
Dara termenung menatap jendela yang mulai tertutup kabut pagi.
Ada rasa yang tak bisa di bendung, rasa bimbang dengan perasaannya.
"akhhh......benar kah dia Bintang?" Pertanyaannya muncul di benaknya.
"kalo iya aku harus bersikap bagaimana? aku sungguh berharap dia bukan Bintang!" Dara begitu galau berat.
Sandra menepuk pundaknya
"kok melamun melulu kak?" Tanya Sandra.
"eh engga De... kakak lagi melihat embun pagi, kamu tau ga Dek minggu depan Kakak akan kembali ke pusat" Jelas Dara.
"maksud kakak kembali ke pusat?" Sandra agak ngak ngeh dengan pernyataan Dara.
"maksud kakak, minggu depan dinas roling di perusahaan pusat kembali, jadi minggu depan ga apa-apa kan kamu tinggal di sini sendiri?" Tanya Dara.
"uh kakak....kenapa ga minta menetap disini aja kak!" Sandra berkaca-kaca.
"kakak ada urusan yang harus kakak selesaikan segera Dek" Jelas Dara kembali.
"akh ...kakak....."Sandra memeluk erat tubuh Dara
"baik-baik kakak di sana kalau gitu" Sandra mau tak mau harus rela.
"eh justru kamu yang disini jaga diri baik-baik ya " Dara merasa terharu.
"yuk kita cari makan" Dara mengajak adik sepupu nya untuk pergi ke kantin.
"ayuk kak, kebetulan aku sudah lapar banget nih" Sandra melepaskan pelukannya.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan ruangannya itu.
Sesampai di kantin mereka memesan makanan.
"gimana magang kamu dek? kamu betah di sana?" Tanya Dara memulai pembicaraan.
"ya betah ga betah kak ... nama nya juga kerja" Jawab Sandra.
Sebenarnya Dara ingin bercerita tentang atasannya Sandra itu, tapi karena dia belum yakin jadi Dara tetap menyimpannya dalam hati nya. Ada rasa gejolak yang dia tutup rapat- rapat.
"akhh...."Dara menarik nafas dalam-dalam.
Setelah beberapa saat makanan yang mereka pesan sudah diantarkan ke meja mereka.
Mereka pun makan dengan lahap.
Setelah selesai makan, Dara menyeruput minuman favorit nya Jus Lemon.
Dan Lucky datang tiba- tiba dan menyapa mereka.
"hai nona-nona kalian jahat banget nga ngajak - ngajak aku" Tukas Lucky sembari mengambil kursi dan duduk di sebelah Dara.
__ADS_1
"eh hai sayang, ku kira kamu belum bangun!" Jawab Dara.
"ya elah kan kamu bisa bangunin aku, hilih..." Jawab Lucky.
Setelah itu Lucky mulai memesan makanan.
"kalian berdua ayo temenin aku makan" Pinta Lucky kembali.
”eh hai kak Lucky aku sudah kenyang" timpal Sandra.
"sama aku juga" Dara menimpali juga.
"pokoknya ga mau tau kalian harus temenin" Pinta Lucky agak maksa.
"wew..." Sandra sedikit sebel.
"kirain udah berubah sifat nya , ya elah ternyata masih Lucky yang sama masih nyebelin kayak pertama bertemu" pikir Sandra dalam hatinya.
"eh...ya aku pesan minuman lagi aja" Sandra memutuskan untuk pesan minuman.
Sementara Dara senyum-senyum merasa geli dengan kelakuan adik sepupunya itu yang tampak sedikit jutek karena sebel.
"kalian ngegosipin aku ya, kalau aku itu cool macho and ganteng abis kan?" Dengan Pede nya Lucky nyeroscos tanpa titik tanpa koma.
"wew ...Sandra ngahabis pikir ada ya orang kayak dia Pede nya ke bangetan" Sandra bergumam dalam benaknya.
"iya sayang kamu itu cowok ter cool sedunia "timpal Dara mengiyakan biar Lucky seneng.
"ih kalian ini beneran serasi ...ikh..."Sandra makin jadi sebel .
"helo.....OmG....kalian ini bener-bener serasi hey...." Sandra sembari meletakkan tangan di meja.
"jadi gimana tidur mu semalam" tanya Lucky sama Dara.
"nyenyak lah sayang, kamu sendiri bagaimana?" Tanya Dara kembali.
"nyenyak juga lah" Jawab Lucky. Dan setelah itu mereka ngobrol panjang lebar seolah olah dunia hanya milik mereka berdua. Sandra yang berada di sana serasa menjadi kambing conge.
Minuman pesanan Sandra oun es nya sudah cair.
"haih....helo kalian berdua, kalian lupa ya ada aku disini?" Tanya Sandra yang berusaha mengingatkan mereka berdua.
"eh ya ampun iya De kamu ada disini maaf-maaf!" Dara tersadar karena sudak nyuekin adik sepupunya.
Sementara Lucky tersenyum lebar karena merasa sangat bahagia melihat Dara yang dari tadi sangat bersemangat bercerita.
Setelah pesanan makanan Lucky tiba, Lucky segera melahapnya.
Sementara Dara makan cake ke suka an nya.
"kamu makan yang banyak ya sayang"Lucky menunjukkan rasa cinta nya yang sangat besar kepada Dara.
Remahan Cake beberapa nempel di pipi Dara dan dengan sigap Lucky membersihkannya dengan tisu alangkah romantisnya Lucky.
__ADS_1
"makasih sayang" Dara berterimaksih pada Lucky.
"baiklah aku duluan ya, aku harus setor laporan pagi ini sama manager ku" Sandra berpamitan.
"iya Dek hati-hati ya..." Dara mengiyakan.
"sampai jumpa nanti" Lucky menimpali pamitan Sandra.
"kamu mau ga nanti kita jalan-jalan ke taman lagi?" pinta Dara sama Lucky.
"oh tentu saja sayang apa sih yang ga buat kamu?" Jawab Lucky sembari menatap mata Dara.
"makasih ya sayang, semenjak ada kamu hari-hari ku berasa sangat beruntung" Dara sembari tersenyum manis.
Setelah selesai minum, akhirnya Lucky dan Dara meninggalkan kantin itu.
"yuk kita ke taman sekarang?" Ajak Lucky.
"oh hayu.." Sembari melangkah bersama Lucky.
Hangat mentari pagi mengusir embun - embun yang terperangkap di sela-sela belukar, ada hati yabg cerah secerah hari ini.
Nyatanya hangat nya mentari hari ini cukup mengusir beku jiwaku.
Mereka tak perlu lama berjalan untuk sampai di taman itu. Setelah sampai mereka duduk di kursi berwarna putih yang ada tengah-tengah taman. Sinar matahari pagi mulai terasa hangat di punggung mereka. Semerbak wewangian bunga yang bermekaran di taman menambah sejuk udara di sana.
"apa impian terbesar kamu" Tanya Dara.
"kamu " Jawab Lucky.
"kamu sendiri apa?" Lucky balik bertanya
"sama donk kamu juga" Jawab Dara.
"baguslah kalau gitu" Lucky sangat senang mendengar nya.
"kamu tau , kamu adalah inspirasi ku" Lucky melanjutkan berujar.
"oh ya masa sih" Dara merasa sangat senang dengan kata-kata Lucky.
"Suatu hari, ada anak kecil yang gendut berjalan menuju sekolah nya, tapi saat dijalan anak kecil itu di cegat oleh beberapa anak kecil lain dan mereka membuli anak gendut itu, tapi datang seorang gadi kecil berkepang dua menolong nya dan menghajar anak - anak bandel itu hingga kapok" Lucky sedikit bercerita tentang masa kecilnya.
"dan kamu tau semenjak saat itu, aku sangat ingin kembali bertemu dengan anak kecil berkepang dua itu" Lucky melanjutkan kata-katanya.
"jadi anak gendut itu kamu? dan siapa anak cewe berkepang dua itu? aku waktu kecil suka di kepang dua juga" Dara sedikit mengernyitkan dahi.
"kamu" Jawab Lucky.
"aku? darimana kamu tau itu aku?" Tanya Dara.
"Dari buku yang kamu jatuh kan waktu itu , di sana tertera alamat sekolah mu" Jelas Lucky.
"jadi kamu yang selama ini pengemar rahasia ku?" Tanya Dara.
__ADS_1
"iya..." Lucky sembari tersenyum