
Berdiri disebuah persimpangan, yang begitu hiruk pikuk dengan kendaraan yang berlalu lalang
Mata Andara tertuju ke sebuah Antrian, antrian menuju loket.
Sesekali menarik nafas, lalu menatap ke sebelah nya, sebuah jalan persimpangan.
Jalan sebuah harapan, jalan penghubung kesunyian dan keramaian, di sana terbentang sebuah harapan dan asa untuk tercipta sebuah mimpi, mimpi yang patut di perjuangkan.
"mana nih ya Sita, kebiasaan jam karet" sesekali Andara melihat jam di tangannya.
Tiga puluh menitan ada dia berdiri di sana menunggu temannya.
"tut....tut... telepon yang anda tuju sedang diluar jangkauan" Suara operator terdengar.
Beberapa kali menghubungi handphone nya Sita, Tapi belum juga berhasil tersambung.
"Akh pesawat ku sebentar lagi berangkat" bisik Dara dalam hati.
Akhirnya dia pun beranjak dari penantiannya.
Dan memutuskan untuk pergi segera karena jadwalnya sudah mepet.
Melangkah terburu-buru di bandara, dengan membawa koper diseret.
Setelah barang masuk bagasi, Andara pun masuk ke pesawat.
Menghela napas yang panjang.
Karena dalam pesawat dia pun mematikan ponselnya.
"selamat tinggal kota kenangan, hari ini kan ku awali sebuah perjalanan yang panjang, sebuah perjalanan untuk mencapai mimpi terindah ku"
Dan pesawat itu pun pergi, meninggalkan bandara.
Andara hanya sedikit dongkol karena sahabatnya tidak kunjung datang untuk menemaninya di bandara.
Andara yang sedikit kelelahan pun tertidur di pesawat.
Sita tidur terlelap, meski jam beker nya berbunyi dia tak juga terbangun.
Hari itu dia sudah berjanji akan menemani Andara. Tapi karena tidurnya yang sangat lelap dia pun lupa dengan janjinya itu.
"hmmm...apa ya yang ku lupakan" Sita mengucek-ngucek mata.
"Ya ampun jam berapa ini, aku lupa kalo aku sudah janji akan menemani Andara di bandara" segera dia mengaktifan ponselnya.
Dan disitu tertera 20kali panggilan dari Andara.
"Aku sudah di pesawat" text pesan masuk ke inbok 30 menit yang lalu.
"dia sudah berangkat" Sita menarik nafas agak kesal dengan dirinya sendiri yang tidak bisa menemani sahabatnya.
"ya ampun sahabat macam apa aku ini?" bisik batinnya.
Menghela nafas, setelah itu dia beranjak dari tempat tidurnya, lalu membersihkan badan.
Setelah badan terasa fresh dia pun melahap sarapan.
--...--
Setelah pramugari menyuruh pasang belt pengaman, pesawat pun tinggal landas.
"akhirnya sebuah perjalanan panjang akan dimulai"
Ku pejamkan mata ku, tapi cowok rese duduk di sebelahku bikin aku ilfill.
"nyebelin banget sih" ngerutu ku dalam hati. Ku pikir perjalanan ini akan sangat menyenangkan tapi malah sebaliknya apes banget.
"ya ampun mimpi apa aku semalam..."
__ADS_1
"hmmmm sesekali menarik nafas yang dalam"
"Nga tidur brisik, eh pas tidur brisik juga" pikir ku, akhirnya ku putuskan untuk membangunkannya.
"heh mas bisa ga tidurnya ga di pundak ku, dan jangan ngorok" aku yang merasa terganggu akhirnya membangunkany cowok rese di sebelahku.
Cowok itu hanya kucek-kucek mata dan tidak menggubris omonganku, dia malah melanjutkan tidurnya.
"makhluk macam apa sih ini ,, ampun dah" pikirku.
Semakin lama semakin kencang ngoroknya
Aku bener-bener merasa terganggu.
Akhirnya Andara mengambil handphone nya dan memasang head set dan memutar musik.
Setelah beberapa saat pramugari menawarkan minuman. Cowok rese itu dengan sigap terbangun.
"eh aneh banget aku dari tadi dengan suara kencang membangunkannya dia malah ga bangun-bangun, eh giliran pramugari membangunkan dengan suara lembut dia terbangun segera" pikirku agar rada jengkel.
Tanpa pikir panjang cowok rese itu memesan minuman dan cemilan. Sementara aku hanya memesan kopi pahit, sepahit hidupku.
"kok pesannya cuma kopi aja mba, ngak sekalian cemilannya" cowok rese itu komen.
Lalu dia mengambil inisiatif untuk memesankan kue buat ku.
"eh ga usah "
"pesan itu ya " tegasnya ga mau mendengarkan ku.
"orang aneh bin ajaib eh" gerutuku dalam hati karena ga mau banyak komen ku biarkan saja dia memesan.
Pesanan pun tiba.
Dan dia memberikan kue itu kepadaku.
"makan nih!" serunya ku tau kamu belum makan dari kemaren
"kamu...?" tanyaku sedikit kepo.
"ya elah sis, aku tetanggamu rumah kita sebelahan, masa iya kamu ga tau aku?" Jelas cowok rese itu.
"hmmmm..." aku mencoba berpikir keras karena aku memang sih agak cuek dengan lingkungan sekitar. Jadi aku ga bertetangga.
"udah makan sana ga usah kebanyakan mikir" tegas nya kembali.
Akhirnya ku turuti ucapan dia, biar dia senang dan dia ga berisik, pikir ku.
"nah gitu dong...anak pintar" ucapnya.
Asli, nih makhluk paling nyebelin dalam hidupku pikirku dalam benak.
"iya makasih"
"sama-sama nona manis" jawabnya agak gombal
"huek" aku yang di gombalin kayak pengen muntah asli.
"wkwkwk..." dia tertawa geli.
"oh iya perkenalkan namaku Lucky, aku akan memberi mu keberuntungan karena kenal denganku" cowok rese itu menyodorkan tangannya.
"Dara.." jawabku mau nggak mau ku berkenalan juga dengan cowok rese itu.
"senang sekali berkenalan dengan mu tetanggaku" dengan suara penuh suka cita karena setelah 2 tahun bertetanggaan dengan Dara, akhirnya ada kesempatan juga berkenalan.
"kamu tau , sebenernya aku ogah kenalan dengan cowok rese kayak kamu, so ke gantengan tau.." Dara dengan gayanya yang ceplas - ceplos.
Dia yang di judesin sama Dara malah tertawa cekikikan. Bukannya marah malah seneng.
__ADS_1
"cowok tuh aneh ya di judesin malah tambah penasaran" Dalam benak ku.
"eh sumpah asli kamu tuh lucu banget tau" Dia mesam - mesem sangat senang mengobrol dengan Dara meskipun dijudesin. Baginya semakin judes cewek itu semakin tertantang menaklukkan nya.
"Oh iya ini kartu namaku siapa tau kamu nanti membutuhkanku" dia menyodorkan kartu namanya.
Meski Dara enggan , kartu namanya dia ambil dan di masukkan ke dompet.
"iya makasih" Jawab Dara.
"mana kartu nama mu" dia bertanya katu nama Dara.
"oh sebentar" tanpa banyak bicara Andara mengambil kartu nama nya.
" Makasih" Dengan siggap dia masukkan ke dompetnya.
"sebagai tetangga mu yang baik , nanti setelah sampai aku anterin kamu ketempat tujuan ya" Dia menawarkan diri.
"iya terimakasih ga usah repot-repot" jawab Dara .
"eh aku ga repot kok, kalau jawaban mu begitu itu berarti kamu setuju" Timpal Lucky kembali.
"ya deh terserah kamu aja" Jawab Dara.
Setelah beberapa lama akhirnya pesawat itu pun tiba di sebuah bandara.
Lucky dan Dara pun melangkah keluar dari pesawat.
Setelah itu mereka pun bergegas mengambil koper barang.
Melangkah di tempat asing dengan tetangga yang baru ku kenal di pesawat.
"akhirnya aku sampai di tempat ini juga" Seru Dara sangat senang.
" Iya akhirnya sampai juga ya" timpal Lucky.
"ayo ku anterin kamu" Lucky mengajak Dara.
Setelah itu mereka pun menaikin taksi dan melaju ketempat tujuan.
Sebuah apartement yang tidak terlalu jauh dari pusat keramaian. Tempatnya sangat asri dan sejuk.
"Akhirnya sampai di alamat yang di tuju" Dara sangat senang dan sedikit kelelahan.
Setelah melangkah di koridor dan masuk lift. Dara memasukan nomor lantai tujuan.
"Eh...kamu kok ikut masuk" Tanya Dara sama Lucky.
"lah iya kenapa emang" Tanya Lucky.
"kan kamu cuma nganterin aku, terimaksih banyak ya sudah mengantarkan aku sampai tujuan" Dara berterimakasih.
"nga usah sungkan-sungkan tetangga ku" timpal Lucky .
"Akhirnya sampai di lantai yang dituju.
Dan Dara pun berjalan menuju nomor yang tertera di kunci apartemen.
setelah samapi di nomor yang tertera , Dara melihat Lucky masih mengekor di belakang nya.
"eh baiklah aku sudah sampai di ruangan, sekarang kamu bisa pergi, terima kasih banyak" Dara menegaskan
Tapi setelah Dara menegaskan itu Lucky melangkah menuju pintu di sebelah Dara.
"Eh kamu....kok bisa punya kunci apartemen ini juga" Dara agak kaget setelah Lucky membuka sebuah ruangan yang tepat di sebelah Ruangan Dara.
Lucky hanya tersenyum tidak menjelaskan apapun yang bikin Dara agak penasaran.
Setelah itu Dara melangkah masuk dan merebahkan diri di tempat tidur nya.
__ADS_1
Begitu juga dengab Lucky, dia pun sama merebahkan diri di kamarnya.