I Am Kiara

I Am Kiara
bab 23


__ADS_3

kini keluarga baru tersebut sedang berkumpul di ruang keluarga.


"oh iya ada yang mau ayah omongin sama ara" ujar tuan rano memulai pembicaraan.


"ngomong aja yah gak ada yang ngelarang kok" jawab kiara dengan muka polos nya.


mendengar itu tuan rano langsung mengacak rambut kiara dengan gemas.


"ishh kamu ini"


"hehehe emang nya ayah mau ngomong apa"


"jadi ayah mau bilang kalau ayah ada pekerjaan yang harus di selesai kan di desa ayah dulu, itu mungkin akan menghabiskan waktu yang lama karena koneksi di sana yang lumayan sulit. jadi kita bakalan pindah sementara di sana. ara gak papa kan kalau tinggal nya di desa? " ujar tuan rano.


"beneran yah?, ara gak papa kok kalau tinggal di desa yang penting ara gak bakal sendirian lagi" jawab kiara menampilkan gummy smile nya.


"syukur lah kalau ara mau, oh ya mas kapan kita berangkat ke sana? " tanya nyonya Sinta.


"karena semua nya udah setuju gimana kalau besok aja, lebih cepat lebih baik" ujar tuan rano.


" ya udah kalau gitu ara ke kamar dulu gih siapin yang bakal di bawa besok bentar lagi bunda nyusul" ucap nyonya Sinta pada kiara.


"asyiapp kapten" jawab kiara tegas sambil meniru pose tentara yang sedang hormat.


dengan segera kiara berlari menuju ke kamar nya.


"araa.. jangan lari lari nak" ucap nyonya Sinta memperingati kiara.


"iyaa.. bunnnn" jawab kiara tapi tidak menghentikan kecepatan langkah kaki nya.


"astaga anak itu" nyonya Sinta dan tuan rano hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkat kiara.


"oh iya mas, gimana surat surat pengadopsian kiara udah selesai semua kan mas"


"kamu tenang aja semua nya udah selesai kok, dan sekarang di mata hukum dan negara kiara udah resmi jadi anak kita"


"wahhh beneran mas, tapi bagaimana dengan keluarga kandung ara"


"soal itu mas udah dapat semua informasi nya, dan yang paling mengejutkan adalah kiara ternyata putri kandung keluarga Aldebaran satu satunya"


"Apa... mas gak bercanda kan"


"mas gak bercanda sayang, mas juga gak nyangka keluarga Aldebaran yang terkenal akan keharmonisan nya bisa berbuat sekejam itu pada anak kandung nya sendiri"

__ADS_1


flashback on


"bagaimana, apa kamu sudah menyelesaikan semua persyaratan yang saya butuh kan?"


"sudah tuan, nona kiara sekarang sudah resmi menjadi anak anda dan nyonya. dan ini semua berkasnya" ucap heri tangan kanan sekaligus sahabat dari rano sambil menyerahkan beberapa berkas pada tuan rano.


"kerja bagus heri, dan berhenti berbicara formal seperti itu"


"ya yaa baiklah sesuai permintaan tuan besar" ucap heri kemudian langsung menduduki tubuhnya di kursi sofa yang memang telah di sediakan di ruang kerja rano.


"oh iya gua juga udah dapat informasi tentang keluarga kandung anak yang lo angkat itu" lanjut heri.


"apa aja yang lo dapat informasi nya"


"anak itu memang di usir dari rumah oleh keluarga kandung nya dan lebih mengejutkan nya lagi ia merupakan keturunan perempuan keluarga Aldebaran satu satunya"


mendengar itu seketika rano mengerutkan keningnya.


"lo gak bercanda kan "


"gua serius, gua juga gak nyangka anak sekecil itu bahkan harus mengalami kekerasan fisik dari orang tua nya sendiri hanya karena seorang anak pungut. bahkan ia di paksa untuk berpisah dari kembaran nya sendiri"


heri berhenti berbicara sejenak dan meneguk segelas air guna membasahi tenggorokan nya.


heri menoleh mendengar pertanyaan yang di luncurkan sang sahabat sekaligus atasannya.


"yahh keano putra Aldebaran abang dari kiara putri Aldebaran sekaligus satu satunya orang yang percaya pada kiara. mereka terpaksa berpisah karena orang tua mereka memaksa keano untuk pindah ke luar negeri. yaa ikut dengan tantenya" jelas heri.


"untuk detailnya lo bisa cek sendiri yang gua kirim lewat e-mail" lanjutnya.


flashback off


"jadi gitu, dan setelah mas cek detail nya ternyata penyebab mereka membenci ara karena sebuah kesalahan pahaman penyebab kematian nyonya besar Aldebaran" jelas tuan rano.


"astaga.. kasian banget. emang nya mereka gak cari tau dulu kebenaran nya gimana? " ucap nyonya Sinta.


"seperti nya tidak, mereka hanya menyimpulkan dari satu sudut pandang aja tanpa memastikan kebenaran nya"


"ck itu keluarga emang no have akhlak ya, masa gitu aja langsung nuduh ara. orang buta juga tau kali gaak mungkin anak sekecil itu udah pinter ngeb*unuh. apalagi ini oma nya sendiri"


"nah itu dia, mas juga bingung dengan cara pikir mereka"


"huhhh mending mas batalin aja deh pengajuan kerjasama dengan perusahaan mereka"

__ADS_1


"iyaaa lagian mas juga belum ada ngajuin kok. dari pada marah marah mending sekarang kamu ke atas bantuin ara packing barang"


"ini cerita nya mas ngusir aku gitu? " tanya nyonya Sinta sambil menatap sinis suami nya.


tuan rano yang mendapat respon seperti itu dari istri nya langsung gelagapan.


"maksud mas gak gitu sayang, mas cuma mau bilang jadian ara sendirian packing nya dia kan masih kecil. jangan marah gitu dong" ucap tuan rano sambil memeluk sang istri.


"alahh bilang aja gak mau deketan sama aku" ujar nyonya Sinta kemudian langsung berlalu dari sana sambil menghentakkan kaki nya.


tuan rano yang di tinggal pun segera menyusul istri nya yang sedang mode senggol bacok itu.


"yangggg tungguin... "


***


"loh ara kok belum siap siap" tanya nyonya Sinta ketika sampai di kamar kiara dan ternyata kiara sama sekali belum melakukan packing dan malah asik memilah milah bonekanya.


"hehehe ara bingung bun apa aja yang mau ara bawa besok" ucap kiara sambil tersenyum pepsodent.


"ya udah kalo gitu bunda bantu pilihin ya"


"hehe.. makasih bundaa. sayang bunda banyak banyak" ucap kiara kemudian memeluk nyonya Sinta dengan erat.


"bunda juga sayang ara banyak banyak" nyonya Sinta membalas pelukan kiara dengan tak kalah eratnya pula.


"sayaaang kok mas di tinggal sih. ara juga kok pelukan ayah gak di ajak ajak sih" ujar tuan rano yang baru tiba di kamar kiara.


"eitsss stoooppp tetap di sana mas gak di ajak" ucap nyonya Sinta ketika tuan rano akan ikut gabung berpelukan.


" ishh kalian kok tega sih" ujar tuan rano sambil berdekap dengan bibir yang di manuin.


"ayah ingat umur bukan nya imut malah jadi amit amit kalo kaya gitu" ucap kiara dengan tampang tak berdosa nya.


"bwahaha tuh dengerin kata anak aku ingat umur mas udah tua juga hahaha" ucap nyonya Sinta sambil tertawa.


"tau ah ayah ngambek sama kalian"


"ngambek kok bilang bilang" ucap kiara dan nyonya Sinta serentak.


"bwahaha hahaa" mereka semakin mengeraskan tawa nya ketika melihat tuan rano yang semakin cemberut. tidak lupa dengan tangan mereka yang saling tos ketika berhasil menjahili tuan rano.


tuan rano tersenyum tipis saat melihat kedua orang yang ia sayangi tertawa bahagia ketika menjahili nya.

__ADS_1


*semoga kebahagiaan ini terus berlanjut hingga maut yang memisahkan kita* batin tuan rano sambil memandang mereka dengan senyum yang terus terpatri di wajahnya.


__ADS_2