
"huhh... huhh.. ano kemana sih kok cepet banget lari nya. eh itu ano" ucap kiara yang baru saja tiba di taman.
kiara segera mendekat dan menghampiri saudara nya itu.
"ano... " ucap kiara dan ikut duduk di sebelah keano.
keano menoleh menghadap kiara kemudian ia memeluk kiara dengan erat.
"ara yang sabar ya. ano janji, ano pasti bakalan cari bukti kalau ara gak bersalah" ucapan keano membuat kiara kembali menangis.
"hiks hiks tapi gimana caranya hiks hiks trus kalo mama sama papa gak percaya gimana hiks hiks" tanya kiara dengan terisak.
"ara tenang aja. ano pasti bakalan cari tau gimana cara nya buat dapetin semua bukti nya. ara percaya sama ano setelah semua bukti nya kita dapat mama sama papa pasti percaya dan menyesal udah nyakitin ara" jelas kiara membuat tangis kiara mulai mereda.
"araa jangan nangis terus dong. oh iya ano punya sesuatu buat ara"lanjut keano membuat kiara penasaran.
"apa itu"tanya kiara.
"bentar ara tunggu disini dulu ya jangan kemana mana, ano mau ambilin dulu di kamar" ucap keano dan di angguki kiara.
keano pun segera berlari masuk ke rumah dan menuju ke kamar.
saat melewati ruang keluarga, ternyata opa doni dan yang lain masih ada di sana.
"kean kamu mau kemana nak, duduk sini dulu" ucap nyonya rita memanggil keano.
tapi keano mengacungkan nya dan tetap melanjutkan langkah nya naik ke lantai dua.tingkah keano yang mengacuhkan mama nya itu membuat tuan arga menjadi geram.
"kean.. berani nya kamu menghiraukan mama kamu. papa gak pernah ngajarin kamu kaya gitu keano... " teriak tuan arga yang tetap di acuh kan keano.
"kean.. " panggil tuan arga lagi yang masih tetap di acuh kan keano.
"udah pah, jangan teriak teriak lagi" ucap nyonya rita menenangkan tuan arga yang hampir tersulut emosi.
"hahh...gara gara anak itu, sekarang kean jadi pembangkang dan susah di atur"ucap tuan arga kemudian menghempaskan punggung nya ke sandaran kursi.
"seperti nya kau harus menjauh kan mereka arga" ucap opa doni memberi usulan.
"tapi bagaimana cara nya pah, kean sepertinya tidak ingin jauh dari anak itu" ucap tuan arga.
__ADS_1
sementara nyonya rita dan alana hanya diam dan menyimak pembicaraan mereka.
"bagaimana kalau kamu menitipkan kean pada adik mu Alice yang tinggal di Australi. sekalian menyekolahkan nya di sana"usul opa doni.
"seperti nya itu ide yang bagus. nanti aku akan menelfon alice untuk memberi tau nya" ucap tuan arga menyetujui usulan opa doni.
"jadi kapan kamu akan mengirim keano ke sana, lebih cepat itu lebih baik" ucap opa doni.
" seperti nya lusa kita akan membawa keano ke sana setidaknya sampai dia lulus sekolah Dasar di Australi baru kita akan menjemput nya kembali ke sini" ucap tuan arga.
tanpa mereka sadari, keano mendengar semua pembicaraan mereka dari atas tangga dengan ke dua tangan yang mengepal dan meremas sebuah kotak kecil yang di peruntukkan untuk adiknya.
*jadi mereka mencoba menjauhkan aku sama ara? mereka berubah dan aku benci mereka yang sekarang* batin keano dan sekali lagi mereka membuat kekecewaan keano bertambah karena mencoba memisahkan ia dengan sang kembaran yang selalu bersama dengan nya dari kecil.
"gak, aku gak mau pisah sama ara. kalian semua jahat, ara itu adik kean. kean gak mau jauh dari ara" teriak kean dengan nafas yang membuat mereka yang ada di sana terkejut mendengar teriakan nya.
"kean, papa sama opa mengirim kamu ke tempat tante mu itu juga untuk kebaikan kamu nak, jadi nurut aja ya" ucap tuan arga memberi pengertian.
"gak pokok nya kean gak mau" bentak kean lagi dan membuat tuan arga geram.
"papa gak mau tau, besok lusa kamu sudah berangkat ke Singapore dan gak ada bantahan apa pun" bentak tuan arga dengan emosi karena keano tidak mau mendengarkan nya.
"kalian jahat, kean benci kalian" ucap keano lagi dan kemudian pergi berlalu meninggal kan mereka sambil berlari dengan mata yang berlinang air mata.
"sudah pah jangan marah marah terus"ucap nyonya rita sambil mengelus punggung suaminya itu untuk menenangkan nya.
keano terus berlari hingga ke taman dan menghampiri kiara yang sedang menunggu nya. ketika sampai, ia kemudian langsung memeluk saudarinya itu sambil menangis yang mana itu membuat kiara panik dan cemas.
"hiks..hiks... "
" ani kenapa, kok ano nangis"tanya kiara dengan cemas.
"hiks mereka jahat hiks hiks.. mereka mau kirim ano ke tempat tante alice hiks hiks.. mereka mau jauhin kita hiks hiks.. " ucap keano dengan terisak.
pengakuan keano barusan membuat kiara terkejut dan kembali menangis.
"hiks ano gak bohongin ara kan" tanya kiara.
"hiks nggak.. hiks hiks.. sekarang ano harus gimana hiks hiks ano gak mau jauh dari ara hiks hiks" tangis keano semakin kencang.
__ADS_1
"hiks ara juga gak tau hiks hiks.. gak ada pilihan lain hiks ano harus ikutin apa kata papa" ucap kiara.
"hiks hiks.. gak mau.. hiks hiks.. tapi ano gak mau hiks hiks"
"ano ikutin apa kata papa aja ya hiks ara gak mau papa marahin ano" ucap kiara dengan tangisan yang mulai reda.
"hiks tapi nanti kalo ano pergi siap yang bakalan jaga ara hiks hiks ano gak mau sendirian di sana hiks hiks"
"ano tenang aja, ara bakal baik baik aja kok. ara kan kuat. ano di sana pasti bakalan dapet teman baru kok, jadi ano gak bakalan sendiri"
"hiks.. tapi.. "
"udah gak apa apa. ano mau bilang gak mau juga papa bakal tetap kirim ano ke tempat aunty alice. jadi ano gak punya pilihan lain"
"oh iya, ano bilang mau ngasih sesuatu buat ara, mana barang nya.. " lanjut kiara lagi sambil menampung satu tangan nya di hadapan keano.
keano yang baru teringat tentang hal itu segera menghentikan tangis nya dan menghapus sisa sisa air mata nya.
"oh iya hampir aja ano lupa, ini buat ano pesan khusus buat ara" ucap keano seraya memberikan kotak kecil yang sedari tadi di genggam nya.
dengan antusias kiara membka bungkusan itu dan menemukan dua buah kalung yang dengan model yang serupa dengan anting couple yang saat ini mereka kenakan.
"wah kalung nya cantik banget, ara suka"
"bagus kan, ano sengaja bikin nya samaan kaya anting kita. satu nya buat ano, satu nya buat ara"ucap keano seraya mengambil satu kalung itu untuk nya.
"makasih ano, ara janji bakal pake terus dan jagain dengan baik"
"janji ya jangan sampai hilang"
"iya janji"
" ano juga janji ano bakal balik secepatnya dan cari semua bukti kalau ara sama sekali gak salah tentang kematian oma"
"makasih ano ara sayang ano"
"ano juga sayang ara"
mereka pun saling berpelukan dan mengisi malam itu dengan canda dan tawa.
__ADS_1