HUMAIRA (Dunia Baru Sang Mafia)

HUMAIRA (Dunia Baru Sang Mafia)
PENCULIKAN HUMAIRA


__ADS_3

Sudah dua hari waktu berlalu. Humaira belum juga sadarkan diri. Dari jauh Athar terus memantau kamar Humaira. Dia melihat banyak penjaga di luar kamarnya. Tidak mudah untuk bisa masuk ke sana. Tidak lama Athar melihat Sean yang baru saja keluar dari kamar itu. Ini adalah kesempatan Athar untuk menjalankan rencananya. Di satu sisi, Athar meminta anak buahnya untuk menyiapkan mobil. Dia berniat untuk menculik Humaira demi membebaskan Zamrud. Dengan begitu Sean tidak akan bisa melawannya. Ia akan membebaskan Zamrud karena tahu jika Zamrud tidak sebanding dengan nyawa Humaira. Siang itu, Sean pulang ke rumah. Dia memberitahu kondisi terbaru Humaira pada neneknya. Mendengar hal itu, Azizah merasa sangat sedih. Ia ingin sekali menemuinya. Saat Sean tidak ada, Athar melakukan penyamaran sebagai perawat rumah sakit. Akan tetapi hal itu tidak berjalan mulus. Salah satu anak buah Sean tidak membiarkan Athar masuk. Dia tahu siapa dokter dan perawat yang menangani Humaira. Penjaga itu belum pernah melihat Athar sebelumnya. Penjaga itu tahu jika perawat yang menangani Humaira adalah seorang perempuan. Athar sepertinya tidak bisa menganggap remeh penjaga itu. Athar terkejut saat mengetahui perawat yang menangani Humaira sedang berjalan ke arahnya. Dia langsung pergi sebelum penyamarannya terbongkar. Melihat sikap perawat tadi yang mencurigakan, penjaga itu langsung memberitahu Sean. Akan tetapi Sean meninggalkan ponselnya di dalam mobil. Dengan begitu ia tidak bisa menjawabnya. Di satu sisi, Athar mencari cara lain supaya bisa membawa Humaira pergi dari sana. Saat malam tiba, Athar melihat para penjaga itu yang berjaga sangat ketat. Dia pergi membeli kopi. Seketika Athar menatap kopi itu baik-baik. Ia tahu cara kedua ini tidak mungkin gagal. Athar memesan lima kopi dan menyuruh pelayan untuk memberikannya pada penjaga itu. Saat kopi itu sampai, mereka mulai meminumnya. Tanpa mereka sadari Athar sudah memasukkan obat tidur ke dalam kopi itu. Berselang beberapa menit, penjaga itu mulai mengantuk dan tertidur. Sementara itu, Athar lupa jika seluruh penjaga itu ada enam orang. Satu penjaga sedang pergi ke toilet. Dengan cepat, Athar membawa Humaira pergi. Di depan sudah ada mobil miliknya. Athar membawa Humaira dengan sangat hati-hati.


***


Malam itu Sean pergi menuju rumah sakit. Ia melihat satu panggilan masuk di ponselnya. Saat menghubungi balik, penjaga itu memberitahu pada Sean jika Humaira tidak ada di kamarnya. Mendengar hal itu, Sean langsung menancap gasnya menuju rumah sakit. Tiba di sana, ia sangat marah karena para penjaga itu tidak bisa menjaga Humaira dengan baik.


"Apa yang terjadi pada mereka?" tanya Sean.


"Aku tidak tahu, tuan. Saat aku kembali keadaan mereka sudah seperti ini " jawab penjaga itu.


Sean melihat sebuah gelas kopi yang ada di samping mereka. Saat mencium baunya, ia yakin jika kopi itu sudah dicampur dengan obat tidur.


"Apa pria tadi yang melakukan semua ini?" gumam si penjaga.


"Pria mana yang kau maksud?" tanya Sean.


"Maaf tuan, tadi siang saat kau pergi ada seorang pria yang menyamar sebagai seorang perawat. Dia bilang dia perawat baru yang akan menangani Humaira. Sikapnya benar-benar mencurigakan."


"Cepat kerahkan semua anak buah untuk mencari keberadaan Humaira! Kita harus menemukan dia secepatnya." suruh Sean pada anak buahnya. Sementara itu, Athar membawa Humaira ke tempat persembunyiannya. Ia langsung menghubungi seorang dokter untuk merawatnya. Ia akan menunggu waktu sebentar untuk bisa bermain-main dengan Sean. Dia akan melihat bagaimana khawatirnya Sean sekarang ini. Saat dalam perjalanan, Sean mendapat telepon dari Athar. Dia menolak panggilan itu. Sementara Athar, dia tahu jika Sean sekarang ini sedang kesulitan mencari keberadaan Humaira. Athar terus menghubungi ponsel Humaira. Sean mengehentikan mobilnya dan mengangkat telepon itu.


"Kenapa kau terus saja menghubungi ponsel ini?" tanya Sean terdengar marah.


"Tenanglah, kau ini sangat emosional ternyata. Aku menelepon karena ingin tahu keadaan Humaira. Sudah dua hari ini dia tidak datang menemuiku. Apa dia baik-baik saja?"

__ADS_1


Sean langsung menutup teleponnya. Athar merasa sangat senang. Ia pikir dia tidak tahu apapun, tapi kenyataannya Sean lah yang bodoh karena dengan mudah ia bisa dikelabui. Malam itu, dokter memberitahu Athar jika keadaan pasien kembali memburuk. Dia tidak bisa melakukan apapun, Humaira membutuhkan penanganan langsung dari dokter khusus. Athar mulai khawatir dengan kondisi Humaira. Ia akhirnya membawa Humaira ke rumah sakit terdekat. Tiba di sana, dokter rumah sakit itu menolak karena tidak ada cukup alat medis untuk perawatan Humaira.


Di satu sisi, Sean seakan bisa merasakan apa yang Humaira rasakan. Dadanya merasa sangat sesak. Dia tidak bisa berpikir jernih sekarang ini. Dia hanya bisa pulang ke rumah dan mencaritahu siapa sebenarnya orang yang sudah membawa Humaira pergi.


Saat di rumah, Azizah merasa heran karena Sean sudah kembali dengan cepat.


"Ada apa Sean?" tanya Azizah. "Kenapa kau kembali dengan cepat?"


"Tidak ada nek, aku ingin istirahat sebentar. Kau tidak perlu khawatir aku sudah menyuruh beberapa anak buahku untuk berjaga di depan kamar Humaira."


Sean mencoba menutupi semua dari neneknya, ia tidak mau jika Azizah terus kepikiran dan akan mengganggu kesehatannya. Sean meminta rekaman CCTV rumah sakit itu. Tidak lama file itu sampai di laptop Sean. Saat membukanya Sean merasa heran karena semua kejadian dalam rekaman itu terlihat baik-baik saja. Tapi sebagian rekaman itu hilang. Sean sangat yakin ada orang dalam yang mencoba menghapus jejak si penculik itu. Malam itu juga Sean pergi ke rumah sakit. Ia menyuruh Nilam mengumpulkan semua dokter, perawat, juga satpam sekaligus cleaning service yang bertugas malam itu.


"Siapa yang mengantarkan kopi pada anak buahku?" tanya Sean.


"Baiklah, jika tidak ada yang mau mengaku aku sendiri yang akan mencaritahu. Siapapun orang itu aku akan membuatnya di pecat dari rumah sakit ini, dan dia tidak akan mendapatkan pekerjaan di manapun."


Mendengar hal itu, seorang cleaning service sangat ketakutan. Ia akhirnya mengakui perbuatannya pada Sean. Dia memberitahu Sean jika seseorang yang sudah menyuruh dia untuk mengantarkan semua kopi itu pada anak buahnya. Pria itu bersumpah pada Sean jika ia sama sekali tidak tahu jika ternyata kopi itu sudah dicampur dengan obat tidur.


"Siapa orang yang sudah menyuruhmu?" tanya Sean.


"Maaf tuan, aku tidak mengenalnya." jawab pria itu.


"Tapi kau pasti tahu ciri-ciri dari pria itu."

__ADS_1


Pelayan itu berusaha untuk mengingatnya.


"Aku mengingatnya tuan."


"Apa yang kau ingat?"


"Aku sempat melihat pria itu keluar dari ruangan dokter Nilam. Penampilannya juga sangat rapi. Dia mengenakan jas hitam dengan dasi berwarna biru. Dia mengenakan jam di tangan kirinya."


"Hanya ada Atharva yang menemuiku hari ini." ucap dokter Nilam. "Tapi jika benar, untuk apa dia menculik Humaira?"


Sean meminta dokter Nilam untuk menghubungi ponsel Athar. Sementara itu, Athar berada di rumah sakit kota. Saat dokter Nilam meneleponnya, Athar sengaja tidak mengangkatnya. Dia tahu jika itu semua hanya jebakan. Sean semakin yakin jika Athar lah orangnya. Dokter Nilam belum bisa percaya jika Atharva yang melakukan semua itu. Dia menunjukkan foto Athar kepada pelayan tadi.


"Apa ini orangnya?"


"Ya, dia orangnya."


***


Sudah beberapa rumah sakit yang Athar kunjungi, akhirnya Humaira bisa mendapat perawatan medis. Athar meminta anak buahnya untuk berjaga di luar. Saat dalam pencarian, Sean mendapat sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal. Dia mendapatkan rekaman akan keadaan Humaira. Sean sangat terkejut. Dia langsung menepikan mobilnya.


"Sial! Siapa yang sudah melakukan semua ini?" ucap Sean penuh amarah. Saat menghubungi nomor itu, ternyata nomor itu sudah tidak aktif. Atharva sangat cerdas. Dia memiliki beberapa ponsel yang digunakan untuk mengelabui Sean. Tidak lama Atharva mengirim pesan kembali.


"Jika kau ingin gadis ini selamat, bebaskan Zamrud terlebih dahulu. Jika aku sudah mendengar kebebasannya, akan aku kembalikan gadis ini padamu. Tapi jika tidak, jangan pernah berharap kau bisa bertemu kembali dengannya."

__ADS_1


Sean meminta seseorang untuk melacak nomor itu. Sayangnya keadaan jaringan di seluruh kota malam itu sedang buruk. Sean bisa mengetahuinya saat besok pagi.


__ADS_2