
Hari ini Andara bagun lebih awal karena alarm nya berbunyi sesuai dengan waktu yang di tentukannya.
Segera setelah bangun dia mengecek ponselnya. Ternyata ada pesan masuk.
"selamat pagi Mba Dara...ini saya dengan Ridwan nanti sore kamu ada acara ngak?" Tanya Dokter Ridawan.
"eh....iya Dok saya pulang sekitar jam 5 an, emang ada apa ya?" Dara membalas textnya.
"aku mau ajak kamu makan, mau ya jangan nolak!" Dokter muda itu gak mau menerima tolakan dan agak maksa.
"kalo ada waktu saya usahakan ya, tapi gak janji" Jawab Dara, ga mau janji.
"iya, aku tunggu di Food court seberang apartemen kamu ya!" Timpal Pak Dokter.
Setelah itu Dara segera bersiap untuk meluncur.
Setelah selesai, dia keluar dari ruangannya.
Dan mengetuk pintu sang Bos...baru juga mau di ketuk pintu sudak dibuka dari dalam dan al hasil muka Lucky ke getok tanggan Dara.
"Eh...maaf Bos gak sengaja" Dara buru-buru meminta maaf sama Lucky.
"tumben kamu sudah siapa jam segini" Lucky merasa sedikit heran.
"ya elah Bos, ga selamanya saya telat juga kali" Timpal Dara agak tersipu malu juga.
"iya ayo kita berangkat" Lucky pun menutup pintu nya dan melangkah meninggalkan ruangannya.
Mereka pun meluncur ke Hotel Wijaya Megah yang dapat diakses 30menitan dari letak apartement.
Setalah sampai, mereka tak perlu menunggu lama karena Pak Berry sudah bersiap-siap di depan.
Dan mereka pun meluncur ke tempat yang di tuju.
Setelah sampai Pak Lucky dan Pak Berry melangkah bersama.
Di belakang mereka ikut serta Dara dan 2staff khusus Pak Berry.
"jadi proyek ini sudah bisa kita kerjakan besok!" Pak Berry memulai pembicaraan.
"iya begitu Pak Berry, semua logistik sudah tersedia"Pak Lucky menjelaskan.
"akh baiklah , saya undur diri karena masih ada urusan lain" Pak Berry undur diri setelah setengah jam an mereka melihat-lihat lokasi proyek.
__ADS_1
"Baik Pak Berry, selamat siang dan selamat berjumpa lagi" Pak Lucky pun menyalami Pak Berry.
Setelah itu Pak Berry segera meluncur dan meninggalkan Lucky bersama Dara, dan 2staf khusus Pak Berry masih disana.
"jadi Pak Soleh ini desain buat projek kita" Pa Lucky menyerahkan selembar kertas kerja untuk desainnya.
"dan disini tertera juga bahan- bahan material yang kita pakai" Kemudian melanjutkan.
"untuk pelaksanaannya jika ada yang kurang di mengerti nanti staff lapangan saya akan menjelaskan, dan beliau yang menghandle semua material nya" Pak Lucky melanjutkan kembali menerangkan. Setelah selesai menerangkan dia pun bertanya.
"baik , saya ada proyek lain yang harus saya urus,untuk pelaksanaannya silahkan berkoordinasi dengan Pak Soleh" Pak Lucky berpamitan. Setelah itu, dia mengajak Dara untuk melihat proyek lain yang sudah setengah berjalan. Dan proyek itu pun tidak jauh dari tempat itu.
Sekitar 20menitan mereka melaju dan meraih tempat proyek yang sudah setengahnya hampir selesai.
Matahari bersinar terik, sesekali Dara meminum air di botol yang dia bawa.
Setelah melihat dan mengecek proyek itu, mereka pun melihat proyek yang lainnya dan begitu seterusnya.
Hari ini hari yang melelahkan meskipun hanya mondar - mandir melihat proyek tapi itu cukup melelahkan.
Jam 4 an mereka kembali ke apartement.
Mereka masuk ke ruangan masing-masing
Dara yang tampak sedikit kelelahan menyegarkan diri dengan berendam.
"eh...pak Dokter itu bukannya tadi pagi mengajak ku makan" Dara baru keingat dengan undangan dari Dokter Ridwan.
Setelah itu dia bergegas melangkah dari kamarnya, baru juga menutup pintunya Lucky sedang berdiam diri di depan kamarnya.
"Eh" Dara merasa kaget karena bos nya sedang berdiri tanpa bergerak.
"permisi bos" Dara melangkah meninggalkan bosnya yang masih juga berdiri tak bergeming.
Setelah Dara melangkah beberapa saat ternyata Bos gokil itu mengikutinya dari belakang.
"eh bos mau kemana?" Tanya Dara.
"nga kemana-mana" Dijawab dengan muka yang santai.
"setelah melangkah keluar dari pintu apartemen Dara pun menaiki jembatan penyebrangan dan menuju Food Court. Stelah celingukan akhirnya dia melihat Dokter muda itu duduk di salah satu meja.
"sore Dok, maaf membuat anda menunggu" Sapa Dara.
__ADS_1
"oh mba Dara, iya nga apa-apa kebetulan hari ini shift saya jaga malam jadi saya masih punya banyak waktu untuk menunggu.
Jelas Dokter muda itu.
"boleh saya gabung?" Tiba-tiba Lucky menawarkan diri kepada mereka berdua.
"oh Pak Lucky silahkan!" Jawab Pak Dokter.
"oh iya silahkan Pak Bos" Dara pun mempersilahkan.
"jadi sejak kapan kalian berkencan?" Tanya Lucky tanpa basa- basi.
"eh....kami tidak berkencan....!" seru Dara.
"oh gitu ya..."Lucky merasa sedikit lega mendengar penjelasan Dara.
Sementara Pak Dokter hanya tersenyum kecil.
Setelah itu mereka pun memesan makanan.
Setelah selesai makan Dokter itu mengajak Dara untuk berkeliling kota.
"Dara sudah ada janji dengan saya" Celetuk Lucky .
"eh...." Dara kaget. Karena dia tidak merasa mempunyai janji apa pun dengan Lucky.
"oh gitu ya, kalo lain kali bagaimana?" Tanya Pak Dokter itu tidak juga menyerah.
"sama" yang jawab lagi-lagi Lucky,
"eh....saya...."Dara baru membuka mulutnya tapi Lucky sudah menjawab lagi.
" Dok nanti saya wa jika ada waktu" Jawab Dara.
Setelah Dara bilang seperti itu Lucky tidak komen lagi.
"kamu kenapa bilang seperti itu" bisik Lucky kepada Dara.
"ingat kamu datang ke kota ini untuk dinas, bukan untuk kencan!" Lucky mengingatkan Dara.
"iya..iya..." Agak sedikit kesal juga Dara, karena bos nya agak pengatur juga.
"nah gitu dong" Jawab Lucky agak sedikit lega, karena dia tidak bisa membiarkan Dokter muda itu mendekati Dara.
__ADS_1
Setelah itu mereka kembali ke tempat masing-masing.
Sesampai di apartement Dara menjatuhkan tubuhnya dan tertidur nyenyak. Rasa lelah pun sirna seiring waktu berjalan.