Hujan Air Mata Andara

Hujan Air Mata Andara
Pelangi Di Musim Kemarau


__ADS_3

Ada cahaya yang menembus Sukma, yang bergerak bawa ku dari kegelapan.


"Ah..." Dara menarik napas yang sangat dalam.


"bukan ini yang ku inginkan..." Gejolak batin Dara berkecamuk.


"tok..tok..." pintu di ketuk ibu.


"Nak kamu sudah siap?" Tanya ibu sembari masuk dan mengejutkan Dara yang lagi termenung dengan mata berkaca-kaca.


"eh ibu...." Lirih Dara setengah kaget.


"kok malah melamun? apa yang kamu pikirkan sayang?"Tanya ibu kembali.


"nga bu cuma teringat sesuatu" Jawab Dara buru-buru mencoba menenangkan ibu.


"ayo...semua sudah menunggu mu' Ajak ibu.


"baik bu" Dengan Melangkah agak berat Dara mau tau mau, siap tak siap harus memegang komitmennya.


Lucky sumringah tersenyum lepas, karena akhirnya hari yang dia tunggu datang juga.


Dan Dara pun mencoba tersenyum sebisa mungkin.


"jangan tegang gitu sayang" Bisik Lucky.


"iya..cuma sedikit tegang kok " jawab Dara simple.


Dan acara pun berjalan dengan lancar.


Semua tamu yang datang sangat antusias dengan acara itu.


"ah.." Dara menarik napas sembari melihat cincin yang tersemat di jari nya.


"ini sebuah langkah" Pikir Dara


Ibu datang memeluk Dara


"selamat anak ku sayang" Ibu mengucapkan selamat.


"terimakasih bu" Jawab Dara, sembari menahan tangis di hati nya.


"anak ibu cantik banget" Wajah ibu sumringah melihat wajah Dara yang sudah berdandan rapi.


"ayo , semua udah nunggu di luar" Seraya ibu kembali sembari menuntun tangan Dara.


Dara melangkah perlahan mengikuti ibu.


Semua sudah siap menunggu acara di mulai.


"Akhirnya acara ini terlaksana juga" Bisik Lucky dalam hati nya. Sembari menatap wajah Dara Lucky sangat terkesima.


"jangan tegang gitu donk" bisik Lucky saat Dara berdiri disampingnya.

__ADS_1


Dara mencoba tersenyum manis.


"ini mimpikan?"bisik Dara


"ini nyata" jawab Lucky


"aku deg- deg an beb" Lucky berbisik kembali kepada Dara.


"sama, ih kamu malah bikin aku tambah nervous deh" Bisik Dara kembali


"hihi" Lucky tertawa kecil melihat Dara yang tampak nervous abis.


"bentar aku narik nafas dulu, ih" Dara berusaha melawan grogi nya.


"pegang tangan ku" Sembari Lucky menawarkan tangan nya.


"eh ga perlu" Jawab Dara yang sudah agak rileks.


"ya deh kalo gitu" Lucky membiarkan Dara berusaha mengontrol rasa gugupnya.


Dan acara pun berlangsung dengan lancar.


Tamu undangan menyelamati mereka berdua.


Dara berusaha tersenyum.


Ibu menghampiri mereka berdua.


" iya bu" Jawab Dara


"ibu harap kalian langgeng " ibu berujar kembali.


Dara dan Lucky kembali duduk.


Arsyil berjalan menghampiri mereka


" jaga Dara dengan baik Kak" pinta Arsyil.


" ga usah di minta , itu tanggung jawab kaka"


" ya ampun Dara, kamu cantik banget" Sahabat Dara menyalami dan memeluk Dara.


"semoga kalian bahagia selalu" Doa nya.


"iya terimakasih atas doa nya" jawab Dara sembari tersenyum.


Tamu undangan mulai menyelamati , sampai - sampai Dara dan Lucky sedikit lelah.


Waktu berlalu begitu cepat. Dan akhirnya mereka meninggalkan ruangan resepsi.


"ayo" Ajak Lucky.


"kemana?" Tanya Dara.

__ADS_1


"ih , udah gede masa masih nanya" Jawab Lucky.


Dara hanya tersipu malu.


"wew ga gitu , aku kan hanya basa basi" Jawab Dara.


"makan yu, laper nih" Ajak Lucky.


"haih kirain apaan" Jawab Dara


"iya hayu, sama aku juga laper" Lanjut Dara kembali.


Akhirnya mereka berdua makan.


"sini ku suap in" Lucky sembari menyuapi Dara


"kayak baby eh, nga usah aku bisa sendiri" Dara sedikit nolak.


"emang kamu baby aku, buka mulut nya ih" Jawab Lucky.


"ih pemaksaan ini namanya" Dara sembari buka mulut.


"nah gitu dong pintar" Lucky seneng sekali.


"bukannya kamu tadi bilang lapar, eh malah menyuapin aku" Tanya Dara.


"iya, tapi aku mau di suap in kamu" Pinta Lucky sembari menatap Dara.


"iya udah buka mulut nya a'" Pinta Dara.


"nyam.,..nyam...." Lucky sangat bersemangat makan karena disuapin Dara.


"pelan donk ih nyuapinnya " Lucky meminta Dara sedikit pelan.


"iya sayang.." Jawab Dara.


setelah semua tamu undangan pulang, Mereka pun duduk kelelahan di sofa.


"kaki ku pegal"


"sama, sini aku pijitin"


"iya"


Pelangi di musim kemarau hanya terbias saat rintik hujan bersua cahaya yang berpedar.


Indah nya pelangi yang terbias dalam mengisi setiap pelosok hari.


Ada lelah yang terjawab hari ini.


Cahaya perlahan meninggalkan bayangan. Bayangan yang sedari awal mengikuti cahaya kini perlahan di telan kegelapan malam.


Angin perlahan sepoi-sepoi menyibak rambut Dara. Hadirnya membawa sejuk . Ada denting jam yang bertalu-talu. Ku tulis Senja di sebuah cerita.

__ADS_1


__ADS_2