Hujan Air Mata Andara

Hujan Air Mata Andara
DEBU DI ATAS KACA


__ADS_3

pagi yang cerah , ku lihat kaca jendela ku berdebu, ku dekati kaca itu dan ku usap perlahan dengan tangan.


"Hmm......" Sedikit mengenang tentang masa lalu ku saat di sekolah , ku selalu menulis nama dia yang ku tak tau namanya di jendela berdebu.


Wajahku sedikit menyeringai kalau mengingat masa- masa itu.


"Kira-kira dia seperti apa ya sekarang wajahnya" Sedikit membayangkan sambil menulis nama nya Raha, itu nama panggilanku untuk dia yang ku tak tau namanya


Jendela kaca berdebu ini ku biarkan berdebu agar ku bisa menuliskan nama nya


" Raha..."


Itu nama panggilanku untuk dia yang tak ku kenal, tapi aku sangat bahagia jika melihatnya tersenyum ke arah ku. Seolah - olah dia tau kalau aku menatapnya tak berkedip.


Dia selalu berjalan di lorong lurus tanpa mempedulikan yang diam-diam selalu melihatnya di dalam kelas.


Seyogyanya pengemar rahasia, aku cukup bahagia hanya dengan melihat nya berjalan.


Tapi pagi itu, dia tidak tampak.


Dan setelahnya aku tidak pernah lagi melihatnya.


Ku perlahan membuka jendela ku yang berdebu agar udara pagi ini masuk ke rumah ini, yang sudah lama sekali rumah ini ku.


biarkan terabaikan.


Kulihat rak dekat pinggiran di sana tersusun rapi buku-buku coretan ku.


Ku ambil satu buku.


Memori 2000,


cuaca sangat cerah secerah hatiku .


Ku lihat dia berjalan di lorong .


Wajahnya yang lucu sangat menggemaskan


Raha# Lover


Sepertinya dulu aku crazy lover , sampai- sampai bikin catatan beginian. Pikirku.


Ya ampun, tapi aku jadi kangen banget kemasa-masa sekolah dulu. Ku simpan kembali buku diary itu. Bergegas ku duduk ke kursi di sebelahnya.


"ruangan ini terlalu pengap sekarang, terasa kosong seperti jiwaku"


Menarik napas perlahan,


Berjalan ke kursi malas di depan rumah.


Duduk dengan santai dan menikmati biru nya langit.


Warna biru nya membuatku terkesima dengan keagungan kuasa Tuhan.


"Wish u here honey" hmmm


udara yang sangat segar, membuat ku terlelap tidur.


"Neng bangun" Suara si mbok membangunkan ku.


"eh..." sambil mengucek-ngucekan mata.


"kapan tiba, maaf tadi si mbok lagi pergi ke rumah saudara"


"tadi pagi mbok" Jawabku


" Ayo neng masuk, mbok siapkan makanan, tentunya kamu belum makan bukan" Tanya si mbok dengan sigap.


Aku hanya menganggukkan kepala.


Simbok bergegas ke dapur dan menyiapkan makanan.Sementara Dita pergi membasuh mukanya.


"Sudah berapa tahun aku kehilangan memory ku "


"Dita....eh kamu Dita kan" seseorang menyapaku saat aku berdiri di depan halaman rumah.


"iya...maaf kamu...."


"ini aku Sri sahabat kamu"


"Oh...Sri....maaf karena aku sedikit lupa "


" Ah iya Gapapa Dita, aku dapat kabar tentang kecelakaan mu dari teman mu, dia lah yang menjaga mu selama kamu hilang ingatan"


"Oh gitu ya ,ayo Sri masuk, si mbok lagi menyiapakan makanan"


Sri pun mengikuti Dita dari belakang.


Setelah itu mereka melepas kangen. Walaupun ingatan Dita belum pulih 100% tapi dia sudah mengingat beberapa hal.


"Jadi apa kabar teman- teman yang lainnya" tanya Dita .


" Entahlah aku sendiri tidak aktif mengikuti sosmed mereka, yang ku tau sedikit info tentang Andara.


"Andara....ah ya ampun...." Dita segara melihat buku, alamat Dara.


"Jadi apa yang terjadi dengan Andara , Sri? " tanya Dita penuh selidik


" Ku dengar tunangannya menikahi Sita, sahabat kamu"


" eh...masa iya dia tega" Dita agak kecewa mendengar kabar itu.


Akh tapi aku sendiri mengalami hal yang sama. Dita menarik nafas yang dalam


" yang sabar ya Dita, mungkin Tuhan punya rencana yang lain yang jauh lebih indah" Sri berusaha menenangkan sahabatnya yang kini sedikit tercabik kembali.

__ADS_1


"Non, ayo makan dulu mumpung hangat" simbok menghampiri kedua gadis itu.


Dita pun berdiri dan mengajak Sri


"yuk Sri, temani aku makan"


Ajak Dita.


"Ayuk" Jawab Sri tidak menolak ajakan sahabatnya itu.


Merekapun bergegas ke meja makan, dan sejenak mereka melupakan perbincangan yang sudah mereka bicarakan.


Setelah selesai menyantap makanan Dita mengajak Sri untuk berkeliling Desa.


"Sri ayo temaniku ke depan" pinta Dita.


Sri menganggukkan kepala


"ayo..." dengan senang hati Sri menyambut pinta sahabatnya.


Berjalan perlahan menapaki jalan- jalan desa.


" sudah banyak berubah yah desa kita" Dita membuka obrolan.


" iya Dita, desa kita sekarang lebih sepi, karena banyak pemuda desa pergi ke kota merantau" Jelas Sri.


"iya...Sri, termasuk aku salah satu nya"


Sri tersenyum.


Akhirnya perjalanan mereka berhenti di sebuah sekolah.


"wih sekolah kita" tukas Dita samb menujuk ke depan


"iya tidak banyak berubah" Jawab Sri.


"kamu benar yang berubah hanya kita yang tambah tua"


Tiba - tiba keluar seorang Guru dari gerbang sekolah.


"Selamat siang nona-nona, apakah kalian alumnus Sma Ini?" Tanya pak Guru.


" siang juga pak, iya , kok bapak tau?" Jawab Dita.


Jangan- jangan bapak ini.....?" Dita berusaha mengingat wajah pak guru ini karena merasa tidak asing.


"kayaknya kita seangkatan deh, nama saya Roy" Jawabnya


" aku, Kelas ku di ujung lorong" kembali melanjutkan


Tiba- tiba Dita mengingat sedikit tentang wajah ini dan cowok ini adalah Raha, oh Raha itu adalah Roy" Dita mengingat kembali kemasa itu.


"Dita..hey Dita kamu ga apa-apa" Sri bertanya karena Dita kelihatan sedikit melamun.


"iya ga apa- apa" Jawabnya.


Setelah dia berlalu, Dita masih diam seribu bahasa memikirkan kenangan saat dia masih sekolah di tempat ini.


"kita bertemu lagi" Pikir Dita dalam hatinya, kalo jodoh tak kan kemana.


"ya ampu Sri , aku beneran ga nyangka loh, aka bertemu dia" Dita senyam -senyum ga jelas.


" wew emang dia siapa Dita?" Sri masih bertanya- tanya.


" Aku baru kali ini loh lihat dia" Lanjut Sri, Tapi Dita masih sibuk dengan pemikirannya sendiri. Dengan senyam - senyum sendiri.


" kamu tau Sri, dia pangeran yang aku cari selama ini?" Jelas Dita.


Sri dengan tampang kepo nya menimpali


"oh dia kah yang dulu sering kamu ceritakan pada ku Raha? Oh iya aku mengerti kenapa, dia pun tampaknya masih mengingat mu. Semoga kamu berjodoh dengan dia ya Dita" Ucap Sri.


" Amin Sri....aku beneran gak nyangka loh bisa ketemu orang yang tadi pagi sempat ku pikir kan"


" Oh ya... itu berarti kalian memang berjodoh" Kata Sri .


" Eh ya bisa jadi , yuk kita pulang" Ajak Dita


" Ayuk" Sri pun setuju.


Baru setengah jalan, eh ketemu lagi Bapa Guru tadi. Dan dia menyapa.


" Hey kalian, ayo mampir dulu ke rumah ku" pinta Bapak Guru itu.


Dita melirik Sri diseblahanya, dan mengiyakan tanya Setuju


" Oh kebetulan sekali ketemu lagi" Kata Sri menyambut baik ajakan Pak Guru. Dan mereka pun duduk di teras rumah Pak Guru.


"Oh rumah Bapak disini toh" Tanya Sri dengan senyum kecil.


"jangan panggil Bapak, kita kan seumuran. Panggil Roy aja"


"oh baik Roy" timpal Sri


Sementara Dita hanya senyum aja dari tadi nga koment apa-apa, sepertinya dia sedikit grogi.


"sebentar saya ambil minum, kalian pasti haus kan dari tadi keliling desa ini" Roy bergegas mengambil minuman.


"kok dia tau kita habis berkeliling Sri" bisik Dita


"nga tau , mungkin dia nebak-nebak aja kali Dita" Timpal Sri.


"bisa jadi sih"


baru dua menitan ,Roy kembali dari dalam rumah dan menyuguhkan minuman.

__ADS_1


"silahkan di minum selagi hangat teh nya" Seru Roy.


"terimakasih banyak maaf jadi merepotkan"


" eh ga pa-pa loh ini hanya teh aja" tukas Roy.


"slurrppp" Dita menyeruput teh hangat .


" manisnya pas di lidah ku, enak nya" pikir Dita dalam hatinya.


Cuaca sangat cerah secerah hati Dita.


Hari ini, hari yang takkan pernah Dita lupa kan.


Hari pertemuan dengan orang yang telah lama di cari nya.


" baik Roy, kami pamit dulu, makasih loh untuk teh nya" Pamit Dita.


"kalian kalau ada di daerah ini jangan sungkan- sungkan untuk mampir ya" pinta Roy dengan ramah.


Setelah pamit ke dua gadis itu melangkah pergi meninggal kan Roy yang terdiam melihat dua bayangan yang menghilang bersama perginya mentari.


Malam mulai menyapa.


"akh.....dia gadis yang selama ini ku cari akhirnya aku bertemu dia lagi" Pikir Roy dalam benak nya.


Dia sembari senyam-senyum sendiri dan memejamkan matanya sejenak.


Panjang malam terus bergulir, tapi Roy tidak bisa juga tertidur, meski matanya sudah dia pejamkan tapi batinnya masih menari- nari mengingat perjumpaannya kembali dengan Dita.


"Gadis manis itu Dita nama nya" dengan sumringah dia sangat bersemangat.


Dan akhirnya dia pun tertidur pulas.


----


Pagi mulai terbangun, jam beker Roy berbunyi nyaring dan membangunkan mimpi terindah Roy.


" Akh...itu hanya mimpi" Roy segera pergi le kamar mandi dan membersihkan diri.


Setelah dia selesai sarapan, sesaat dia akan pergi mengajar di depan rumah, sudah berdiri Dita dan Sri.


"eh kalian ada disini?" tanya Roy agak gugup kali ini, karena sedikit kaget.


" Iya Roy, ini Dita kepingin keliling-keliling lagi.Mumpung dia disini, karena senin depan dia akan kembali ke Jakarta" Jelas Sri.


"oh gitu ya...hmmm gimana kalo nanti setelah saya selesai mengajar , saya temani kalian?" tawar Roy.


"boleh ide bagus " Sergah Dita, tidak menyia-nyiakan tawaran Roy.


Dan mereka pun melangkah ke Depan sekolah tempat Roy mengajar.Yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Roy.


Di depan gerbang ada sebuah kursi memanjang , kursi tersebut terletak di bawah pohon besar yang rimbun . Cuaca hari ini sangat sejuk . Angin semilir menyibak daun-daunan rimbun pohon.


"wah Sri, aku jadi ingat Andara" Dita sesekali berpikir.


" iya sama aku juga, gimana kalau nanti kita ke rumah nya?" Kata Dita.


"eh kamu lupa ya, Andara kan sudah lama pindah ke Jakarta" Jelas Sri.


"Oh jadi dia pindah ke Jakarta nya"


" iya..." Jelas Sri kembali.


Sejam an ada mereka duduk- duduk di bawah pohon yang rindang, dan terlihat Roy yang bergegas menghampiri mereka.


"yuk kita jalan" Roy tidak membiar kan mereka terlalu lama menunggu.


" eh bukannya kamu mengajar? kok sudah selesai" Tanya Sri penuh selidik.


"hari ini aku cuma mengajar satu kelas" Jawab Roy.


Setelah itu mereka pun keliling desa..


Ada hari ini yang akan menjadi sebuah kenangan untuk hari esok.


....


Dear Diary,


hari ini aku sangat senang.


"Lover Raha"


tulis Dita di buku diary kecilnya.


Setidaknya pertemuannya kembali dengan Roy membuat semangatnya tumbuh kembali.


" non..." si embok membuyarkan lamunan Dita.


"eh iya mbok ada apa?" Tanya Dita yang sedikit kaget.


" gimana jalan-jalannya" Si embok bertanya agak kepo


" seru mbok" Jelas Dita dengan sumringah


"ah syukurlah kalau begitu" Si embok senang sekali melihat senyuman yang terpancar kembali di muka Dita.


Senyuman yang sempat menghilang selama 3 Tahun.


Si embok bergegas kembali ke belakang setelah membuatkan teh hangat untuk Dita.


" ah Ibu....aku kangen banget sama ibu, seandainya ibu masih hidup" bisik Dita dalam hatinya . Wajah yang tadi semangat kini mencucurkan air mata


"rumah ini begitu besar bu, kalo hanya aku yang tinggal" Lirih Dita.

__ADS_1


Ada duka , ada gembira, hari yang aneh bagi Dita.


...


__ADS_2