
Sebuah perahu penangkap ikan tertambat di tengah lautan terlihat jelas dari tepi pantai. Meski ombak besar berdeburan perahu itu tampak tenang tertambat tak terpengaruh oleh ombak yang terus menghempas karang. Terlihat disana sesosok wanita dengan rambut panjang terburai berjalan bertelanjang kaki, menyusuri pantai. Ombak menjulur-julur seolah menari nari meraih tepian. Angin agak kencang menyibak-nyibak rambut Dara. Dengan sepatu di jinjing Dara berjalan pelan menyusuri pantai. Sesekali kaki nya dia tendangkan ke pasir putih yang menyelimuti sepanjang tepian pantai.
Batu karang yang di hantam ombak silih berganti itu nyatanya lama-lama terkikis juga.
Ada tangan hangat menggenggam tangan Dara.
" hayo melamun..kamu mikirin apa sayang?" Lucky membuyarkan lamunan Dara.
"eh kamu..." Dara melihat ke arah Lucky.
"Dari tadi ku perhatikan tatapan mu kosong! apakah ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan kepadaku?" Tanya Lucky penuh selidik.
"ini belum waktu nya aku bercerita, suatu saat nanti akan ku cerita kan semua, tunggu saja beberapa waktu lagi hingga aku siap mengutarakannya" Dara menatap mata Lucky dengan tajam.
"baiklah aku tunggu hingga kamu siap! bagiku lebih baik menunggu daripada tergesa-gesa" Jawab Lucky sembari menyibak rambut Dara.
Setelah itu Lucky menarik tangan Dara dan membawanya duduk dekat batu yang sangat besar.
"ayo kemari kita duduk di batu ini , ini spot favorit ku dan dari sini kita bisa melihat laut biru yang sangat indah, jika aku punya banyak masalah aku selalu kesini hanya untuk sekedar mencari inspirasi dan refresing" jelas Lucky dan Dara pun ikut duduk di sampingnya.
Suara ombak yang keras memekakkan telinga. Saking besarnya seolah-olah dia ingin melahap apa pun yang di terjangnya. Angin cukup kencang meniup-niup dedaunan pohon di tepian pantai.
"kalau boleh aku jujur, aku sangat takut dengan suara ombak, tapi pemadangan laut biru yang terbentang membuatku sedikit relaks disini." Dara mengemukakan kegelisahannya.
"jangan takut ,aku disini bersama mu" Lucky berusaha menenangkan Dara.
"aku ingin Pt Perkasa selalu menjadi milik ku kembali, bisakah kamu menolong ku? itu perusahaan satu- satu nya yang telah ayah ku besar kan?" Dara akhirnya sedikit terbuka kepada Lucky
"bukankah pt itu bekerjasama dengan kita?" Lucky sedikit bertanya.
"iya, temanku dan mantan ku mereka berdua mengelolanya dan mereka berdua yang sudah merampasnya dari ku?" Jelas Dara.
"oh tentang kabar itu aku pernah mendengar nya, jadi kamu ahli waris yang seharusnya memiliki perusahaan itu?" tanya Lucky kembali.
"iya....ini terjadi karena kecerobohan ku , aku terlalu percaya dengan mereka?" Sesal Dara tampak menyeruak di wajah nya.
"jadi itu ganjalanmu selama ini? aku bisa memberimu perusahaan yang jauh lebih besar dari itu? kamu tinggal sebutkan saja dimana kamu mau mendirikannya?" Lucky berapi-api.
"masalah nya bukan itu, karena itu satu-satunya perusahaan yang ayahku titipkan kepada ku, aku tidak ingin almarhum ayah ku kecewa karena kecerobohan ku ,aku harus kehilangan perusahaan itu" Dara sedikit berlinang air mata.
"hmmm.. begitu ya ..baiklah aku sepertinya bisa menolong mu!" Lucky berusaha menyakinkan Dara.
"oh begitu kah" Dara merasa sangat senang mendengar ucapan Lucky serasa mendapat angin segar.
"aku tau kelemahan mereka! dan melalui kelemahan itu perusahaan itu bisa kita rebut kembali" Jelas Lucky tampak berapi-api.
"tapi sebelum itu tolong ceritakan semua secara detail tentang perusahaan itu!" Lucky menatap mata Dara sangat tajam.
Setelah itu Dara menceritakan semua hal secara detail kepada Lucky awal kisah terjadi perebutan kekuasaan .Setelah panjang dan lebar dia menceritakan semua hal kepada Lucky , dan Lucky pun tampak menyimak dengan sangat seksama. Lalu Lucky pun berujar
"baiklah aku mengerti, aku akan membatu mu!" Lucky sembari memegang tangan Dara dengan penuh hangat.
Dara sangat bahagia dan tersenyum lebar.
__ADS_1
" terimaksih sayang" Dara merasa sangat berterimaksih.
Sementara itu ombak terus bertalu-talu dan matahari mulai terbenam suasana pantai tampak semakin hening ,walau pun ombak cukup keras dan memekakkan telinga.
Setelah mereka cukup berbincang-bincang
akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke apartment mereka.
"udah sore yuk kita kembali " Ajak Lucky.
"iya ..yuk" Dara mengiya kan.
Setelah sampai di apartment mereka , meraka berjalan beriringan menuju ruangan masing-masing.
"istirahat lah, jaga. kondisimu!" Setelah mengucapkan itu Lucky pun masuk ke ruangannya. Dan membiarkan Dara masuk duluan ke ruangannya
Dan Dara pun melangkah masuk ke apartement nya. Setelah di dalam dia langsung merebahkan tubuhnya di kursi malas dekat jendela.
Langit sore tampak cerah. Warna semburat terpancar cerah.
Dara memejamkan mata nya.
Tak lama setelah itu dia pun tertidur pulas.
Angin malam menerobos sela- sela ventilasi jendela.
Saat Sandra melihat Dara tertidur di kursi malasnya dia mengambil inisiatif untuk menyelimutkan selimut ke tubuh Dara.
Setelah selesai menyelmuti Dara ,dia melanjutkan membaca buku yang ada di atas meja.
" ya ampun uang ku tinggal sedikit lagi!" Sandra sedikit bergumam.
Tiba -tiba pundak Sandra di tepuk dari belakang.
"kenapa De...!" Dara membuyarkan keheningan malam.
"eh kaka Dara..kok bangun......." Sandra agak sedikit terkejut.
"iya De.. kok muka kamu cemberut gitu coba sini cerita sama kakak masalah kamu" Dara menawarkan diri.
Sandra menarik nafas dalam- dalam sebelum bercerita
"jadi gini kak, tadi siang ibu menelepon ku dan ibu bilang panen kali ini gagal jadi belum bisa ngirimin aku uang...." Sandra sembari menatap mata Dara dengan penuh gelisah.
"oh gitu... kenapa ga bilang...kan kamu masih punya kakak disini...ini kamu bisa pakai kartu kakak" Dara sembari menyodorkan kartu atm miliki nya.
"eh ga usah kak... jangan nanti jadi ngerepotin" Sandra buru-buru menolak.
"jangan sungkan-sungkan De...ambil saja pamali menolak rejeki..." Dara berusaha menyakinkan Sandra.
"iya baik kak terimaksih" Akhirnya Sandra menerima kartu itu.
"nah gitu...sana pergi tidur ini udah malam" Dara menyuruh adik sepupunya untuk tidur.
__ADS_1
"baik kak..." Sandra menuju sofa dan membaringkan tubuh nya setelah beberapa saat akhirnya dia pun tertidur pulas.
Sementara Dara mengambil air putih dan meminum nya.
Setelah selesai minum dia pun merebahkan badan di kasur nya .
Meski mata dia terpejam tapi dia belum bisa mengusir bayangan Bintang yang berkelebat.
"akh.... Bintang.....andai kamu disini .." Dara menarik nafasnya dalam- dalam.
Angin malam mulai menusuk-nusuk kalbu ku, denting jam terus bergulir. Dara coba mengalihkan pikirannya dengan membaca sebuah buku.
Setelah matanya agak berat dia pun tertidur pulas.
Sementara saat itu di luar hujan mulai turun.
Dan Lucky masih duduk di kursi kesayangan sembari memainkan ponselnya.
Meski mata nya agak berat tapi dia belum mau tidur.
Setelah itu dia buka laptopnya dan mulai menyeledikin sesuatu.
Dia cari semua data yang berhubungan dengan Pt Perkasa Selalu.
"Semua data ada disini" pikir Lucky.
Lalu Lucky menghubungi staf khusus nya yang menangani semua kerja sama dengan Pt Perkasa Selalu.
"selamat malam Pak Ridho...besok pagi tolong datang ke kantor saya dan bawa semua berkas yang berhubungan dengan Pt Perkasa Selalu" Perintah Lucky kepada Pak Ridho
"oh baik Pak Lucky" Pak Ridho menimpali.
"tumben Pak Lucky menghubungi tengah malam begini apakah ada keadaan darurat" gumam Pak Ridho sembari dia menyiapkan semua berkas yang di minta atasannya itu.
"baiklah Pak Ridho selamat malam"
Setelah pamit Lucky pun menutup ponselnya. Lalu dia menutup laptopnya. Dan
dia beranjak ke kasur nya dan merebahkan tubuh nya.
Dia ambil selimut tebal yang terjuntai di tepi, kini badannya terasa hangat dengan selimut yang menyelimutinya.
Malam semakin larut. Semua orang sudah terlelap dalam buaian mimpi nya masing-masing. Hujan di luar baru saja turun .
Udara terasa sangat dingin malam itu.
Lucky berusaha memejamkan mata nya.
Pikirannya kini berlari-lari menerawang cakrawala. Ada semua siasat yang kini ada di otaknya.
Setelah seharian berjalan-jalan di pantai dengan Dara tubuhnya mulai terasa sedikit lelah. Dan kantuknya mulai terasa berat.Tak membutuhkan waktu cukup lama dia pun tertidur sangat lelap.
Semakin larut malam hujan pun semakin lebat. Angin malam menari- nari menerobos sela-sela mulai terasa sangat dingin.
__ADS_1
Meski alarm di pasang nyata nya Lucky masih engan untuk terbangun dari mimpi indah nya.
Alarm itu dia matikan dan dia melanjutkan tidur nya.