I Am Kiara

I Am Kiara
bab 20


__ADS_3

"eunghhh ssttt ini di mana"


kiara terbangun dan melihat sekelilingnya ia pun menyadari bahwa ia sekarang berada di sebuah tempat yang sangat kecil dan sempit. ia mencoba memegang kepalanya yang terasa pusing tapi sayang nya tangan nya tidak bisa di gerakkan sama sekali seperti di ikat sesuatu.


"ini dimana? kenapa ara diikat? "lirih kiara sambil berusaha melepaskan ikatan yang membelit tangan nya.


ia terus mencoba tapi tetap tidak berhasil karena tenaganya yang lemah dan ikatan nya yang sangat kencang membuat tangan kecilnya terasa perih.


"kenapa susah sekali"


ia menyerah karena ikatan itu tak kunjung lepas.


"kenapa ara bisa di sini, bukannya ara tidur di ruko yang kemarin yah kok bisa ada di sini"


iya, kiara ingat betul bahwa ia tidur di teras ruko yang terletak di pinggir jalan dengan beralaskan kardus bekas. tapi entah mengapa ketika membuka mata ia tiba-tiba sudah berada di tempat yang sempit ini.


"eh ehh kok bergerak"


kiara begitu panik ketika tempat ia berada yang tidak ia ketahui dimana tiba-tiba saja terasa bergerak.


tapi paniknya tidak berlangsung lama karena ia tanpa sengaja mendengar suara laki-laki dewasa yang saling berbicara. dan suara itu seperti berada di sebelahnya.


"apa anak itu sudah sadar? "


"tidak tau, gua belum ngecek dan seperti nya belum karena tidak terdengar apapun di dalam sana"


"ck bocah malang. masih kecil tapi sudah akan di jual di pasar gelap"


"cihh lo ngomong kasihan gitu tapi sebenarnya lo juga seneng kan dapat kebagian uang nya juga"


"ya iya lah siapa juga yang gak seneng kalo di kasi duit"


"ck serah lo dah capek gua lama lama"


"kalo capek istirahat"


"bodoamat"


" siapa yang mau di jual? dan tempat ini juga bergerak seperti mobil" batin kiara ketika mendengar pembicaraan itu.


tidak lama kemudian tempat yang kiara duga mobil tersebut berhenti bergerak.


ceklek


kreckk


kiara menoleh ketika mendengar suara pintu yang di buka seseorang.


deg


tubuh kiara menegang dan mulai berkeringat dingin ketika melihat yang membuka pintu itu adalah salah satu dari orang yang pernah menculiknya waktu itu.


"oh kau sudah bangun rupanya, apa tidur mu nyenyak gadis manis? "


"k kalian mau ngapain, k kenapa kalian culik ara? " tanya kiara dengan tubuh gemetar takut ketika melihat ada lebih dari satu orang yang membawa nya.

__ADS_1


" do, bawa dia" perintah salah satu di antara mereka dan tidak menggubris pertanyaan kiara.


"lepas.. kalian mau bawa ara kemana"ucap kiara sambil memberontak ketika ia di tarik paksa untuk masuk ke sebuah gedung yang lumayan besar.


"berisik" bentak pria yang menarik kiara.


"ck kira kira siapa yang akan membeli bocah berisik ini? " tanya salah satu di antara laki-laki dewasa itu sambil menatap kiara.


kiara tertegun ketika menyadari pembicaraan yang tadi tentang mereka yang akan menjual seseorang ke pasar gelap. dan ketika itu pula ia menyadari bahwa yang akan mereka jual itu adalah dirinya.


kiara semakin cemas ketika mereka akan memasuki gerbang bangunan yang ada di hadapan mereka.


aakkhhhh


duakhh


akhh


kiara menggigit tangan laki-laki yang menarik nya dan menendang alat vital temannya dengan keras hingga membuat mereka yang melihat itu meringis ngilu.


memanfaatkan situasi mereka yang sedang lengah, kiara langsung lari melarikan diri meskipun sedikit kesusahan karena tangan nya yang masih terikat kencang.


"akhh **** apa yang kalian lihat, kejar dia sialan" perintah laki-laki itu sambil merintih memegang selang*kangannya yang di tendang kiara.


...****************...


tak...


tak...


tak...


tak...


kiara sesekali menoleh kebelakang berharap orang yang mengejar nya sudah tidak ada lagi, namun ternyata salah orang orang itu masih mengejar kiara bahkan sudah hampir dekat.


kiara semakin mempercepat larinya dengan tangan yang masih terikat kencang.


brukk..


di tengah larinya kiara tanpa sengaja menabrak seorang laki-laki paruh baya yang akan masuk ke mobilnya.


"hikss om tolongin ara hikss ada orang jahat yang mau jual ara om hikss" kiara yang sangat panik ketika orang orang itu semakin mendekat membuat nya ketakutan hingga mengeluarkan air mata nya dan tanpa fikir panjang ia meminta bantuan pada orang yang telah ia tabrak.


laki-laki paruh baya itu melihat kiara yang menangis dan tangan yang terikat serta tidak jauh dari mereka ada beberapa pria bertubuh besar yang mengejar kiara. laki-laki itu mengangguk dan dengan cepat menyuruh kiara masuk ke mobilnya.


"ayo cepat naik" ucap pria itu sambil membuka pintu mobil.


setelah ia dan kiara masuk, laki-laki itu dengan segera menjalankan mobilnya dengan cepat untuk menghindari orang orang yang mengejar kiara.


"ck sial kita kecolongan" ucap salah laki-laki yang mengejar kiara sambil menatap mobil yang membawa kiara.


"balik.kita harus kasi tau bos tentang kejadian ini"lanjut pria itu kemudian berbalik dan di ikuti yang lain.


sementara itu, kiara yang merasa sudah aman menghembuskan nafas lega dan berterima kasih pada pria paruh baya yang telah menolong nya itu.

__ADS_1


"huhhh om makasih ya udah tolongin ara" ucap kiara pada laki-laki yang sedang mengemudi itu.


"iya sama sama" ucap pria itu sambil menatap kiara dengan lembut.


ia kemudian mengernyit ketika melihat tangan kiara yang masih terikat.


pria itu menepikan mobilnya sejenak.


kiara yang bingung merasa bahwa pria itu menyuruhnya untuk turun.


"sekali lagi makasih ya om udah nolongin ara. ara bakal turun sekarang"


"siapa yang menyuruhmu turun? "


"hah kan om suruh ara turun, kalo gak kenapa mobilnya di pinggirin?"


"om gak menyuruhmu untuk turun. sekarang berbaliklah"


"hahh"


kiara menatap bingung pria itu, tapi tak urung ia menuruti perintah nya untuk berbalik.


"eh... "


kiara tersentak kaget tapi tak lama langsung tersenyum lebar karena pria itu menyuruh nya berbalik ternyata untuk melepaskan ikatan yang melilit pergelangan tangan nya.


"wahh makasih banyak om" ujar kiara dengan mata yang berbinar sambil menatap pria itu.


pria itu tersebut mengelus lembut kepala kiara sambil tersenyum.


"sama sama, oh iya kalau boleh tau kamu tinggal di mana biar on anterin pulang sekalian"


mendengar pertanyaan pria itu membuat senyuman kiara luntur dan matanya mulai berembun dan siap menitikkan airnya.


"ehh kamu kenapa? om dalang ngomong ya, atau ada yang sakit? " ucap pria itu gelagapan ketika melihat kiara yang muram dan sedih.


"om gak salah ngomong kok hiks tapi ara sekarang udah gak punya tempat tinggal lagi hiks mama sama papa udah usir ara dari rumah"


pria itu menatap kiara dengan iba dan kasihan.


"emm kalo gitu kamu mau gak pulang nya ke rumah om aja" tanya pria itu sambil mengelus rambut kiara.


"emang boleh om"


"boleh dong kenapa nggak"


"tapi ara takut nyusahin"


"gak bakalan nyusahin kok malah om senang kalo kami ikut om pulang"


"eemm ya udah deh om ara mau ikut om pulang" jawab kiara dengan pasti.


pria itu tersenyum mendengar jawaban yang kiara berikan.


kemudian mobil kembali melaju menuju ke rumah laki-laki paruh baya itu.

__ADS_1


__ADS_2