
Sore itu Dokter Gunawan berjalan di lorong menuju ruangannya.
Dijalan dia berpapasan dengan beberapa perawat.
"eh Dokter Gunawan ganteng banget" bisik salah satu perawat itu.
"suaranya merdu banget aku suka sangat" timpal seorang yang lain.
Dengan langkah pasti Dokter itu berjalan melewati beberapa perawat yang berbisik-bisik.
"selamat sore Dok" Perawat itu menyapa.
"sore juga..." Timpal Dokter Gunawan.
"dok di ruangan C ada pasien yang membutuhkan penanganan darurat" seorang perawat menginformasikan.
"oh baik" Dokter muda itu sangat gesit dan langsung meluncur ketempat yang di sebutkan.
Dokter Gunawan ternyata bertugas Juga di rumah sakit Citra Buana.
Dengan langkah yang cepat dengan segera dia meraih ruangan yang di sebutkan oleh perawat tadi.
Dengan segera dia melakukan tindakan darurat untuk menyelamatkan pasiennya.
"akh syukurlah detak jantungnya kembali berdetak" setelah berjuang 15 menitan Dokter Gunawan akhirnya membuahkan hasil.
Setelah selesai dia meninggalkan ruangan itu.
"Bagaimana Dok,, anak saya?" Tanya seorang ibu dengan raut wajah yang sangat cemas.
"syukurlah Bu, dia kembali bernafas, kami pihak rumah sakit hanya mengupayakan apa yang bisa kami lakukan, dan untuk hasil tetap Tuhan juga yang menentukan " Jelas Dokter Gunawan.
"terimaksih banyak Dokter" Ibu yang tadi sangat panik mengusap air matanya.
"Baik lah Bu saya masih banyak tugas yang harus di kerjakan, kalau ada apa-apa pijat tombol hijau itu ya!" Dokter Gunawan menunjukkan sebuah tombol yang tidak jauh dari bangsal pasien.
Setelah itu Dokter Gunawan sedikit bernafas lega karena dia tepat waktu menangani pasien yang kritis tersebut.
Dia menuju ruangannya untuk berjaga.
Di sela-sela kesibukannya dia masih menyempatkan diri mengirim pesan kepada Dara.
"hai Dara....apa kabar?"
" kabar baik Dok! " jawab Dara fast respon.
" akh syukurlah kalau begitu" Jawab Dokter Gunawan kembali.
"Dokter sendiri gimana kabarnya" balas Dara.
__ADS_1
" kami lupa ya aku bisa memeriksa diri sendiri!" timpal Dokter Ridwan.
" wih bener juga :)" sembari Andara tersipu.
"nanti sore kita aku mau ajak kamu keliling Kota ini? mau ya?" Ajak Dokter Ridwan.
"duh aku ga bisa janji Dok, tapi kalau ada waktu ku usahakan ya" balas Dara kembali.
"akh baiklah saya tunggu kabarnya ya"
"akh siap Dok, nanti saya kabari kalau senggang" Balas Dara.
Saat Dara asyik balas-balasan pesan dengan Dokter ganteng itu, Lucky ada di samping Dara menatap Dara tak berkedip.
"sudah wa an nya!" Tanya Lucky.
"eh iya Bos!" Jawab Dara
"tuh makan gih makanannya nanti keburu dingin" Lucky mengingatkan Dara.
"baik Bos!" jawab Dara dan tanpa bicara lagi dia melahap makanan di meja.
Setelah Lucky melihat Dara sudah selesai menyantap makanannya dia pun membuka obrolan.
"Nanti malam aku mau ajak kamu ke suatu tempat!" Ajak Lucky dengan tatapan yang tajam.
"akh nanti juga kamu tau sendiri!" Timpal Lucky.
"Dan nanti aku akan kirim kamu sesuatu, aku harap kamu memakainya , ok!" Lucky menegaskan Dara.
" iya baik Bos" Jawab Dara.
"Duh tadi pak Dokter mau ngajak sesuatu tempat juga" bisik Dara dalam benak nya kok bisa bentrok gini ya.
"kenapa kok bengong?" Tanya Lucky.
"eh nga apa-apa Bos" Jawab Dara.
"yakin ga apa- apa? oh iya aku ada perlu keluar sebentar, nanti kamu berkoordinasi dengan staff lapangan ke proyek yang kemaren ya, pak Danu nanti menjemput kamu!" Setelah berujar demikian Lucky pun meninggalkan Dara sendirian.
Cuaca sangat panas diluar.
Karena dia ada acara nanti sore dengan bos nya dia pun segera mengabari Pak Dokter.
"Dok..."
" Ya Dara? gimana nanti sore bisa?" Tanya Dokter ganteng itu.
"kayaknya kita undur besok gimana ? apa ga apa-apa pasalnya nanti sore saya ada kerjaan lain" Balas Dara.
__ADS_1
"akg ok kalau gitu, ga apa- apa kita bisa ketemu besok" Balas Dokter Ridwan memahami Dara.
Setelah itu Dara pamit dan mengakhiri pembicaraannya.
Setelah melangkah beberapa langkah, dia menabrak seseorang.
"eh maaf mas , saya ga sengaja" Dara buru- buru meminta maaf.
" eh iya ga apa- apa mba" sembari dia membantu Dara mengumpulkan berkas- berkas yang Dara jatuh kan.
"oh ini berkasnya" Pemuda yang Dara tabrak menyerahkan berkas yang tadi terjatuh dan tercecer.
"akh makasih banyak" Setelah berkas itu dirapihkan Dara pun bergegas meninggalkan tempat itu.
....---...
Setelah selesai ketempat proyek Dara pun kembali ke apartemennya.
Waktu yang panjang, setelah keringat Dara sedikit bercucur dia berjalan meninggalkan proyek itu. Dia lihat jam tangannya. Ini kali pertama Bosnya membiarkan dia menghandle proyek sendirian ini.
"kira- kira dia kemana ya" tanya Dara dalam benaknya.
Tapi dia merasa bersyukur karena Bosnya yang nyebelin itu mempercayakan proyek itu hari ini kepadanya.
Satu persatu jejak langkah Dara terhapus oleh waktu yang berlari. Detik berubah menjadi menit dan menit pun berubah menjadi jam , waktu berlalu tanpa bisa di hentikan.
Di sebrang jalan terlihat Dokter muda yang berdiri tegap di depan pintu sebuah klinik.
Rupanya waktu dia bertugas di rumah sakit sudah selesai.
Dokter muda itu melambaikan tangan saat menyadari Dara baru saja melihat ke arahnya.
Dan Dara pun membalas lambaiannya.
Saat itu sudah berdiri tegak Lucky di loby menunggu nya.
" gimana proyeknya" Tanya Lucky menanyakan progres proyeknya.
"baik bos semua tampak lancar hari ini" Jawab Dara yang agak sedikit kaget.
"syukurlah kalau gitu" Jawab Lucky.
"didalam dus ini pakaian yang harus kamu kenakan nanti" Lucky menyerahkan dus yang di pegangan.
"dan jangan lupa nanti se jam lagi kita bertemu di lobi, jangan lupa dandan yang cantik" Lucky memberi sedikit perintah.
" baik bos" Setelah menerima dus itu Dara pun melangkah dan meninggalkan Lucky yang masih berdiri tegap.
Setelah Dara meninggalkannya dia duduk di sebuah kursi.
__ADS_1