
"wih tempat apa ini bos!" Dara terkesima dengan ruangan yang super megah.
Lucky hanya tersenyum saat di Dara bertanya.
"silahkan tuan dan nyonya!" Pelayan mempersilahkan mereka untuk duduk.
Dara dan Lucky pun duduk.
Ruangan yang megah itu terlihat sangat apik semua dekorasinya sangat mewah dan megah.
"bagaimana menurutmu tempat ini?" Lucky bertanya.
"sangat bagus bos!" jawab Dara penuh semangat. Setelah beberapa menit datang pelayan yang membawa buku menu. Ini daftar menunya Tuan dan Nyonya.
Pelayan itu menyerahkan dengan sangat sopan.
Setelah itu Lucky pun memulai memesan menu nya.
Begitupun dengan Dara.
Setelah selesai memesan mereka pun menunggu.
"clien kita belum datang kah?" Tanya Dara penuh selidik.
"iya..." Jawab Lucky singkat.
"tempatnya sangat mewah , apa dia client yang sangat istimewa?" Tanya Dara kembali.
"sepertinya begitu" Jawab Lucky kembali.
Setelah beberapa menit menunggu menu yang di pesan pun datang.
Dan mereka mulai memakannya.
Setelah selesai makan , Dara dan Lucky saling menatap.
"kamu tau ga? " Tanya Lucky
"maksudnya gimana bos?" Tanya Dara.
"malam ini kamu sangat cantik" Jawab Lucky sedikit modus.
"eh masa sih?"Jawab Dara.
"terus mana nih bos kliennya kenapa belum mengabari? sampai kapan kita menunggu?" Tanya Dara kembali.
"tunggu saja sebentar lagi" Jawab Lucky kembali.
"ngomong-ngomong kamu sudah punya pacar?" Lucky mulai bertanya hal privasi.
"eh itu kan privasi bos, kenapa emang nya?" Dara sedikit kepo.
__ADS_1
"jawab aja kenapa?"Jawab Lucky kembali.
"bos permisi dulu saya kebelakang" Dara berdiri meminta ijin untuk ke toilet.
Setelah bertanya kepada pelayan di mana toilet , pelayan pun menunjukan ke arah toilet tersebut yang berada di pojokan lorong.
Berjalan perlahan dan akhirnya Dara pun sampai ke toilet yang di tunjukkan pelayan.
"wih toiletnya megah juga" bisik Dara dalam hati.
Setelah masuk, dia membaca beberapa wa yang masuk.
"hi Dara..." Arsil mengirim text pesan.
Setelah itu text dari pak Dokter juga ada.
Yang tampak sedikit kecewa karena Dara membatalkan acaranya.
Malam semakin menyeruak, setelah melihat jam di tangganya Dara kembali melangkah keluar.
Setelah beberapa langkah dari toilet Dara pun menyadari kalau dirinya sedang di ikuti seseorang.
Dan karena panik dia pun berlari sekencang-kencang nya untuk segera sampai ke meja Lucky berada.
"bos...anu...akh..."Dara sedikit panik.
"ada apa Dara, kenapa kamu berlari seperti itu?" Tanya Lucky.
"ya udah duduk dulu, minum gih" Lucky berusaha menenangkan Dara.
Setelah itu Dara duduk dan meminum air yang ada di meja nya.
"bos bisa ga kita pulang. kalau klien kita ga ada kabar?" Tanya Dara.
"tentu lah" Jawab Lucky.
"jadi mereka belum ada kabar sampai saat ini?" Tanya Dara kembali.
"nga ada, mendingan kita date aja" Jawab Lucky.
"eh maksud nya gimana?"
"aku ingin kamu jadi milik ku malam ini" Lucky agak mencondongkan badannya.
"eh bos..." Dara agak kaget dengan sikap bos nya ini.
"kenapa, apa aku kurang ganteng?" Tanya Lucky kembali.
"bukan gitu bos...." Jawab Dara terputus.
"bisa ga kasih aku waktu untuk memikirkannya?" Jawab Dara kembali.
__ADS_1
"baiklah aku kasih waktu kamu 1jam untuk berpikir" Jawab Lucky kembali.
"hey kok satu jam sih, bisa lebih ga?" Tanya Dara yang sedikit merasa keberatan.
" Dasar cowok aneh ngasih waktu satu jam eh" bisik Dara dalam hatinya.
"gimana, aku ga nerima tolakan!" Jawab Lucky kembali.
"hmmm.." Dara menarik nafas.
"kok hmm sih jawaban nya" Lucky menatap Dara tak berkedip.
"aku masih kaget dan bingung harus jawab apa?" Dara sembari menarik nafas dalam.
"jawab iya aja gimana?" Jawab Lucky
"eh kok gitu sih?" Jawab Dara
"lah gitu gimana?" Jawab Lucky kembali
"kalo gitu kan kayak maksa ih..." tukas Dara
"ga maksa kok! aku kan ngasih waktu kamu buat berpikir?" Lucky berdalih
"iya masa di kasih waktu satu jam buat berpikir kayak ujian aja!" Jawab Dara kembali.
"lah iya ini ujian cinta namanya!" Jawab Lucky setengah senyum.
"Bos yang aneh ih" Bisik Dara dalam hati nya, "mimpi apa semalam hadeuh" bisik Dara kembali dalam hati
"kalo diam berarti setuju!" Lucky tidak sabaran.
Dara hanya diam tak berkedip.
Malam yang membisu terdiam kaku, rintik hujan di luar belum juga reda. Angin semilir menusuk kalbu menghimpit jiwa, ada lara yang terbersit di benak dalam diam. Melangkah dalam tapak tak berujung, lorong-lorong yang panjang tak berpenghuni. Ada jiwa yang terperangkap dalam bimbang.
Dara menarik nafas sedalam-dalam nya.
" baik lag dengan satu syarat!" Jawab Dara.
"apa syaratnya?" Jawab Lucky.
"rahasiakan hubungan kita selama di pekerjaan?" Jawab Dara.
"loh kok gitu sih?" Jawab Lucky.
"iya itu juga kalo setuju, kalau ga mau aku gak maksa, gimana?" Jawab Dara.
"baik lah deal" Lucky mau gak mau akhirnya setuju.
"ok deal" Dara pun tersenyum .
__ADS_1