
"huh aman" ucap seorang gadis kecil sembari berjalan mengendap-endap memastikan tidak ada orang lain di sekitar nya.
ceklek..
sembari berjinjit tangan mungil nya berhasil membuka pintu lemari kecil tersebut. kemudian tangan nya terulur mengambil dua bungkus roti yang memang tersedia di sana.
seulas senyuman terbit di wajah mungilnya.
"apa yang kau lakukan di sini" ucap seseorang yang membuat gadis kecil itu tersentak kaget.
tanpa sengaja ia melepaskan genggaman tangan nya dan membuat roti yang ia pegang terjatuh ke lantai.
"roti lana, nama liat dia mencuri roti kesukaan lana" ucap seorang gadis kecil lain yang berada di sebelah wanita dewasa itu.
wanita itu menatap tajam gadis kecil yang telah mencuri roti tersebut.
"kau sudah pintar mencuri? " ucap wanita tersebut masih dengan menghunus kan tatapan tajam.
kiara menggelengkan kepalany dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
"e enggak mah a ara gak mencuri" ucap kiara dengan mata yang berkaca kaca.
"bohong kalau gak mencuri kenapa kakak ambil roti lana" ucap lana sambil menunjuk ke arah dua bungkus roti yang bercecer di lantai.
"ara gak mencuri" ucap kiara yang tampa sadar menaikkan nada bicara nya.
plakk...
"berani nya kamu ninggiin suara kamu hahh" bentak sang mama sambil melayangkan sebuah tamparan di wajah imut kiara.
srekk..
"hiks mah a-ara gak mencuri" ucap kiara sambil memegang tangan sang mama yang sedang menarik rambutnya kencang.
"trus kalo gak mencuri apa hahh kamu pikir saya bodoh" bentak sang mama semakin mengencangkan tarikan nya.
sedangkan kiara hanya bisa menggeleng dengan air mata yang mengalir deras sambil menahan rasa sakit di kepalanya.
brukk..
tubuh kecil kiara terhempas begitu saja ketika sang mama melepaskan tangan nya dari rambut kiara dengan kasar hingga membuat kepala gadis kecil itu terbentur marmer dan mengeluarkan darah.
"lana, tolong ambilin spatula yang ada di sana nak" ucap mama dengan mengubah tatapan nya menjadi sangat lembut ketika menatap lana.
"ini mah"ucap lana sambil mengulurkan sebuah spatula yang terbuat dari besi tersebut kepada sang mama.
"makasih sayang, kamu main duluan aja ya sayang nanti mama nyusul" ucap mama sambil mengelus lembut kepala lana.
"bener ya mah, awas aja kalo mama gak nyusul lana bakal ngambek sama mama" ucap lana dengan kedua tangan nya di pinggang.
__ADS_1
" iya sayang, ya udah sana gih" ucap mama.
"bye mahh" ucap lana kemudian berjalan menjauh dari sana.
sekilas tatapan lana menuju ke arah kiara dengan tatapan... bersalah?
mama kemudian kembali menampilkan wajah datarnya dan menatap kiara dengan tajam.
"ikut saya" ucap mama kemudian menarik paksa kiara berdiri dan menuju ke kamar mandi yang tidak jauh dari sana.
"hiks mah tangan ara sakit" rintih kiara ketika tangannya di tarik dengan kencang oleh sang mama.
"diam ini hukuman kamu karena udah berani mencuri" ucap sang mama sambil memposisikan kiara tepat di bawah shower dan menyalakan air yang sangat dingin.
"hiks mah berhenti hiks dingin mah hikss" ucap kiara sambil meronta mencoba menjauh dari guyuran tersebut, namun ia tidak bisa karena cengkraman sang mama pada tubuhnya yang sangat kuat.
"sini tangan kamu" ucap mama ketika kiara mencoba berontak dan menjauhkan tangan nya.
"sini" bentak sang mama sambil menarik kasar tangan kiara tanpa menjauhkan gadis kecil itu dari guyuran shower.
ctashhh
ctashhh
ctashhh
akhhh
"diam, ini hukuman buat kamu. siapa yang menyuruh kamu mencuri hahhh"bentak mama sambil terus melayang kan pukulan ke tangan mungil gadis kecil itu.
"hiks ampunn mah hikss ara minta maaf hikss ara laper hikss maaahhh" ucap kiara sambil menangis histeris.
gadis kecil itu terus memohon sambil merintih yang bahkan tidak di pedulikan sang ibu.
"sekali lagi kamu ngelakuin hal yang sama, hukuman kamu bakal lebih dari ini, ngerti" ucap mama dengan nada dingin sambil mencekram dagu kiara.
sementara kiara, gadis kecil itu hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil terisak.
sang mama kemudian melepaskan tangan nya dengan kasar hingga membuat wajah kiara tertoleh ke samping.
sang mama berbalik dan mengunci pintu kamar mandi tersebut meninggalkan kiara yang merintih sendirian di sana.
brakk...
"hikss mahh jangan tinggalin ara hikss buka pintu nya mahh hikss" kiara menangis histeris sambil terus menggedor pintu berharap sang mama berbalik dan membukakan pintu untuknya.
"hikss mahh bukaa hikss" lirih kiara.
tubuhnya luruh ke lantai menahan rasa sakit di bagian lengan dan kepala nya.
__ADS_1
dengan bergetar ia mengangkat tangannya. terlihat tangan mungilnya kini telah memerah bahkan mengeluarkan darah akibat tersayat bagian ujung spatula.
"hikss sakit hikss hikss" lirih kiara kesakitan apalagi luka tersebut terguyur air shower yang sangat dingin membuat luka yang ia dapati semakin perih.
*hikss salah ara apa hikss ara hikss cuma ambil roti hikss ara laper belum makan dari semalam hikss, kenapa mereka jahat sama ara hikss ara kan gak nakal hikss* batin kiara sambil terisak.
bibirnya terlalu kelu untuk berbicara. tubuh lemahnya bergetar kedinginan karena terlalu lama berada di bawah guyuran air dingin.
***
"ara... "panggil seseorang membuat kiara tersadar dari memori kelam nya.
"ara kenapa kok nangis? "tanya kean sambil memegang pipi kiara dan menatapnya khawatir.
kiara memegang pipinya yang kini telah basah dengan air mata. tanpa ia sadari air matanya jatuh ketika mengingat memori lamanya.
mereka saat ini sedang berdiri di rooftop sekolah. karena jam terakhir kosong, mereka memilih untuk duduk di sana sambil menikmati angin segar.
"ara gapapa" ucap kiara sambil mengulas senyum tipis.
"beneran gapapa?" tanya kean memastikan.
kiara mengangguk, hatinya perlahan menghangat melihat sikap kean yang dari kecil tidak berubah pada nya.
"iya, mending sekarang kita pulang. sekolah udah mulai sepi" ucap kiara.
"tapi.. "
"kenapa" tanya kiara ketika kran tidak melanjutkan kalimat nya.
"itu... ano boleh ikut ara pulang gak, ano mau tinggal sama ara aja, ano gak mah jauh dari ara" cicit kean dengan kepala menunduk.
"emang ano gak pulang ke mansion? "tanya kiara heran.
kean menggeleng kecil.
"ano udah lama ninggalin tempat itu, mereka jahat"lirih kean.
"terus selama ini ano tinggal di mana? "
"apartemen" jawab kean singkat
"hahh ya udah iya boleh" ucap kiara.
mendengar jawaban tersebut seketika membuat kean berjingkrak kesenangan. ia pun memeluk kiara dengan erat dengan mata yang berbinar.
"makasih ara, ya udah yuk kita pulang sekarang" ucap kean setelah melepaskan pelukan nya.
mereka pun segera melangkah keluar dari rooftop menuju ke arah kendaraan mereka terparkir.
__ADS_1
kean berjalan sambil menggenggam tangan kiara seolah takut gadis itu akan pergi meninggalkan nya.
alvi? gadis itu telah pulang lebih dulu dari mereka. ia pulang dengan di jemput oleh sopir pribadinya