
Dara merebahkan tubuhnya ke kasur setelah dia merasa matanya cukup berat untuk terbelalak.
Jendela kaca itu dibiarkan terbuka, sehingga dia bisa melihat bintang-bintang yang bertaburan di malam hari.
Cuaca malam itu cerah sehingga bintang-bintang pun berpendar sejauh mata memandang.
Semakin lama menatap bintang semakin larut dan terlelap diheningnya malam. Semilir angin malam mulai menusuk kecelah -celah ventilasi.
Meski Alarm sudah di stell tapi tidak berbunyi. Alhasil Keesokan hari nya Dara masih juga telat bagun. Saat terbangun Dara segera melihat jam bekernya.
"eh ya ampun sudah jam 10, perasaan tadi malam ku setel di jam 4 "Dara mengecek Alarm , rupanya karena dia ngantuk berat setelah di stell alarmnya tombol pengaktifan alarmnya tidak diaktifkan, otomatis alarmnya tidak berfungsi.
"Ya ampun, pantesan ga nyala orang tombolnya ga ku aktifkan" Sesal Dara.
Dengan segera dia berlari membersihkan diri dan bersiap-siap.
Dia sudah pasrah dan siap mental untuk di marahin bos nya.
"tapi kenapa pintu dia tidak di gedor kayak kemaren" pikir Dara agak sedikit bertanya- tanya.
Setelah selesai sarapan, dia pun bergegas menemui bos nya yang rese dan nyebelin itu.
Di ketuk pintu nya beberapa kali, tapi tidak ada juga jawaban.
Gagang pintu tak sengaja ke buka. Dan di lihatnya si bosnya tergeletak di lantai.
Dara kanget dan segera mengeceknya
"eh ....apa dia pingsan" Tanya Dara dalam batinnya.
Segera dia mencoba membangunkan bos nya yang tergeletak di lantai, dan mengecek denyut nadi nya.
"ahk syukurlah dia masih bernafas" Setelah itu dia dengan susah payah membaringkan tubuh bos nya ke ranjang nya.
Setelah itu dia ambil kayu putih untuk membuat nya siuman.
"bos...bos anda tidak apa-apa?" dengan suara lembut Dara mencoba bertanya bosnya yang setengah siuman.
setelah sadar dia pun membuka mata dan perlahan melirik Dara yang tengah duduk di samping ranjang nya.
"eh, kok kamu ada disini, ngapain kamu disini, kamu ga sabaran ya ketemu cowok ganteng kayak aku" Celetuk Lucky yang super pede abis.
"eh...bukan gitu bos, anda tadi tergeletak di lantai, apa anda tidak apa-apa?" Tanya Dara sedikit rada kesel dan sebel juga sih. Kalau dia bukan bosnya sudah habis tuh cowok pikir Dara dalam benaknya. Untung aja dia bosnya ku tahan-tahan ini kesabaranku.
"iya ga apa-apa, jangan- jangan waktu aku pingsan kamu macam-macam ya dengan ku" Lucky sambil memegang dadanya dengan tangan disilangkan.
"weew, bukannya bersyukur udah di tolong malah negatif thinking" Dara muka judesnya sedikit menyeruak.
Lucky yang di judesin malah ketawa kegelian. Aslinya Lucky suka banget liat muka jutek Dara.
"ahhahaha...iya makasih....kamu kalau manyun gitu kelihatan. lucu banget aahahha..." Lucky tertawa lepas.
__ADS_1
Dara hanya diam, rasa sebelnya memuncak ke ubun - ubun .
"sumpah ya asli dalam hidupku baru ketemu cowok nyebelin tingkat dewa kayak dia, sangat apes banget hidup ku ini" pikir Dara saat melihat Lucky yang tertawa lepas.
Setelah itu Lucky melihat jam di dinding jam 11.
"eh sudah jam 11 toh, jadi berapa lama aku pingsan" Tanya Lucky.
"yang jelas saat saya kesini anda sudah terbaring di lantai." Jelas Dara.
"oh gitu ya..., bisa ga kamu tolong orderkan makanan aku kelaparan ini.
"baiklah mau pesan apa?" Tanya Dara.
"eh ga jadi kita makan kesana aja yu, kamu sendiri pasti laper juga kan" Lucky bertanya karena melihat raut wajah Dara yang sedikit kelihatan kelaperan juga. Terakhir mereka makan kan kemaren siang, setelah itu karena Lucky ketiduran pulas , Lucky melewatkan makan malamnya. Dan entah apa yang menyebabkan dia pingsan.
Setelah berjalan beberapa langkah tubuh Lucky merasa sedikit merasa melayang.
"bos anda ga apa-apa?" tanya Dara,
"mendingan bos kembali beristirahat biar ku bawakan makanan favorit bos.
Tawar Dara ke bosnya.
"eh aku ga apa-apa "jalan agak sempoyongan.
Baru beberapa langkah dia ambruk.
"ya elah...udah ku bilangin ngeyel sih" pikir Dara.
"udah rese, aneh , ngeyel juga lengkap amat nih orang" Dara berkecamuk dalam pikirannya sendiri.
Karena takut ada apa- apa Dara berlari ke lobi setelah keluar dari pintu lift dan meminta pihak pengelola apartemen untuk memanggilkan Dokter.
"Sis, bos saya Lantai 6 room 105 pingsan, bisa tolong panggilkan Dokter" pinta Dara sama front office apartemen Itu.
Tidak menunggu lama pihak pengelola apartemen memanggilkan dokter.
Dara menunggu di lobi. Setelah Dokter Ridwan datang Dara dan Dokter langsung ke ruangan Lucky.
Dokter itu terlihat sangat ramah dan usianya sepertinya tidak jauh beda dengan Dara.
"gimana Dok? bos saya sakit apa" tanya Dara.
"sepertinya dia hanya kecapean saja, ini ada resep obat yang harus di beli " Setelah itu Dokter itu memberikan selembar kertas resep.
"Oh iya kalo ada apa-apa hubungi nomer ponsel saya" Dokter muda itu memberikan kartu namanya.
" baik Dok" setelah itu Dara pun mengantarkan Dokter muda itu ke depan pintu.
Karena ada resep yang harus di beli, dia pun bergegas mencari apotek terdekat.
__ADS_1
Hari itu cuaca sangat panas.
Matahari menyorot sangat terik ke muka Dara. Wajah Dara tampak kemerahan tersorot terik matahari.
Setelah search di google map, akhirnya dia pun mengetahui bahwa di seberang apartemen ternyata ada sebuah apotek serta klinik.
"oh ternyata dekat juga" Dara dengan segera menyebrang dan menuju apoteker.
Sesaat masuk pintu apoteker yang tergabung dengan klinik dia berpapasan dengan Dokter muda yang tadi memeriksa Bos nya.
"Eh selamat sore Dok, wih kita ketemu lagi ya"
"Sore juga, oh dengan staff pak Lucky ya..." Dokter itu masih mengenali Dara.
"panggil saja Dara..." Dara memperkenalkan Diri.
"oh iya mba Dara jika ada apa- apa jangan sungkan-sungkan menghubungi saya, saya stay disini 24 jam" Tegas Dokter Muda itu.
"ah baik pak Dokter..." Jawab Dara dengan ramah.
"panggil saja Ridwan" Dokter muda itu memperkenalkan diri.
"oh baik pak Dokter Ridwan" Dara masih memanggil Ridwan dengan gelarnya.
"panggil Ridwan saja" Tegas dokter itu .
"oh baik Rid.....wan" Dara agak terbata-bata memanggil Dokter muda itu dengan nama nya karena merasa segan.
"baik saya masih ada yang harus dikerjakan , selamat sore" pamit Dokter itu dengan segera menuju ruangan klinik.
Perjumpaan kembali yang tidak di sengaja itu tak pernah terbersit di benak Dara.
Setidaknya hari yang menyebalkan itu sirna seketika ketika bertemu cowok yang super cool.
Dara menarik nafas.
Setelah meminumkan obat yang di belinya Bosnya pun siuman.
" Eh... kok kamu masih disini" Tanya Lucky.
"iya pak bos, tadi anda pingsan lagi"
"eh masa sih, bukannya aku baru bangun tidur" sergahnya ngeyel.
"Ada ya orang yang super ngeyel kayak dia, di bilangin dia pingsan lagi ga percaya, OmG ...orang macem apa sih dia nih " Dara berbisik dalam batinnya.
"ini ada obat yang harus di minum, dan saya permisi sebentar" Dara pamit sebentar.
"eh mau kemana kamu" Tanya Lucky.
"mau mengambil makan, saya lapar" Jawab Dara dengan jujur.
__ADS_1
"oh tolong sekalian bawain saya juga ya" Pinta Lucky.
"siap" setelah bilang siap Dara pun meninggalkan ruangan Lucky.