
setelah beberapa waktu tinggal di desa, kini kiara mulai belajar menjadi pribadi yang mandiri. ia juga berteman dengan beberapa anak anak desa.
bahkan hampir semua orang di desa mengenal kiara karena keceriaan dan kepolosan nya.
ia dan keluarga nya bahkan sering membantu warga warga di sana yang kesusahan. dan semua itu membuat keluarga kecil itu mendapat nilai plus di mata warga desa.
waktu terus berjalan hingga memasuki bulan ke 3 mereka tinggal di sana.
dan seperti biasa setelah menyelesaikan makan malam, keluarga kecil itu berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar bercanda atau membahas tentang sesuatu.
"pekerjaan Ayah di sini udah selesai, jadi kemungkinan kita akan segera pulang ke kota xx. gapapa kan kalau kita pindah lagi? " ucap rano memulai pembicaraan.
"loh kok cepet banget mas? " tanya Sinta yang heran mendengar pernyataan suaminya itu.
"iya yah kok cepet banget, masa ara harus pindah sekolah lagi sih. kan ara belum lama masuknya. trus kan beberapa bulan lagi kan ara akhir semester" ucap kiara dengan menatap ayahnya dengan polos.
rano yang gemas langsung mencubit kedua pipi tembem kiara dan membuat gadis kecil itu cemberut.
"ishhh ayah kok cubit pipi ara sih bukannya di jawab juga " ucap kiara dengan memegang kedua pipinya yang memerah.
"hehehe abisnya ara lucu banget sih kan ayah jadi gemesh" balas rano kemudian kembali mencubit pipi kiara.
"mass udah ih kasian ara nya" lerai Sinta menghentikan aksi rano yang terus mencubit pipi kiara.
"tau nih ayah, marahin aja bun gapapa kok" ucap kiara sambil menatap rano kesal.
"iya nanti bunda marahin ayah" jawab Sinta.
mendengar pembelaan itu, kiara langsung menjulurkan lidah nya mengejek rano.
"udah jangan ribut lagi, tadi mas belum jawab pertanyaan aku sama ara jadi jawab dulu sekarang" ucap Sinta membuat aksi rano yang akan kembali menjahili kiara terhenti.
"ooh soal itu mas juga gak tau, awalnya mas pikir proyeknya bakal lama kelar nya eh taunya cuma beberapa bulan doang"
"ooh gitu, berarti kita bakal pindah lagi dong"
"iya mungkin lusa kita langsung pindah gapapa kan? "
"kalau aku sih ga masalah tapi kalau ara gimana"
kiara yang tengah asik memakan camilan sambil menonton TV seketika berhenti dan menatap kedua orang itu dengan tatapan polos nya.
Sinta menatap gemas kiara yang menatap nya dengan mulut yang penuh dengan camilan hingga membuat pipinya yang chubby itu semakin menggembung.
__ADS_1
"ara jawab dulu dong kan bunda nanya " ucap rano.
"emang bunda nanya apa? "tanya kiara yang ternyata tidak mendengarkan pembicaraan mereka.
"Huhhh ara gapapa kan kalau lusa kita langsung pindah?"
"Tapi sekolah sama teman teman ara gimana?" tanya kiara dengan lesu.
"araa kan kita pindah nya lusa, jadi besok ara masih punya waktu buat pamit sama teman teman ara di sekolah" ucap Sinta memberi pengertian.
"emm iya juga ya, oke kalau gitu berarti ara harus pamit sama teman teman ara disekolah besok sama bu guru cantik juga" ujar kiara sambil mengetuk dagunya dengan jari telunjuk dan kening yang berkerut seolah sedang berpikir keras.
"Udah mending sekarang ara tidur udah malam, besok bakalan jadi hari yang sibuk" ucap rano.
"Ashiap kapten" jawab kiara dengan pose hormat.
"Ke kamar gih langsung tidur ya" ucap Sinta sambil mengelus rambut kiara.
"Siap bunda"
Cup
Cup
Cup
Cup
"Malam juga sayang"
"Malam juga anak ayah"
Kedua orang dewasa itu menjawab serentak dan mencium kedua pipi kiara bergantian.
...****************...
"Bagaimana, sudah ketemu? " ucap seorang pria dewasa yang memakai jas hitam kepada bawahannya.
"maaf tuan kami belum bisa menemukan koordinat lokasi nya" jawab sang bawahan.
Sang tuan langsung berbalik dan melemparkan gelas yang ia pegang ke arah sang bawahan.
Duk
__ADS_1
Pranggg..
Lemparan tersebut tepat mengenai dahi bawahan itu hingga meneteskan darah. Sementara sang bawahan hanya bisa meringis menahan sakit dalam diam atau ia akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari ini atau bahkan kehilangan nyawa nya.
" bodoh mencari informasi itu saja kau tidak bisa" bentak si tuan tersebut.
"Maaf tuan kami sedang berusaha semaksimal mungkin" jawab sang bawahan.
"Aku tidak mau tau cepat atau lambat kalian harus menemukannya"
"kami akan berusaha tuan"
"Ck bagaimana dengan anak itu, apa dia membuat ulah lagi?"
"Untuk beberapa hari ini seperti nya tidak tuan"
"Bagus, jangan sampai dia mengacaukan semua rencana yang aku susun selama ini. Dan kau pergi dari hadapan ku sekarang cari informasi dan segera temukan dia"
"Baik tuan"
Sang bawahan itu akhirnya pergi dari sana dan meniggalkan ruangan itu, ia harus segera mengobati lukanya. Ck atasan nya itu benar-benar tidak punya hati.
"Kenapa kau terus mencari anak itu, bukannya sejauh ini rencana mu sudah berjalan dengan baik?" tanya seorang pria dengan jas yang disampirkan di lengannya serta lengan kemeja yang di gulung hingga batas siku.
Sedari awal ia telah mendengar dan mengetahui tentang apa yang di bicarakan sahabat nya itu dan ia masih tidak mengerti dengan jalan pikiran sahabat nya yang gila itu.
"hanya untuk berjaga jaga, jangan sampai anak itu tiba-tiba muncul kembali dan mengacaukan semuanya"
"kau tidak akan melenyapkan nya kan"
"Tergantung situasi"
Pria dengan kemeja putih itu menghela nafas nya. Ia sudah berkali-kali memperingati sahabat nya itu tapi tidak di hiraukan.
"apa kau yakin untuk melanjutkan rencana gila mu itu? "
"tentu saja, kenapa tidak"
"haa aku sudah lelah memperingati mu, dan aku harap kau tidak melewati batas mu candra"
"kau memihak mereka?" tanya pria yang di panggil candra itu menatap sahabat nya dengan tajam.
"aku tidak memihak siapapun disini,aku hanya memperingati mu. Kau tau apa yang akan terjadi jika mereka mengetahui semua nya bukan. dan ketika itu terjadi aku tidak ingin terlihat di antara kalian"
__ADS_1
Pria dengan kemeja putih itu bangkit dari duduknya dan menepuk punggung sahabat nya itu. kemudian segera berlalu meninggalkan ruangan sahabatnya itu yang berdecak malas.