HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
42. obat berbentuk bulat


__ADS_3

Tapi hal itu juga tidak bisa diremehkan olehnya, mungkin saja laki-laki ini benar-benar hilang ingatan dan tidak tahu siapa dirinya. Karena sang pria masih meringis, anara pun langsung mengambilkan sebuah obat yang memang dikhususkan untuk hal itu yang telah Ia siapkan.


"sebaiknya diminum dulu. kalau memang tidak mengingat apapun tidak perlu dipaksakan." ujar anara lagi sambil menyerahkan satu buah pil obat dan juga air putih.


Bayu yang belum melihat bentuk obat seperti ini sebelumnya menjadi ragu dan mengerutkan keningnya. ia bertanya-tanya di dalam hati mengenai obat tersebut.


(obat apa ini.... kenapa aku baru melihat dan menemukannya sekarang..?? Apakah perempuan ini telah menjadi seorang peramu obat-obatan..?? tapi, kenapa obatnya berbentuk bulat dan panjang seperti ini..??) batin Bayu lagi.


Bayu pun berpikiran seperti itu, karena selama penyelidikan mengenai dirinya, ia mengetahui bahwa tak satupun keahlian yang perempuan ini miliki. tapi, hal yang membuat hatinya ragu-ragu langsung ia tepis kembali. ia mulai berpikiran positif, barangkali ketika dirinya diusir dari kediaman sang menteri, ia mulai mempelajari banyak hal untuk bertahan hidup. itupun tidak mustahil seseorang bisa ahli dalam hal tersebut.


"terima kasih nona..." akhirnya Bayu mengambil obat itu, dan kemudian menelannya dengan mudah. anak-anak yang melihat sang Paman menelan obat itu dengan mudah tanpa merasa pahit langsung bersorak. Karena mereka tahu, obat yang dimiliki Ibu mereka benar-benar pahit.


"Paman hebat sekali minum obatnya.. padahal obat yang selalu diberikan ibu kepada kita rasanya begitu sangat pahit. tapi Paman dengan mudah menelan obat tersebut tanpa ekspresi apapun.." ujar yoga.


Pasalnya, saat yoga beralih menjadi seorang anak angkat bagi anara, kondisinya tentu tidak baik-baik saja. hidup terlunta-lunta di luar dan juga selalu mendapatkan perlakuan buruk dari para warga tentu saja meninggalkan bekas luka dan sekaligus rasa trauma yang mendalam, sehingga imun tubuh juga berkurang. untuk meminimalisir imun tubuh anak-anak tersebut, anara selalu memberikan mereka obat dan vitamin.


"iya. Paman sangat hebat mau minum obat itu. kami saja harus menghancurkannya terlebih dahulu agar bisa diminum seperti itu." kali ini yang bersuara adalah Sadewa.

__ADS_1


anara dan Bayu yang mendengar penuturan anak-anak yang begitu polos tersebut langsung tersenyum.


"Tuan, jika memang tidak mengingat apapun jangan dipaksakan. mungkin saja, Tuan masih mengalami trauma sehingga tuan mengalami hilang ingatan. kalau masalahnya seperti itu, ingatan Tuan pasti akan kembali setelah Tuan merasa tenang dan baikan. jadi tidak perlu dipaksakan." ujar anara lagi dengan penuh pengertian.


Bayu yang mendengar penuturan anara, entah kenapa langsung merasa berdebar-debar dalam hatinya. suara lembut dan penuh perhatian itu merupakan sesuatu yang langka yang baru didengar olehnya, apalagi dari sorot mata perempuan ini terlihat sangat tulus.


"terima kasih banyak nona. terima kasih nona juga sudah menyelamatkan saya dan merawat saya dengan baik. Nona, bolehkah saya ikut Nona untuk sementara waktu sampai ingatan saya pulih. Saya juga tidak tahu kenapa, dan Apa penyebab saya mengalami hal yang seperti ini. Saya tidak melihat apapun saat ini, takutnya nanti ada yang kembali mencari saya dan melakukan hal yang sama kepada saya. jadi bolehkah untuk sementara saya ikut kepada Nona hanya untuk sekedar memulihkan ingatan dan juga bersembunyi." ujar Bayu panjang lebar.


dan jika ada para pengawal di sampingnya yang mengenal sifat Tuan mereka, pasti mereka akan muntah darah mendengar junjungan mereka berbicara panjang lebar menjelaskan seperti ini. anara yang mencerna penuturan dari pria ini pun langsung berpikir sejenak. Ia juga tahu, resiko dan konsekuensi yang akan dialami oleh pria atau orang yang hilang ingatan. anara juga paham akan kekhawatiran pria tersebut. dia sendiri tak merasa curiga dengan kepura-puraan sang pria.


Bayu yang mendengar penuturan anara pun langsung tersenyum. akhirnya ia akan berada di dekat wanita tersebut. Bayu sendiri harus menyaksikan Bagaimana kehidupan wanita ini setelah diusir dari kediaman bangsawan itu.


"terima kasih banyak nona, sebelumnya sudah mengizinkan saya untuk ikut bersama dengan mana Nona." ujar Bayu lagi.


sementara anara sendiri tersenyum, untuk masalah apakah orang-orang atau para warga keberatan yang membawa seseorang tinggal di tempatnya itu tidak jadi masalah, karena rata-rata orang yang tinggal di sana adalah orang buangan jadi mereka cukup paham saja jika ada penduduk baru yang datang ke tempat mereka dan tinggal menopang dengan yang lain.


"Ya sudah kalau begitu, sepertinya matahari sebentar lagi akan terbit. kalian di sini saja ya anak-anak temani pamannya, Ibu mau menyelesaikan pekerjaan Ibu dulu." ujar anara lagi kepada anak-anaknya karena dirinya memang masih bergelut di dapur mininya untuk menyelesaikan sarapan bagi mereka semua.

__ADS_1


karena mereka masih menyimpan stok udang dan beberapa ikan, anara membuat nasi goreng yang akan dia tambahkan udang di sana. karena dia tahu anak-anaknya sangat menyukai makanan tersebut.


"baik ibu..." jawab serentak anak-anak itu.


akhirnya anara kembali meninggalkan anak-anaknya dan melanjutkan pekerjaannya kembali.


***


sementara di tempat lain, beberapa pengawal kepercayaan Bayu. yang saat ini baru saja mendengar kabar dan telepati dari tuan mereka sedang kebingungan mencari keberadaan Tuan mereka. pasalnya Bayu sama sekali tak mengatakan di mana Dirinya berada saat ini. apalagi, sang Tuan mengatakan telah menemukan perempuan yang dicari selama ini dan akan tinggal bersamanya serta berpura-pura tidak mengingat apapun.


"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Bisma..?? kalau Tuan sudah memutuskan hal itu, Lalu bagaimana dengan kita..?? masa kita di sini santai-santai saja tak memiliki pekerjaan apapun...!!" protes Mandala kepada sahabat sekaligus pengawal bayangan milik sang kesatria hebat itu.


"kamu nanya aku..?? terus aku nanya siapa..?? lagian kamu dari tadi ribut terus mempermasalahkan hal ini. Apa susahnya sih tinggal bertelepati dengan yang mulia.." balas Bisma lagi.


"Ya sudah kalau gitu !! buruan hubungi yang mulia.. aku tidak bisa berdiam diri seperti ini terus minimal yang mulia memberikan kita misi apa kek..!! kalau tidak, biarkan kita melanjutkan memata-matai istana yang saat ini menjadi sumber masalah bagi kita." ujar Mandala lagi.


memang benar, saat ini istana memutuskan beberapa keputusan mengenai akses pangeran Bayu menuju istana.

__ADS_1


__ADS_2