
Kilauan bintang yang berpendar malam ini begitu menghipnotis mata Dara.
Dengan kaki di tekuk dan di genggamnya mata nya tak lepas dari kelap- kelip bintang malam ini.
"andai kamu masih hidup!" Pikir Dara menangis dalam diam.
Angannya selalu berontak, masih saja dia teringat sahabat nya yang kini entah berada dimana. Sesekali air mata nya dia seka.
"akh....hai bintang aku sangat rindu sama kamu, tolong sampaikan sama Tuhan boleh kah aku bertemu denganmu kembali walau sejenak, aku hanya ingin mengatakan rahasia hatiku pada mu wahai bintang" Dara tak kuasa menahan air mata nya. Seketika wajah nya yang sendu penuh dengan cucuran air mata.
"Akh... " Dara menarik nafas sedalam - dalam nya.
Rintik hujan malam itu membuyarkan sinar bintang-bintang.
Awan mendung nyatanya mengusir bintang- bintang yang beredar malam ini. Angin menusuk rusuk Dara.
" kak kamu ga apa-apa?" Tanya Sandra.
Dara yang di tanya buru- buru mengusap air mata nya.
"eh kamu dek, kamu belum tidur?" Tanya Dara setengah gugup.
"belum kak!" Sandra menimpal kembali.
"yuk masuk !" Ajak Dara.
Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam . Dan dara mengunci jendela serta pintu.
Setelah masuk, Sandra tidur di sofa.
Sementara Dara masih belum bisa tidur pulas , meski mata dia pejamkan nyata nya bayangan Bintang masih berkelebat di matanya.
"shhhh....Dara....kamu belum tidur kan" Bintang menyapa.
"iya Bintang, kok kamu ada disini?" Tanya Dara.
"kamu lupa ya, aku ada dalam hati kamu, kamu tadi memanggilku, jangan bersedih sayang, Jika kita berjodoh kita akan berjumpa kembali "
"tapi Bintang... hanya kamu yang ku miliki, aku ingin kamu berada disisi ku"
"ssssttt.... Dara sayang andai aku bisa menghentikan waktu kan aku bawa kamu bersamaku....usap air mata mu, aku juda sayang sama kamu tapi bahagialah jangan jadikan aku menjadi syarat kebahagiaanmu"
"tapi Bintang...aku...."
"Dara...jika kamu kangen sama aku, aku ada dalam hati mu! Dan lihatlah bintang-bintang di langit, di antara mereka aku bersinar paling terang, ingat Dara....jangan menangis" Seketika Bayangan Bintang pergi.
Dan mentari pagi menerobos sela-sela jendela. Cahaya itu berusaha menerobos mataku yang setengah tertutup. Silau cahaya mentari membangunkan ku dari mimpi ku.
"akh.....Bintang" Dara mengusap air mata nya.
" kakak...kamu sudah bangun" Tanya Sandra yang mendekatiku dan duduk di depan ku.
"eh iya de..."
"Bintang itu siapa kak?" Tanya Sandra agak kepo.
"Bintang....adalah sahabat kakak waktu kecil"
Dara terbata.
__ADS_1
"oh dia dimana sekarang kak?" Tanya Sandra.
"entahlah Dek...yang kakak dengar dari berita tempat tinggal dia terkena tsunami, akh andai kata dia masih hidup mungkin dia akan mencari ku.
Sandra memeluk tubuh Dara.
"semoga saja dia masih hidup ya kak" Sandra berusaha menyemangati Dara.
"Dara.....pagi ...." Sebuah pesan masuk ke ponsel Dara.
Ternyata pak dokter ganteng yang mengirim pesan.
"pagi juga Dok " Balas Dara.
"nanti siang bisa ga kita ketemu ?" Tanya Dokter muda kembali.
"duh maaf ya dok, hari ini saya sudah punya janji" Balas Dara.
"oh iya ga apa-apa Dara, tapi kalau kamu punya waktu luang kabarin ya" jawab Dokter muda itu.
"baik pak dokter, maaf saya harus bersiap untuk kerja, nanti kita sambung lagi ya" Jawab Dara.
Setelah pamit Dara segera mandi dan meluncur ke kantor nya.
"masuk..." Setelah Lucky menyuruhnya masuk Dara pun melenggang masuk.
"kamu sayang" Lucky tersenyum manis saat tau yang masuk ruangannya Dara
"iya...maaf aku terlambat" Dara agak terlambat datang hari ini.
"iya ga apa-apa kamu kecapean juga karena aku" Jawab Lucky.
"kamu seperti biasa sangat cantik" Lucky berdiri dan mendekati Dara.
"hari ini aku ingin kamu bersamaku memilih cincin untuk pertunangan kita!" Lucky berbisik.
"oh cincin pertunangan tapi apa tidak terlalu cepat?" tanya Dara agak gugup, karena dia benaknya dia belum siap .
"kenapa tidak, aku ingin kamu di dunia ku, dan tidak bisa menunda-nunda lagi, aku sudah lama menunggu moment seperti ini dalam hidup ku" Lucky mengemukakan alasannya.
" ah baiklah" Dara tidak bisa berkata tidak
.
Dara merasa sangat gugup karena dia belum siap melepas masa lalu nya untuk menyambut dunia nya yang baru.
"sayang kamu ga apa-apa wajahmu kok pucat?" Tanya Lucky kembali.
"ah. nga apa- apa sayang"
"duduklah kalau gitu" Setelah itu Lucky menyodorkan gelas berisi air untuk di minum Dara.
"terima kasih" Dara meneguk air minum itu.
Setelah kosong dia letakkan gelas nya di meja.
"hari ini kamu istirahat saja dulu sayang , nanti sore aku jemput kamu" Lucky meminta Dara untuk istirahat karena wajah Dara kelihatan pucat karena gugup.
"eh aku ga apa- apa kok..." Dara masih aja mengelak.
__ADS_1
Setelah dia bilang ga apa- apa tiba-tiba tubuhnya terasa melayang dan gelap.
Sesaat sadar dia sudah terbaring di kasur sebuah klinik.
"eh kok aku ada disini?" Tanya Dara.
"kamu tadi pingsan sayang" Jawab Lucky.
terdengar pintu di buka dan langkah kaki sang dokter mendekat.
"tarik napas keluarkan!" Dokter itu memeriksa Dara. Setelah selesai memeriksa dokter ini menyerahkan selebar kertas resep.
"pasien sudah bisa pulang, untuk sementara waktu jangan terlalu cape " Jelas Dokter kembali.
"yuk kita udah bisa pulang" Dara sembari beranjak dari tempat tidurnya.
"eh hey sayang kamu istirahat aja dulu disini, aku tidak mau terjadi apa- apa sama kamu" Jawab Lucky.
"tadi bukannya dokter bilang aku. hanya kecapean, udah jangan khawatir berlebihan" Dara setelah berdiri melangkah dengan santai.
Melihat Dara melangkah Lucky pun mengikutinya.
"tunggu sebentar sayang" Lucky berjalan agak cepat agar bisa mengejar Dara.
Setelah terkejar tangan Dara dia raih dan dia genggam erat.
Genggaman erat tangan Lucky sangat hangat. Dan Dara merasa tidak asing dengan hangat nya itu.
Dara berhenti melangkah saat Lucky mengengamkan tangannya.
"ayo..." Ajak Lucky yang merasa heran dengan Dara, yang tadi berjalan sangat cepat tiba-tiba bengong.
"kamu ngak apa-apa?" Tanya Lucky kembali yang di tanya tidak menjawab malah pingsan.
"Bintang...bintang kamu jangan pergi....bintang...jangan ....jangan Bintang jangan tinggalkan aku....Bintang tidak....." Bintang berlari meninggalkan Dara di kegelapan malam sendirian.
Setelah Dokter memberi minyak di hidung Dara, Dara pun kaget kembali.
"loh kok aku masih disini" Tanya Dara.
"kamu tadi pingsan lagi, kayaknya kamu harus di rawat dulu disini sampai kondisi kamu benar - benar sehat" Jelas Lucky.
Tiba- tiba Sandra berlari kecil dan memeluk Dara.
"kakak...kamu kenapa kak?" Tanya Sandra.
"aku hanya pingsan Dek" Jelas Dara.
"apakah pasien punya riwayat kecelakaan Sarah?" Dokter sembari memeriksa kodisi Dara agak sedikit bertanya - tanya.
"setau saya Dok, kakak saya pernah jatuh se waktu dia di Sma" Jelas Sandra.
"oh gitu ya, untuk sementara pasien harus menjalani observasi" Dokter menegaskan kembali.
Setelah selesai memeriksa Dokter kembali ke ruangannya.
Sementara Lucky duduk dan mengenggam tangan Dara dengan sangat was- was
"dimana yang sakit yang..." Tanya Lucky sedikit lirih.
__ADS_1