Hujan Air Mata Andara

Hujan Air Mata Andara
Cerita di balik Hujan


__ADS_3

Akhirnya hujanpun turun setelah awan mendung itu terbentuk kelam.


Angin semilir bertiup menerbangkan angan dan harapan yang kosong. Lirih dalam diam terbersit di benak Andara. Sesaat dia terdiam duduk bersantai di lobi seorang gadis dengan koper diseret sedikit berlari mendekati Andara yang sedang duduk sedikit termenung.


"hai sepupu ku" Sandra datang berlari menghampiri Dara.


"eh kamu kok di sini De?" tanya ku kaget.


"ya elah kak Dara lupa ya, aku lagi pkl di sebuah perusahaan , boleh ga selama aku pkl aku ngikut kakak?" Sandra sedikit merengek.


" hmmm iya boleh...." Dara mengijinkan sepupunya itu.


" emang pkl nya berapa lama De..." Dara bertanya agak kepo.


"sebulanan kak, boleh ya..."


" huuh boleh asal jangan macam-macam!" tegas Dara, tiba-tiba dari belakang Lucky memanggil Dara.


"kamu lagi apa?" Lucky bertanya.


"lagi diam?" Dara menjawab dengan sesingkat-singkatnya.


"oh iya ,perkenalkan ini Sepupuku, dia bakalan nginap di ruangan ku karena lagi pkl di daerah sini" Dara memperkenalkan Dara sama Lucky


"Sandra....". sepupu Dara mengulurkan tangan ke Lucky, tapi Lucky ga mengubrisnya malah pergi begitu saja.


"eh dasar cowok nyebelin" cetus Sandra.


"dia emang gitu De...jangan tersinggung ya" Dara berusaha sedikit memberi pengertian.


"Ayo ke tempat kakak, kamu pasti capek kan setelah perjalanan panjang!" Dara sembari berdiri dan lalu melangkah ke lift.


Tanpa banyak bertanya Sandra pun mengikuti Dara dari belakang.


Tidak menunggu waktu yang lama mereka pun tiba di lantai yang di tuju.


Setelah sampai Sandra pun membaringkan tubuhnya di sofa dan karena dia kecapean dia tertidur pulas di sofa.


Melihat sepupunya tertidur Dara bergegas membeli makanan.


Tidak sampai sejaman dia sudah kembali lagi ke apartemennya.


Dia letakkan makanan yang dia beli.


Dia duduk di kursi malas yang menghadap ke jendela.


Angin mulai bertiup agak kencang, dan hujan yang turun dari semenjak sore terus gemericik menimpa teras di depan kaca jendela.


Sesekali Dara menghela nafas sambil memeluk kedua kakinya yang sedikit di tekuk.


Andaikan jejak ku tak terhapus hujan, saat ini satu persatu jejak ku masih tergurat jelas. Untunglah waktu yang berlalu mulai satu persatu keanganku kini terhapus bersama jatuhnya derai air mata.

__ADS_1


Ku hapus air mata di pipiku sesaat Sandra mendekati ku dan menyapaku.


"hai kakak kok menangis?" Tanya Sandra.


" eh kamu sudah bangun De, eh nga tadi ada debu masuk ke mata kakak!" Dara berusaha menutupi lukanya.


"oh ya deh" Sandra sembari duduk di dekat Dara.


"Gimana kabar Bude di kampung?" Tanya Dara.


"baik Kak, kakak sesekali main lah ke yogya....Ibu kangen banget sama kakak!" Jelas Sandra.


"iya nanti kalau ada waktu kakak main, sekarang ini kan kamu tau sendiri kakak banyak kerjaan!" Jawab Dara.


Saat mereka berbincang tiba-tiba handphone dara berdering.


Dengan segera Dara angkat.


"Halo Dara!" Suara lembut dan merdu terdengar.


"iya halo Arsil, apa kabar?" Tanya Dara.


"baiklah , huh sombong amat wa ku ga pernah kamu balas!" Jawab Arsil agak sedikit sebel.


"ya elah maaf aku lagi sedikit sibuk" Balas Dara.


" eh hey cowok ganteng kayak aku kamu kacangin ih mentega banget kamu" Jawab Arsil.


"wew bukan gutu Sil, eh" Dara agak sedikit nga enak.


"iya....lol kamu pa kabar?" Tanya Dara sedikit basa- basi.


"kabar buruk tau! eh tumben kamu nanyain kabar aku" Jawab Arsil.


"ya elah jutek amat sih Sil, eh wkwkkw" Jawab Dara cekikikan.


"gimana ga jutek , kamu nya gitu, ga tau apa aku kangen berat sama kamu, beratnya melebihi beban hidup ku" Arsil mulai gombal.


"wew...aslinya" Dara masih cekikikan.


Merasa geli.


"iya deh lain kali aku balas wa kamu" Jawab Dara kembali.


Setelah beberapa saat tiba-tiba pintu kamar Dara di ketuk dari luar.


"eh iya Sil, udah dulu ya ada yang datang" Dara berpamitan. Setelah itu Dara pun menutup teleponnya dan bergegas membuka pintu.


Setelah di buka Lucky sudah berdiri di depan pintu dengan pakainya yang rapi.


" Eh ...kamu kok belum siap-siap? " Tanya Lucky.

__ADS_1


"oh iya maaf aku kelupaan " Dara meminta maaf.


"ya udah sana dandan dan pake baju yang ku kasih , aku tunggu kamu di lobi" Jawab Lucky.


Setelah itu Lucky pun pergi ke Lobi dan membiarkan Dara untuk berganti baju.


Setelah Lucky pergi, Dara segera mandi dan berdandan.


"wih Kak Dara cantik amat, mau kemana? " Tanya Sandra.


"Bos aku yang tadi ku kenalkan, ada meeting dengan klien nya" Jelas Dara.


"oh cowok jutek tadi ya..." Sandra agak berpikir sebentar ganteng sih tapi juteknya tingkat dewa Sandra berbisik dalam hatinya.


"ya udah De... kakak tinggal dulu ya! " Dara bergegas menuju lobi.


Dan disana tampak Lucky sedang duduk menunggui nya.


" Hai bos yuk, aku sudah siap!" Sapa Dara.


Dan Lucky pun terkesima melihat Dara yang sangat cantik.


"oh iya ayo..." Jawab Lucky sembari berdiri dan melangkah meninggalkan gedung Apartemen itu.


Sementara di belakang Lucky Dara dengan gaunnya yang anggun dan elegan berjalan di belakang Lucky.


"ayo masuk" Ajak Lucky setelah mobil Limosin itu pintunya dia buka kan.


Dan Dara pun melangkah masuk ke dalam mobil itu.


Setelah Dara masuk Lucky pun masuk ke mobil itu.


Dan setelah itu mereka pun meluncur ke suatu tempat.


Tapi cuaca hari itu kurang bersahabat rintik hujan yang sedari tadi sore turun masih saja tergerai.


Jalanan tampak basah dan sedikit licin.


"hati-hati" Lucky sembari menuntun tangan Dara saat turun dari mobil.


"iya bos" Dara.


" ayo kita masuk!" Lucky sembari menuntun Dara.


Dara berjalan perlahan, karena high heel yang digunakannya sedikit membuat nya harus ekstra hati -hati saat berjalan.


"wih tempat apa ini bos" Tanya Dara


"nanti kamu tau sendiri! " Jawab Lucky.


"setelah sampai di lobi, Lucky pun bertanya tempat reservasi yang sudah di pesannya.

__ADS_1


Dan pelayan pun membawa mereka ke meja yang di tuju.


"


__ADS_2