dan lontong sayur. biarkan saja kalian gendut, karena memang tujuan ibu memasak untuk membuat kalian berisi. Ayo segera cuci tangan dengan bersih dan minum air putih. setelah itu duduk kembali dengan baik kita sarapan sama-sama." ujar anara memerintahkan anak-anaknya.


"baik bu.." anak-anak itu pun langsung ngacir meninggalkan Ibu mereka dan juga Jaka di sana. mereka berlarian dengan cepat sehingga membuat Bayu menegur anak-anak itu.


"hati-hati... kalian tidak perlu lari sekencang itu.. nanti kalian jatuh..!!" tegur Bayu kepada anak-anak tersebut. namun tegurannya itu tak digubris oleh mereka karena nyatanya anak-anak itu memang sudah jauh dari jangkauan keduanya.


anara yang juga menyaksikan anak-anaknya berlarian seperti itu hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


"anak-anak itu benar-benar.. oh iya nona nara. Apakah Nona tidak merasa repot mengurus kelima anak itu tanpa seorang suami..??" tanya Bayu lagi kepada anara.

__ADS_1


anara yang mendengar penuturan tersebut sontak menghentikan kegiatannya dan menatap dengan kosong. Bayu yang menyadari akan hal itu pun seketika langsung merasa bersalah dengan pertanyaannya sendiri.


"khem... maaf Nona saya tidak bermaksud menyinggung akan hal itu. tapi saya merasa ada sesuatu. tapi kalau Nona tidak ingin menceritakannya juga tidak masalah." ujar Bayu lagi merasa bersalah. terdengar helaan nafas berat dari anara.


"huf... tidak masalah tuan Jaka. ini juga adalah kesalahan saya, 4 tahun yang lalu terjadi kecelakaan sehingga membuat si kembar Nakula dan Sadewa hadir dalam kehidupan saya. dan bodohnya saya, karena tidak tahu siapa laki-laki yang sudah melakukannya bersamaku. kalau kamu bertanya mengenai kesulitan untuk mengasuh anak-anak itu, jawabannya adalah sangat kesulitan. apalagi semasa kecil mereka tidak mengetahui apa-apa. tahunya hanya menangis dan menangis saja membuatku menjadi stress. Belum lagi aku harus memikirkan Bagaimana cara menghasilkan uang dan juga makanan untuk kami bertahan hidup. namun terlepas dari semua itu, Aku tidak ingin mengenang masalah ini lagi. mungkin saja lelaki yang menjadi ayah kedua anakku itu juga tidak mengenali aku, tapi aku tidak masalah, yang penting aku dan anak-anak sudah hidup dengan baik di desa ini." ujar anara lagi dengan penuturan yang sendu.


walaupun nyatanya semua cerita itu adalah bohong. lagian tidak mungkin Ia menceritakan apa yang dilakukan oleh pemilik tubuh ini kepada anak-anaknya. pokoknya jaga nama baik aja lah.😁


Bayu yang mendengar akan hal itu pun lagi-lagi sangat merasa bersalah karena begitu lama tidak menemukan anara dan anak-anaknya.


"maaf ya Nona, Saya ingin bertanya lagi. kalau seandainya ayah dari kedua anak nona mengetahui keberadaan Nona dan anak-anak, kemudian kembali dan ingin bertanggung jawab kepada Nona dan anak-anak, kira-kira Nona akan menerimanya atau tidak..??" tanya Bayu dengan ragu-ragu. tapi ia tidak bisa mundur lagi, karena dirinya harus mengetahui akan hal itu agar nanti ia dapat menyiapkan diri jika harus mendapat penolakan dari anara.


senyum itu cukup memberitahukan Bayu bahwa perempuan yang saat ini berdiri di hadapannya adalah perempuan mandiri yang tak terlalu ambil pusing memikirkan seorang laki-laki yang bertahta atau bagaimana. Bayu sendiri yang mendengar penuturan itu menelan salivanya dengan susah payah. Ia berfikir mungkin dirinya nanti akan kesusahan untuk menaklukkan Ibu dari anak-anaknya itu.


"mm... baguslah kalau begitu nona. namun Kalau boleh berharap sih, tuan yang menjadi ayah dari anak-anak nona dapat menyadari akan hal itu, sehingga ia bisa membantu kesulitan nona untuk merawat anak-anak. sekali lagi maaf ya nona kalau saya sudah lancang bertanya." ujar Bayu lagi merasa kikuk dan menggarut-garut kepalanya yang tidak gatal itu.

__ADS_1


"tidak apa-apa Tuan Jaka. kita hidup memiliki tujuan masing-masing. bagi kita sebagai seorang manusia tentu saja hanya mengikuti alur dengan baik dan bertahan serta membela diri dari orang-orang yang akan menjatuhkan kita. yang pasti lakukan yang terbaik aja dulu untuk diri sendiri selebihnya nanti pikirkan di kemudian hari." ujar anara dengan santainya.


"oh ya sudah silakan duduk dulu sambil menunggu anak-anak.. Saya ingin menyiapkan minuman hangat terlebih dahulu." ujar anara lagi.


****


siang hari ini, Begitu panas dan juga matahari sangat cerah. di desa buangan ini, terlihat begitu sibuk menjemur padi dari hasil panen yang mereka peroleh bulan ini. wajah mereka tak henti-hentinya tersenyum merasa puas dengan pendapatan mereka dan keberhasilan mereka dalam menanam padi.


sementara itu, anara sendiri sedang membuat rancangan pembuatan mesin penggiling manual yang hanya memanfaatkan kayu saja. karena, jika harus menciptakan tenaga listrik, banyak bahan yang harus dilengkapi. dan itu, akan memakan waktu yang lama.


walaupun pembuatan penggiling padi itu dibuat dengan dasar kayu, namun kecepatan kerja dan juga penyelesaian penggilingan padi itu sama Persih dengan kecepatan mesin penggiling dengan menggunakan tenaga listrik, ya.. walaupun lebih fleksibel menggunakan mesin. namun penggunaan penggilingan padi di zaman kuno ini sudah pasti benda itu sangat bagus dan bermanfaat.


anara dengan teliti membuat mesin penggiling itu, karena ia tidak ingin ada kesalahan yang nanti akan merugikan orang lain. ya harus mempertimbangkan Bagaimana laju kerjanya dan juga kecepatannya. keseriusan anara dalam merancang dan mendesain gambar pembuatan mesin penggiling membuat Bayu yang bergabung bersama dengan anak-anak bertanya.


"Apa yang sedang anda kerjakan Nona Nara.?? tampaknya Anda begitu serius dan fokus mengerjakannya." ujar Bayu kepada anara.

__ADS_1


anara yang mendengar penuturan Bayu itu pun seketika menghentikan aktivitasnya sejenak dan menatap ke arah Bayu dan anak-anaknya yang ternyata juga masih belajar dan mencoret-coret buku sama halnya seperti yang kemarin-kemarin.


"oh tidak ada. Saya hanya sedang mencoba merancang satu mesin penggiling untuk menghasilkan beras. Dan ini juga sudah selesai." ujar anara sambil mengamati gambar tersebut.


__ADS_2