HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM
57. di cemaskan


__ADS_3

"untuk sementara ini nona, kami baru memiliki 6000 stok batu bata yang sudah selesai diolah. sementara untuk perekatnya, kami masih memiliki 75 sak saja." ujar karyawan itu lagi dengan raut wajah penuh penyesalan. takutnya nanti anara akan menolak lagi seperti yang terjadi pada pembelian-pembeli sebelumnya.


"oh, tidak jadi masalah. saya beli semuanya, dan hari ini juga saya meminta untuk diantarkan ke desa buangan. nanti sisanya bisa kalian produksi kembali dan mengantarkannya lagi ke tempat saya." ujar anara lagi dengan penuh keyakinan.


karyawan laki-laki yang mendengar penuturan bijaksana anara itu pun langsung kembali tersenyum senang. tapi, alangkah baiknya untuk memberi tahukan hal kepada sang Tuan.


"baiklah kalau begitu nona. sebaiknya Nona duduk dulu sebentar, saya akan memberitahukan ini kepada tuan saya terlebih dahulu." ujar karyawan laki-laki itu dengan penuh semangat.


Ia pun menyiapkan tempat duduk untuk anara terlebih dahulu, dan sekaligus dengan teh untuk menjamu tamu mereka itu. setelah itu, dirinya langsung bergegas masuk untuk mencari pemilik toko itu.


anara sendiri yang diterima dan diperlakukan dengan baik pun juga ikut berperilaku dan menghormati apa yang telah disuguhkan untuknya. Ia juga sesekali mengamati bentuk tokoh yang menurutnya memang tak terlalu bagus itu.


Saat dirinya sedang menikmati teh yang disuguhkan oleh karyawan laki-laki itu, tak lama, ia langsung melihat dua orang berjalan tergesa-gesa datang untuk menemuinya.


"maaf Nona, anda sudah menunggu lama.. ini tuan saya.." ujar karyawan laki-laki itu dengan penuh hormat.


anara yang melihat seorang paruh baya dan pemuda yang melayaninya tadi itu pun langsung berdiri dan tersenyum hangat.


"tidak apa-apa. salam tuan, maaf kedatangan saya mengganggu istirahat Anda." ujar anara dengan sopan.


"oh tidak apa-apa nona. justru saya sangat berterima kasih nona sudah mau singgah di toko sederhana saya. kira-kira, apa yang disampaikan oleh karyawan saya itu, Apakah benar.?? Apakah Nona serius ingin membeli semua stok batu bata merah dan juga tanah perekatnya..??" lelaki paruh baya itu pada intinya.


karena sepertinya, ia melihat raut wajah dari gadis yang berada di depannya itu tidak ingin berbasa-basi dan berlama-lama.

__ADS_1


"Iya tuan, Saya menginginkan semua stok batu bata merah untuk dikirimkan ke desa buangan dan juga sekalian dengan tanah perekatnya." ujar anara lagi.


mendengar itu, lelaki paruh baya itu pun langsung shock padahal tadi karyawannya itu telah menceritakan sebelumnya. namun dengan seketika, lelaki paruh baya itu langsung menguasai ekspresinya kembali.


"khem..."


"lalu, berapa banyak yang harus saya bayar untuk batu bata merah dan tanah perekat Itu Tuan..??" tanya anara lagi setelah pemilik toko itu tersadar dari keterkejutannya.


anarah sendiri cukup maklum, mungkin memang hanya dirinya yang memborong semua stok batu bata. karena seumur-umur baru pertama kali ini ia mendapati orang membeli batu bata merah hingga menghabiskan stok di tokonya.


"oh, untuk harganya sendiri nona, untuk 6000 stok batu bata merah, berkisaran 6 000 koin perunggu. kemudian untuk tanah perekatnya itu dengan harga total rp7.500 koin perunggu." ujar pemilik toko tersebut setelah menghitung harga barang yang dibeli oleh anara.


ternyata, Mereka menjual batu yang begitu bagus itu hanya dengan satu koin perunggu per satu buah bata. dan dengan santainya pula, anara pun langsung mengeluarkan 5 koin kepingan emas kembali dan menyerahkannya kepada sang pemilik toko.


"eh.. tapi nona... harganya tidak sampai dengan total 5 koin emas." ujar pemilik toko itu karena kisaran yang di totalnya palingan hanya sekitar dua koin perak saja. anara sendiri pun langsung tersenyum mendengar penuturan itu.


"tidak masalah. anggap saja itu juga sebagai biaya atau jasa pengantaran batu bata itu ke desa buangan. sekaligus membayar 1000 batu bata merah lagi dan 25 tanah perekat lainnya. oh iya, untuk pengantaran batu batanya, lakukan besok saja. dan nanti akan saya tunggu di sana." ujar anara lagi langsung berubah pikiran.


lagi pula, ia tidak mungkin begitu tergesa-gesa untuk memaksakan mereka mengirimkan batu bata merah ini ke gubuk reot mereka.


"baiklah kalau begitu nona. terima kasih banyak. besok kami akan langsung melakukan pengantaran ke tempat tinggal Nona."ujar pemilik toko itu lagi. anara pun langsung tersenyum. kemudian setelah selesai, dirinya pun langsung berpamitan.


kini tujuannya adalah kembali ke kediaman reotnya yang ada di desa buangan. tapi sebelum itu, ia terlebih dahulu mencari dan membeli oleh-oleh untuk anak-anaknya di rumah. Setelah semua keinginannya telah terpenuhi, akhirnya anara pun selesai dan kembali ke desa buangan.

__ADS_1


saat ia berada berbelanja di sana, Ia tak menyadari bahwa dirinya sedang diamati oleh saudara kandungnya yaitu adiwilaga. namun walaupun begitu, anara juga tidak peduli.


di posisi adiwilaga sang kakak kandung pemilik tubuh itu.


saat ini dirinya sedang melakukan patroli kembali untuk menjaga keamanan kota kerajaan barang sabrangan ini. saat ia sedang melakukan patroli bersama dengan para bawahannya, tak sengaja matanya langsung menangkap sosok yang sudah lama tidak ia lihat dan dengar kabarnya itu.


"itu bukannya anara.?? sedang apa dia di sini..??" monolognya dengan suara pelan.


Adiwilaga pun langsung berencana untuk melihat dan mengikuti kegiatan adiknya. apalagi dirinya menangkap sebuah benda atau kereta besi yang sedang digunakan oleh adiknya itu, penampilan dan pakaiannya begitu sangat aneh dan juga berubah. tapi, perubahan itu malah memperlihatkan, bahwa begitu cantiknya wanita itu..


di sana Adiwilaga melihat adiknya sedang berbelanja oleh-oleh, Sepertinya itu untuk anak-anaknya.


"sudah lama Aku tidak melihatmu. entah kenapa, semenjak dirimu memarahi Dieng Sari waktu itu, saat itu juga aku selalu kepikiran denganmu. Bahkan kamu sudah tidak pernah datang lagi ke rumah untuk memohon kepada ayah." monolog adiwilaga dengan perasaan tak karuan.


dia sebenarnya sangat ingin menjumpai adiknya itu dan mengobrol dengannya. tetapi dia masih memiliki gengsi yang begitu besar untuk adiknya itu. alhasil, dirinya hanya memandang adiknya begitu saja dari kejauhan.


kembali lagi kepada Anara


saat ini, anara telah sampai di kediaman bobroknya yang ada di desa buangan. Ia tiba di rumah mereka cukup terlambat. di depan pintu kediaman itu, Bayu sedang mondar-mandir menunggu kepulangan anara dengan wajah yang cemas. sebentar anak-anak berada di dalam rumah juga mencemaskan keadaan ibu mereka. anara yang melihat Bayu yang sedang mondar-mandir tak karuan itu pun langsung menegur.


"Ada apa Jaka..?? kamu sepertinya sangat gelisah..??" tanya anara kepada Bayu.


Bayu jangan dengar suara anarah itu pun langsung seketika berbalik dan menatap lekat wajah cantik milik perempuan itu.

__ADS_1


__ADS_2