I Am Kiara

I Am Kiara
bab 31


__ADS_3

"Pagi" sapa kiara datar.


Ia kini telah siap dengan seragam sekolah nya yang baru. Namun, ia tidak memakai rok nya melainkan sebuah celana leging hitam. Serta dengan tas sekolah yang tersampir di bahu kanan nya.


dion yang memang tengah menunggu kiara untuk sarapan bersama langsung menoleh.


"Pagi juga" jawab nya.


"abang udah daftarin kamu di AHS dan sesuai permintaan kamu abang udah bilang dengan kepala sekolahnya untuk masukin kamu ke kelas yang sama dengan vi" lanjut nya seraya menatap kiara yang telah duduk di hadapan nya.


"Oke " jawab kiara singkat.


Dion sudah tidak kaget lagi mendengar jawaban singkat dan datar yang kiara berikan ia sudah terbiasa dengan hal itu. Dan itu semua lebih baik dari pada sebelum sebelumnya yang bahkan tidak merespon panggilan nya.


"Mau bareng sekalian? " tanya dion ketika mereka telah selesai dengan sarapan nya.


"Gak perlu, abang langsung aja" jawab kiara dan di angguki dion.


Dion saat ini memang telah bekerja di perusahaan yang ia dirikan sendiri. Dan kebetulan sekolah baru kiara ini dan perusahaan dion satu arah.


"Ara duluan" lanjut kiara sambil berdiri dari duduk nya.


"Hati-hati " jawab dion yang di balas anggukan oleh kiara.


Kiara berjalan keluar menuju garasi dan mengambil sebuah moge hitam milknya. Tak lupa memakai helm, ia pun melakukan moge tersebut menuju ke sma tempat ia bersekolah.


***


Brumm


Brumm


Brumm


Aaa rakhaa kok kamu ganteng banget sih


Vinoo jadiin aku pacar ke sekian muuu..


Garaaa aku padamuuu


Keaann ayang gue kok dingin banget sihhh..


Pletak

__ADS_1


Mimpi lo ketinggian goblok


Azkaaa senyumin aku dongg


Lima buah moge yang di kendarai oleh lima orang remaja laki-laki tersebut mendapatkan sorakan histeris dari para penggemar mereka.


dan teriakan itu bertambah histeris ketika rakha dan vino yang menebar pesona kepada para perempuan yang ada di sana.


"Weiss para penggemar gua bayak amat yak" ucap vino sang playboy dengan pede nya. Dengan tampang rupawan nya ia dengan mudah menggaet para cewe untuk jadi pacarnya yang entah sudah berapa orang yang berhasil ia pacari. Meskipun hanya bisa bertahan beberapa hari saja karena ia yang memang sering bergonta-ganti pasangan.


"Sembarangan lo, mereka semua itu terpesona nya sama gua bukan sama pantat panci kaya lo" ucap rakha sambil menoyor kepala vino. Ia sama seperti vino yang sering menggoda para cewek cantik yang ia temui, namun tidak sampai jadian karena ia orang nya plin plan.


Mereka berdua memang sering bertengkar, meski hanya dengan masalah sepele. Namun, itu semua tidak menyurutkan kesolidaritasan mereka, yang mana jika satu terluka maka yang lain turun tangan menghajar orang yang telah membuat siapa pun di antara mereka terluka.


Brumm


Brumm


Pertengkaran antara rakha dan vino terhenti karena sebuah moge hitam memasuki gerbang yang bertuliskan Albran High School dan memikirkan moge nya tidak jauh dari mereka.


"Anjir siapa tuh murid baru kah? " tanya gara spontan.


"Mungkin aja, mudah mudahan cecan" jawab vino.


"Cewek aja pikiran lo,tapi harapan gua juga gitu sih" ucap rakha yang berakhir di geplak oleh vino.


Mereka menatap penasaran pada murid tersebut begitu pula dengan siswa siswi yang juga berada di parkiran tersebut.


Kemudian mubar tersebut membuka helm nya dan memperlihatkan rambut panjang hitam nya yang berterbangan di tiup angin sehingga memperlihatkan sebuah anting yang ia kenakan.


Deg


***


Di sisi kiara, kini ia telah memasuki gerbang AHS dan ketika ia membuka helmnya ia di sambut oleh pekikan pekikan alay para pelajar yang ada di sana.


Woy anjir ada bocil nyasar


Dekk kok naik moge sih kalo jatoh gimana


Anjir pipinya,pipinya mau tumpah woyyy


Aaaa imut bangeeeet

__ADS_1


Sedangkan orang yang sedang di bicarakan hanya menatap malas mereka dengan tatapan datarnya.


Ketika ia akan melangkah, Tiba-tiba seseorang menghentikan nya dan menariknya dengan lembut menuju rooftop.


"Tunggu" ucap laki-laki tersebut sambil menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan. Laki-laki itu kemudian menariknya dengan lembut. Ia hanya pasrah mengikuti langkah laki-laki tersebut.


"I itu beneran kean? " ucap rakha dan gara serempak menatap cengo ke arah kean.


"anjir kita keduluan sama pak waketu" ucap vino yang juga menatap kean dengan tatapan tidak percaya.


Begitu pun yang lain (kec.azka) karena seumur umur ini baru pertama kali mereka melihat kean menyentuh bahkan memegang tangan perempuan.


***


Setelah sampai di rooftop, kean mengunci pintu agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


Lama ia menatap kiara dengan tatapan rindu yang mendalam.setelah beberapa saat kemudian ia langsung berhambur masuk ke pelukan kiara.


"Hiks ara ke mana aja, ani kangen ara hiks ano udah cari ara kemana-mana tapi gak ketemu ketemu hiks" ucap kean sambil menangis meluapkan perasaan rindunya.


"Ara juga kangen ano" ucap kiara singkat sambil membalas pelukan kean dengan erat.


Ia memejamkan matanya merasakan pelukan hangat yang telah lama tidak ia rasakan lagi. Dan kini pelukan itu ia dapat kan kembali.


Beberapa saat berpelukan melepaskan rasa rindu yang ditahan tahan selama beberapa tahun, kini mereka melepaskan pelukan nya dan terduduk di sofa yang memang telah di sediakan di rooftop tersebut.


"Ara ke mana aja, ank udah cari ara kemana-mana tapi gak ketemu. Bertahun-tahun ano nyari dan nungguin ara. Ano pikir gak bakalan bisa ketemu ara lagi" ucap kean sambil menatap kiara dengan mata yang kembali berkaca kaca.


Melihat itu, kiara segera menangkup wahah kean yang memerah akibat menangis tadi. Ia mengulas senyum tipis sehingga memperlihatkan gingsulnya yang manis. Kemudian beralih memeluk kean dengan erat.


"Maafin ara yang pergi gak pamitan sama ano. Maafin ara yang ninggalin ano sendirian. Maaf karena gak ada ngasi kabar sama ano" ucap kiara dengan suara yang teredam di pelukan kean.


"gak, harus nya ano yang minta maaf sama ara karena gak ada pas ara susah, ano yang ninggalin ara sendirian hiks maaf, maafin ano" ucap kean yang kembali menangis.


Kiara melepaskan pelukan mereka, ia menghapus jejak air mata kean dengan lembut.


"Udah, gak usah di pikirin, itu bukan salah ano. Ara tau ano juga gak mau kaya gitu. Ano gak salah jadi ano gak perlu minta maaf, mening sekarang ano anterin ara ke kantor kepsek bentar lagi bel" ucap kiara panjang lebar.


"Tapi pulang nanti ano ikut ara yah, ano mau tinggal sama ara aja. Ano gak mau ninggalin ara lagi" ucap kean memandang lekat wajah imut kiara.


"Boleh " jawab kiara membuat kean tersenyum sumringah.


"Kalo gitu ayo ano anterin ke ruang kepsek" ucap kean semangat dan di balas senyuman oleh kiara.

__ADS_1


Sungguh, mungkin kalo ada orang terdekat mereka yang melihat dan mendengar percakapan panjang mereka akan shok dan tercengang atau bahkan jantungan karena melihat mereka tersenyum dan berbicara panjang lebar. (Ok, itu terlalu alay)


Mereka pun berjalan keluar rooftop menuju ruan kepsek dengan tangan yang saling bertautan. Ketika melewati orang orang yang berada di Koridor, mereka menatap kiara dan kean dengan tatapan cengo dan tidak percaya. Tapi hanya di balas tatapan dingin dan datar oleh mereka berdua.


__ADS_2