Hujan Air Mata Andara

Hujan Air Mata Andara
Senja Menyeruak Perlahan


__ADS_3

Setelah berjalan menuju lift Dara pun memencet nomor lantai dasar. Segera setelah lift terbuka dia melangkah menuju pintu depan apartment itu. Dan tepat di depan apartemen itu ada dua orang Satpam yang berjaga.


Setelah di bukakan gerbang oleh satpam, Dara pun melangkah ke jembatan penyebrangan.


Tidak berapa lama, dia pun bisa meraih food court itu. Setelah sampai dia bergegas menuju restauran yang berada dipojokkan untuk order makanan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama makanan yang diorder telah di bungkus rapi dan siapa di bawa pergi.


Setelah membayar di kasir, Dara pun kembali ke Apartemennya.


"Permisi boleh saya masuk" Dara mengetuk pintu.


"silahkan masuk , tidak di kunci" Jawab Lucky yang sudah duduk di kursi .


"akhirnya kamu sampai juga, aku sudah kelaparan banget tau!" Lucky sedikit agak tidak sabaran.


"iya maaf sedikit lama" Dara meminta maaf.


Setelah itu dia mengambilkan piring.


Setelah makanan di tuang ke piring, Lucky pun menyantap nya.


"Ayo makan, kenapa bengong" Tanya Lucky.


" baik bos" setelah bosnya memeberi isyarat Dara pun duduk di kursi yang terpajang di depan meja berbentuk bundar itu.


Dan mereka pun menyantap makanan tanpa berbicara.


Setelah selesai makan , Dara pun mengambilkan air putih dari dispenser yang terpajang tidak jauh dari meja itu.


"ini bos minumnya" Dara meletakan gelas di samping piring .


Setelah itu tanpa banyak tanya dia ambilkan obat agar Bosnya bisa meminum obat itu.


"ya ampun kamu udah cocok banget jadi nyonya Lucky" Celetuk Lucky agak sedikit gombal.


Dara hanya tersenyum dan menyodorkan obatnya.


"baik bos, hari ini sepertinya kita harus cancel schedul yang telah kita sepakati kemaren" Dara memberikan saran.


"Eh siapa bos nya disini?" Lucky tidak mau menunda schedule meski kondisinya sepayah itu.


"kita tetap perlu mensurvey tempat projek itu hari ini juga" Lucky agak ngotot.


"tapi bos, kesehatan anda lebih penting" Dara mencoba mengingatkan Bosnya yang super ngeyel dan nyebelin itu.


"nga ada tapi-tapi, setelah ini kita berangkat" Lucky kekeh dengan pendiriannya.


"baiklah, saya ngikut saja" Dara ngamau tetap ngotot.

__ADS_1


"nah gitu dong anak pintar" Lucky sedikit memuji.


"kok tau sih aku pintar" Sergah Dara.


"iya siapa dulu dong bosnya , Lucky gitu loh" Lucky dengan pede abis.


"iya..iya..." Dara hanya mengiyakan aja biar cepet kelar urusannya.


Setelah minum obat Lucky pun berdiri dan bergegas


"ayo, berangkat" Dengan melangkah sedikit terburu-buru.


Dara mengikuti dari belakang.


Setelah keluar dari apartement itu di depan sudah terparkir Mobil yang super panjang.


"ayo masuk" Ajak Lucky dan membuka kan pintu agar Dara bisa masuk mobil limosin itu.


Dara pun masuk mobil mewah itu.


Seumur hidupnya baru pertama kali naik mobil mewah seperti itu.


Setelah Lucky masuk, mobil itu pun mulai melaju.


Setelah 30 menitan mobil itu berhenti di tempat parkiran dan Lucky beserta Dara turun dari mobil itu.


"silahkan Tuan Lucky lewat sini bos kami sudah menunggu anda di ruangannya" Dua orang tersebut dengan ramah menyambut Dara dan Lucky.


Lucky pun hanya tersenyum dan mengikuti mereka dari belakang.


Tidak Membutuhkan waktu yang lama untuk bisa meraih ruangan Pak Berry.


Kedua body guard pak Berry berdiri tegap di depan pintu dan segera setelah Lucky mendekat pintu itu di dibukakannya.


"silahkan bos kami sudah menunggu anda di dalam" Salah satu bodyguard itu mempersilahkan Lucky dan Dara masuk.


Lucky dan Dara berjalan memasuki ruangan yang super megah dan mewah, dan disana terlihat Bos Berry sedang duduk bersama dua orang kaki tangan nya


"Oh Pak Lucky, silahkan duduk" Pak Berry berdiri dan menyalami Lucky dengan ramah dan bersahabat ,setelah itu mempersilahkan Lucky dan Dara untuk duduk.


Dan mengisyaratkan kedua kaki tanggannya untuk segera meninggalkan ruangan itu.


Tanpa banyak bicara mereka pun bergegas untuk meninggalkan ruangan kerja Bos Berry.


Setelah Lucky dan Dara duduk staff Pak Berry menyiapkan minuman dan menghidangkannya.


"jadi gimana Pak Lucky, kerja sama kita ini" Tanya Pak Berry.


"berapa persentase keuntungan kita bagi 50% 50%" tanya Pak Berry kembali. Dia mencoba menawarkan persentase keuntungan yang di bagi rata.

__ADS_1


"bagaimana kalo 60% 40% karena saya lebih banyak di bagian lapangan sehingga lebih banyak biaya operasional" Lucky berusaha bernego dan menjelaskan alasannya kenapa dia harus lebis besar.


Setelah itu Lucky meminta Dara untuk menyerahkan proposal yang sudah disiapkannya dan di propsal itu tertera segala pernak pernik tentang rencana proyek yang akan di kerjakannya.


Setelah Pak Berry membaca dengan seksama proposal itu. Dia pun berpikir sejenak.


"Akh baik lah Pak Lucky, setelah melihat proposal ini saya setuju" Pak Berry pun menjabat tangan Pak Lucky.


Setelah kesepakatan tercipta , Dara menyerahkan berkas kerja sama untuk di tanda tangani kedua belah pihak.


"Jadi besok kita sudah bisa memulai proyek ini dan saya besok akan menemani anda berdua ketempat proyek tersebut" Pak Berry tampak bersemangat.


"Baik Pak Berry, senang bekerja sama dengan anda" Jawab Lucky. Sembari tersenyum.


Dan Lucky merasa bahagia karena akhirnya kesepakatan tercipta sesuai dengan planningnya.


Setelah itu senja mulai menyeruak, waktu pun cepat berlalu. Lucky dan Dara setelah kesepakatan tercapai mereka pun undur diri dan meninggalkan ruangan Pak Berry.


Setelah itu mereka berdua menuju tempat parkiran.


Disana mobil limosin itu sudah menunggu .


Lucky dan Dara.


Tanpa menunggu waktu lama mereka pun meninggalkan parkiran itu.


Lucky merebahkan tubuh nya di mobil itu, dan mobil itu segera kembali ke apartment tempat mereka singgah.


"Pak kita ke food court dulu ya" Lucky meminta sang sopir untuk mampir di food court yang tempat di sebrang apartment.


Sang sopir pun membawa mereka ke food Court. Setelah memarkirkan Limosin itu, Lucky dan Dara segera mencari tempat Duduk. Dan Lucky memesan makanan di restauran favorit nya.


"akh aku lega karena kita mencapai kesepakatan dengan Pak Berry " Lucky membuka obrolan.


"iya bos" Jawab Dara.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan orderan mereka siap dan dihidangkan di meja.


"pak bos apa anda tidak bosan makan ini terus" Tanya Dara penuh selidik.


"loh emang kenapa ini sangat enak" Jawab Lucky.


" tubuh kita perlu asupan gizi yang lain pak bos" Jelas Dara.


"hmmm gitu ya..." Jawab Lucky sembari menyiapkan sendok di tangannya dan ancang-ancang untuk segera menyantapnya.


Dara pun setelah berucap demikian langsung mengambil sendok yang tersedia di meja.


Setelah itu mereka menikmati santap malamnya. Dan melupakan sejenak rasa lelahnya.

__ADS_1


__ADS_2