I Am Kiara

I Am Kiara
bab 27


__ADS_3

"masih belum ketemu ya kak?" tanya seorang gadis kecil dengan lesu.


Seseorang laki-laki yang gadis kecil itu panggil kakak menoleh ke arah nya. Ia mengelus rambut sang adik dengan lembut.


"Kamu tenang aja, kakak udah dapet sedikit informasi tentang dia meskipun informasi nya masih kurang pasti. tapi kakak janji, kakak dan anak buah kakak pasti bakal berhasil nemuin dia cepat atau lambat" ucap laki-laki tersebut.


"tapi perasaan vi gak tenang kak" balas vi dengan mata yang berkaca kaca.


"Hei gak usah cemas okay, dia pasti bakalan baik baik aja"


"tapi kak...."


Brakk...


Ucapan gadis kecil itu terhenti akibat seseorang yang mendobrak pintu dan masuk dengan tergesa-gesa.


"Hahh... hahhh.. Bos saya udah menemukan di mana keberadaan dia sekarang" ucap orang tersebut.


Mendengar itu seketika vi jadi bersemangat kembali dan ingin segera bertemu dengan dia yang telah lama mereka cari.


"tapi bos, seperti nya kita harus cepat"


"maksudmu?"


"ada seseorang mengincar nya"


Deg


"suruh yang lain bersiap, kita ke sana sekarang" perintah kakak dari vi dengan tegas.


"Kak vi ikut" ucap vi dengan cemas.


"Vi di sini aja ya jangan ikut di sana bahaya" ujar sang kakak mencoba memberi pengertian.


"Please kak vi ikut, vi gak bakal ngerepotin siapapun kok" ucap vi memasang wajah memelas.


Sang kakak yang sudah tidak tahan melihat sang adik yang terus memohon akhirnya luluh.


" ya udah vi boleh ikut, tapi vi tetap di mobil aja ya jangan kemana mana kecuali kakak langsung yang nyuruh keluar " ucap laki-laki tersebut dan di balas anggukkan oleh gadis kecil itu.


***


"araa buruan nak" teriak Sinta yang telah siap di depan rumah nya.


"iya bundaaaa" balas kiara tak kalah kencang.

__ADS_1


tak


tak


Seorang gadis kecil dengan rambut yang di kuncir kuda datang ke arah Sinta dengan membawa sebuah mini koper di tangan kanan nya.


"Bundaaa ara udah siap" ucap kiara yang telah siap dengan pakaian casual yang terlihat imut di tubuh mungil nya.


"Ya ampun anak bunda kok cantik banget siih" ucap Sinta yang terpesona melihat keimutan kiara.


"iya dong ara gitu lohh" pede kiara sambi mengibaskan rambut nya kebelakang.


"Udah siap semua kan?" tanya rano yang telah siap dengan mobil nya.


"Udah kok yah" jawab kiara cepat.


"Kalau gitu ayo semua nya masuk" ucap rano.


Tidak lupa ia membukakan pintu mobil untuk anak dan istri nya.


"Oke semua nya udah siap, waktunya....... "


"Berangkat... Brumm brumm"


Mobil pun melaju meninggalkan area kawasan rumah menuju ke desa tempat yang akan mereka tuju.


"Mas, kok perasaan aku gak enak ya?" ucap Sinta sambil memeluk erat kiara yang telah tertidur lelap.


rano menoleh ke belakang sejenak memperhatikan wajah istri nya yang terlihat gelisah.


"Kamu tenang aja, semua pasti akan baik baik aja. Percaya sama mas" ucap rano mencoba menenangkan Sinta yang sedang gelisah. meskipun ia sendiri juga merasakan hal yang sama, tetapi ia tidak ingin memperlihatkan kegelisahan nya dan membuat sang istri semakin cemas.


Sampai di saat mereka melewati sebuah jalan tol yang terlihat sepi, tanpa sengaja Sinta menoleh ke belakang dan menemukan beberapa mobil hitam yang terlihat sangat mencurigakan.


"Mas, kok mobil yang di belakang kaya ngikutin kita ya mas" ujar Sinta memberitahu rano apa yang telah ia lihat.


mendengar ucapan sang istri, rano pun segera mengecek nya melalui kaca spion. Dan benar saja terdapat empat buah mobil van hitam mengikuti mereka.


"Ck sial. yang pegang ara yang erat yah, mas bakal bawa mobil nya lebih cepat" ujar rano dengan serius dan di tanggapi anggukan oleh sang istri.


"Hati-hati ya mas" ucap sinta sambil mengeratkan pelukan nya pada kiara.


rano tersenyum tipis berharap sang istri tidak terlalu panik. Kemudian mobil pun semakin melaju menghindar dari mobil mobil yang mengikuti mereka.


Dorr...

__ADS_1


Ckiitttt..


Sebuah tembakan mendarat dan hampir mengenai mobil yang mereka kendarai. Untung nya rano dengan gesit menghindar hingga tembakan itu tidak mengenai salah satu di antara mereka.


"Eunghhh ayah mobilnya kenapa" tanya kiara yang terbangun akibat guncangan pada mobil yang mereka gunakan.


"Ara pegangan yang erat yah. Ayah belum bisa jawab pertanyaan ara" ujar rano dengan cepat sebelum kiara bertanya lebih banyak lagi.


Dorr...


Dorr...


Dorr...


Akhhh..


kiara memeluk Sinta erat dengan tubuh yang gemetar. Sedangkan Sinta semakin mendekap putri nya dengan erat tak lupa menutup kedua telinga gadis kecil itu.


sementara itu, rano semakin mempercepat laju kendaraan nya dan menghindari tembakan tembakan yang di luncurkan dengan gesit.


Dorrr...


Ckiittt


Aakkhhhh..


sebuah peluru berhasil menembak salah satu ban belakang kendaraan yang mereka naiki. lebgah sedikit saja mungkin mereka akan menabrak pembatas jalan. Untungnya rano dengan sigap menekan pedal rem sehingga mobil yang mereka kendarai tidak menabrak pembatas jalan.


"Hikss bunda ara takut hikss hikss" lirih kiara di dalam pelukan Sinta dengan air mata yang mengalir deras.


"Ara tenang ya nak, bantuan akan segera tiba" ujar Sinta sambil mengelus rambut kiara. Ia mengatakan seperti itu karena ia melihat suami nya sedang menelpon seseorang untuk meminta bantuan. Meskipun ia masih kurang yakin tapi ia tetap berusaha untuk tenang agar sang putri tidak semakin takut.


Kini mobil mereka telah terkepung. dari mobil mobil yang mengepung mereka, keluarlah orang orang berbadan tegap dengan muka sangar. di masing masing tangan mereka membawa senjata dengan jenis yang berbeda, di mulai dari pistol, pedang, dll. Tak lupa dengan jaket dengan lambang tengkorak di antara dua anak panah yang menyilang melekat di tubuh mereka.


" a ayah mereka siapa? " tanya kiara yang ketakutan melihat gerombolan orang orang itu.


" ara sama bunda tetap di sini yah, biar ayah yang keluar sambil mengulur waktu menunggu bantuan datang " ujar rano tegas.


"T tapi mas, mereka bawa senjata" ujar Sinta panik ketika sang suami akan keluar dengan tangan kosong.


"iya ayah di sini aja, ara gak mau ayah kenapa napa" ucap kiara dengan air mata yang terus mengalir.


"Kalian tetap tenang yah mas pasti jaga diri dan ara dengar kata ayah yah tetap di sini jangan kemana mana,ayah sayang ara" ucap rano.


Ia pun langsung keluar setelah mengecup kening dua perempuan yang ia sayangi.

__ADS_1


"hiks bunda kita harus gimana hikss hikss" tanya kiara panik.


"bunda juga gak tau sayang, kita ikutin apa kata ayah aja ya. berdoa aja supaya ayah gak kenapa kenapa" ucap Sinta menenangkan kiara.


__ADS_2