
Aku duduk dan menunggu Sandra kembali.
Ku lihat jam di tangan ku setengah jaman lebih dia belum juga kembali.
"Sandra....kok lama banget sih ke belakangnya cepetan balik" Dara mengirim text pesan.
"jangan tegang gitu donk , ayo pesan makanannya?" Pak Jefri menyuruh Dara memesan makanan.
Seorang pelayan menyodorkan daftar menu di meja.
"iya pak , nanti saja saya nunggu sepupu saya dulu" Jawab Dara.
"Jadi sudah berapa lama kamu bekerja di tempat Pak Lucky?" Tanya Pak Jefri memulai pembicaraan.
"oh itu ya, sekitar 2 tahunan ada" Jawab Dara.
Dara melihat ponselnya kembali, text yang dia kirim ke Sandra ceklist satu.
"eh aneh banget tuh anak" Gerutu Dara dalam hati.
Alunan musik mengiringi pesta itu, semua orang berdansa dan bernyanyi. Sementara aku hanya duduk menunggu Sandra kembali.
Setelah itu terdengar mc membaca kan susunan acara.
"kok dari tadi melihat ke jam tangan mulu" Pak Jefri bertanya, yuk kita dansa.
"maaf pak, saya lagi mager" tolak Dara.
"Bintang ingin kamu berdansa denganku!" bisik Jefri di telinga Dara.
"eh .." Dara sedikit kaget mendengar kata-kata Jefri dan setelah mendengar itu dia berdiri dan mengikuti ajakan Jefri.
"kamu siapa kenapa tau tentang Bintang?"Tanya Dara.
"kamu beneran lupa aku Dara?" Tanya Jefri kembali.
Sambil berdansa mereka berbincang hangat.
"kamu....." Dara menatap tajam.
"ayo ingat-ingat aku siapa?" Jawab Jefri.
"kamu........Bintang ?" Air mata Dara mulai berderai.
"anak pintar..." Jawab Jefri.
"jadi nama asli kamu jefri?" Tanya Dara kembali.
"iya anak manis itu nama asli ku....!" Jawab Jefri.
"ya ampun... Bintang kamu ternyata masih hidup" Setelah itu Dara pun pingsan.
"kak bangun kak!" Sandra mencoba membangun kan Dara dari pingsannya.
Samar-samar suara Sandra membuat Dara tersadar dari pingsan nya.
Dara melihat sekeliling ternyata dia terbangun di kamarnya.
"minum kak" Sandra menyodorkan air minum.
"kakak ga apa-apa? apa yang sakit?" tanya Sandra.
"kakak nga apa-apa De" Setelah itu dia melihat jam di mejanya.
"ya ampun , kakak telat ke kantor" Jelas Dara.
"tenang kak, tadi ku bilang ijin ke Kak Lucky, jadi hari ini kakak istirahat saja!" Jelas Sandra.
"Baik lah" Mendengar penjelasan Sandra , Dara pun agak tenang.
"Kakak sepertinya berhalusinasi semalam" Dara mulai bercerita.
"coba kakak ambil cuti kerja kak, kayaknya kakak butuh refresing!" Jelas Sandra.
__ADS_1
"ah iya kamu benar Dek...nanti kakak ambil Cuti" Jelas Dara.
Tak lama terdengar pintu di ketuk.
Sandra bergegas membuka pintu dan berdiri disana seorang Lucky.
"oh kak Lucky, masuk kak!" Sandra mempersilahkan Lucky masuk.
Setelah itu Lucky bergegas melihat keadaan Dara.
"bagaimana keadaan kamu sekarang sayang?" Tanya Lucky Sama Dara sembari memegang dahi Dara.
"aku baik-baik saja kok, ga usah khawatir!" Jelas Dara berusaha menenangkan Lucky yang jelas-jelas di wajahnya tersirat kepanikan.
"baiklah , kamu istirahat dulu sampai kamu baikan ya ! masalah kantor udah ada yang menangani! jadi ga usah khawatir " Lucky menjelaskan kembali.
"iya sayang , maaf selalu merepotkan kamu" Dara menatap mata Lucky begitu dalam, dan dia hati dia bergejolak merasa bersalah.
"sssttt... siapa bilang aku repot, jangan ngaco deh akh, aku senang kok membantu kamu” Jawab Lucky.
"makan dulu ini aku bawakan bubur!" Lucky sembari menyodorkan bubur hangat yang dia bawa. Setelah itu Lucky menyuapi Dara.
Setelah selesai menyuapi Dara , Lucky duduk di kursi dan dia memerintahkan anak buahnya untuk menghandle semua pekerjaan dia hari ini.
"aku baik-baik saja sayang, kamu jangan khawatir berlebihan gitu" Dara menjadi gak enakan karena Lucky mengancel semua pekerjaan nya hari ini demi Dara.
"aku disini ok, jangan protes" Lucky tetep bersikukuh.
"kamu sendiri sudah sarapan?" tanya Dara.
"sudah sayang" Jawab Lucky.
Dara menghela nafas dalam dan menatap wajah Lucky dengan tatapan yang tajam.
"Semalam pantesan aku telepon kamu, gak kamu angkat , tau gitu lain kali kemanapun kamu pergi aku anter ya!" Jelas Lucky.
"eh ga usah....sebegitu nya sayang..." Jelas Dara.
"tapi....aku..." Dara terputus.
"kamu segalanya bagi ku!" Jelas Lucky sembari menatap Dara dan memegang tangan Dara.
"ah baiklah..." Dara tidak bisa menolak.
"nah gitu..."Lucky sembari tersenyum manis.
"ayo kita berjemur" ajak Lucky sembari dia menyodorkan kursi roda.
"eh kok kamu punya kursi roda segala?" Tanya Dara.
"aku kan bisa jalan jadi ga perlu kursi roda" Jelas Dara kembali.
"eh aku ingin kamu istirahat total , jadi ga usah jalan ya , duduk saja disini" Lucky sembari menyuruh Dara duduk di kursi roda.
Mau tak mau Dara menuruti keinginannya Lucky.
"akh baik lah, walaupun ini terasa sangat berlebihan, aku kan ga sakit parah!" Jawab Dara
"iya...hari ini aku akan menemanimu full ok , ga usah menolak!" Jelas Lucky.
Setelah Dara duduk di kursi roda Lucky mendorongnya menuju Lift.
Setelah tiba di lantai dasar mereka berjalan ke taman yang tidak jauh dari kediaman mereka.
Bunga-bunga yang bermekaran semerbak mewangi.
Angin semilir menyibak - nyibak dedaunan.
Mentari pagi begitu hangat mengusir bekunya kalbuku. Udara pagi sangat segar.
"wih aku baru tau disini ada taman secantik ini" Dara begitu bersemangat.
"ini tempat favoritku, kalau aku merasa jenuh aku akan kesini hanya untuk mencari inspirasi" Jelas Lucky.
__ADS_1
Setelah itu Lucky memetik bunga mawar dan menyematkan di telinga Dara.
"nah kan kamu tambah cantik dengan bunga ini" Lucky menatap tajam Dara.
"ah masa sih" Dara tersipu agak gugup.
"iya...." Lucky senang sekali melihat Dara tersenyum manis seperti itu.
Hangat matahari mulai terasa hangat di punggung dua insan sejoli itu.
"kapan-kapan kita kesini lagi ya" pinta Dara.
"iya" Jawab Lucky sembari membawa Dara berjalan berkeliling taman.
"kamu haus ga?" tanya Lucky
" sedikit haus" Jawab Dara.
"yuk di kita ke kedai sana" Sembari membawa Dara menepi ke sebuah Kedai.
Setelah itu Dara tutun dari kursi rodanya dan berjalan ke sebuah kursi di pojokan kedai itu.
Seorang pelayang menyodorkan buku menu.
"selamat datang di kedai kami, ini menu di kedai kami" Sembari menyodorkan buku nya.
"jus stawbberi satu" Lucky sembari membaca buku daftar menu.
Setelah itu dia sodorkan buku menu itu ke Dara.
"jus buah naga satu" Dara memesan jus buah naga
Setelah pelayan mencatat, dia pergi menyiapkan pesanannya.
Tidak berapa lama pesanan pun diantarkan.
Dara dan Lucky meminum jus nya.
"bagaimana mood kamu sekarang. " Tanya Lucky.
"mood ku baik sayang!" Jawab Dara sembari tersenyum menatap mata Lucky.
"aku punya kabar baik tentang perusahaan ayah mu, staff ku berhasil memindah tangan kan perusahaan itu atas nama mu" Lucky bersemangat bercerita.
"oh iya...wow cepat sekali kerja staf mu!" Dara sangat terkejut dengan kabar itu.
"minggu depan kita benahi perusahan itu" Lucky menyarankan kembali langkah selanjutnya.
"jadi minggu ini , ini minggu terakhir kita disini" Jelas Lucky.
"kita kembali ke pusat lusa?" Jelas Lucky kembali.
"oh baiklah" Jawab Dara sangat senang mendengar kabar dari Lucky.
"terimakasih banyak sayang!" Lanjut Dara.
"ga usah berterimakasih, aku senang membantu mu, mulai besok kamu bisa mengelola kembali perusahaan itu" Jelas Lucky.
"kamu tau, aku tidak pernah merasa sebahagia ini, ini hari yang sangat ku nanti kan dalam hidup ku" Jelas Dara.
"perusahaan itu adalah amanah ayah ku, selama ini aku selalu menyalahkan diri ku karena kecerobohan ku aku kehilangan nya, tapi kamu datang dan hadir membawa keberuntungan ku kembali, kamu adalah keberuntunganku" Mata Dara sembari berkaca-kaca.
"akh jangan berlebihan seperti itu, itu hanya bagaian kecil yang bisa ku lakukan untuk membahagiakan mu" Lucky sembari memegang tangan Dara dan menatapnya tak berkedip. Lalu dia mengusap air mata Dara.
"jangan ada air mata di hari bahagia ini" Lucky mengusap air mata Dara kembali.
"aku sangat senang sekali, akhirnya mimpi ku terwujud" Dara tersenyum sumringah.
"ini baru awal, jangan terlena, masih banyak tanjakan yang harus kita lalui" Lucky mengingatkan Dara.
"akh iya sayang" Dara tersenyum lebar.
Hari itu berlalu begitu cepat. Matahari pagi yang tadi bersinar kini mulai berlalu menyambut senja. Senja pun merayap perlahan Lucky dan Dara sudah kembali ke kediaman mereka.
__ADS_1